Rabu, 04 Feb 2026 13:07 WIB

Peringati Hari Pahlawan dan Tragedi Kanjuruhan, IJTI Gelar Safari Shalawat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Nov 2022 17:31 WIB
Konfrensi pers IJTI
Konfrensi pers IJTI

selalu.id - Peringati Hari Pahlawan serta 40 hari tragedi Kanjuruhan, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Surabaya bakal menggelar safari Shalawat.

Acara tersebut rencananya digelar pada Rabu (9/11/2022) mendatang, di Lapangan Pagoda, Pantai Ria Kenjeran Surabaya.

Baca Juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Safari Shalawat kali pertama digelar oleh IJTI ini akan diisi oleh Syech Abdul Qodir atau dikenal dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan diiringi oleh Majelis Ta’lim dan Shalawat Ahbaabul Musthofa dari Surabaya.

Ketua IJTI Korda Surabaya, Luqman Rozaq, mengatakan, kegiatan Safari Sholawat ini untuk mengajak masyarakat untuk melantunkan Shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya itu, acara itu juga untu memperingati Hari Pahlawan 10 November serta  menggelar doa bersama atau tahlil kubro untuk 135 korban tragedi Kanjuruhan di Malang karena bertepatan dengan 40 hari kejadian tragedi tersebut.

"Jadi kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama kali di gelar oleh IJTI Korda Surabaya  yang memiliki gebyar tidak hanya di surabaya tetapi seluruh Indonesia,  dengan mendatangkan Habib Syech," kata Luqman  saat acara Konferensi Pers Jumat (14/10/2022) kemarin.

Luqman menyampaikan bahwa
Habib Syech mempunyai jumlah massa yang sangat besar. Sehingga, dengan kekuatan  shalawat bersama segala musibah di Indonesia segera berakhir.

Baca Juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

"Berkah shalawat ini  diharapkan dengan banyaknya musibah dan berbagai kejadian di Indonesia bisa segera berakhir, sehingga Indonesia tetap terjaga, kondusif dan aman," ujarnya.

Nantinya, acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Jawa Timur, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta Forkompinda Kota Surabaya, ulama, para pimpinan media dan stakeholder lainnya.

Luqman juga meminta pada acara Safari Shalawat nanti, para syechkermania yang diperkirakan sekitar 10.000 orang  pada acara nanti, bisa tertib dan tidak membawa bendera besar yang menggunakan tiang besi.

Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Hal itu, kata dia, untuk menjaga keamanan sehingga selama acara bisa berjalan kondusif .

Nantinya pihak panitia juga akan menerapkan pola khusus saat jamaah masuk  ke acara maupun saat keluar nanti tidak terjadi kerumunan atau berbagai hal hal yang tidak diinginkan.

Acara Safari Shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf didukung oleh PT Metatu Nusantara Jaya, LPM Suramadu, dan PT Gadjah Duduk yang merupakan perusahaan sarung ternama di Indonesia dengan merek Gajah Duduk, dan air minum kemasan Cheers Healthy Water dibawah naungan PT Atlantic Biruraya serta berbagai perusahaan lainnya yang juga ikut menjadi sponsor acara ini.  (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.