Rabu, 22 Jul 2026 20:02 WIB

Tunggu Obat Gagal Ginjal Anak dari Pemerintah Pusat, Ini Langkah Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Okt 2022 18:42 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wakil Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota masih menunggu obat Gagal Ginjal Akut yakni Fomepizole (Injeksi) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Meski masih menunggu, Eri mengungkapkan, pihaknya kini telah berupaya melakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak-anak.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Obat gagal ginjal dihitung berdasarkan kebutuhan-kebutuhan kementerian, seperti vaksin Covid. Jadi jangan mengandalkan menunggu, yang penting (lakukan) pencegahan,"kata Eri, Selasa (25/10/2022).

Pencegahan itu salah satunya, kata Eri, mengecek apotek-apotek apakah masih menjual obat sirup yang telah dilarang oleh Pemerintah.

"Sudah koordinasi Polrestabes juga kepolisian. Jalani Surat Kementerian untuk mengecek (apotek) turun ke lapangan. Pencegahan jauh lebih baik, kita tak bisa mengontrol keluarnya obat sirup,"ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Kemudian, Eri menerangkan, pencegahan terutama harus dilakukan oleh orang tua dulu. Bagaimana anak apabila ada gejala panas, berat badan turun. Segera melapor agar pemantauan dan pengobatan ditangani Pemkot Surabaya.

"Ini hampir sama seperti Covid. Makanya kami melakukan sekarang adalah mitigasinya Kluster-Kluster yang disosialisasikan Puskesmas, ketika ada gejala langsung lapor ke kami,"ucapnya.

"Karena orang tau itu biasanya kalau badan anak panas itu dianggap masuk angin. Saya mohon kepada ortu untuk lebih prepare atau lebih hati-hati lagi. Jadi mendingan langsung diperiksakan, atau dibawa ke rumah sakit secepatnya. Jangan dianggap sebagai sakit biasa. Mendingan kalau sakit masuk angin gapapa, tapi jangan terlambat dalam pengobatannya. Itu yg sosialisasi yang kita lakukan, turun ke bawah seperti itu,"lanjutnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Lebih lanjut Eri menambahkan, masih belum mengetahui berapa jumlah obat gagal ginjal untuk Surabaya.

"Saya belum tahu karena kita kemarin membagi sesuai jumlah penduduk. Keputusannya kalau sudah dikirim podo kaya Covid, dapat segini surabaya dapat sekian-sekian,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.