Jumat, 05 Jun 2026 16:25 WIB

Tunggu Obat Gagal Ginjal Anak dari Pemerintah Pusat, Ini Langkah Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Okt 2022 18:42 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wakil Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota masih menunggu obat Gagal Ginjal Akut yakni Fomepizole (Injeksi) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Meski masih menunggu, Eri mengungkapkan, pihaknya kini telah berupaya melakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak-anak.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Obat gagal ginjal dihitung berdasarkan kebutuhan-kebutuhan kementerian, seperti vaksin Covid. Jadi jangan mengandalkan menunggu, yang penting (lakukan) pencegahan,"kata Eri, Selasa (25/10/2022).

Pencegahan itu salah satunya, kata Eri, mengecek apotek-apotek apakah masih menjual obat sirup yang telah dilarang oleh Pemerintah.

"Sudah koordinasi Polrestabes juga kepolisian. Jalani Surat Kementerian untuk mengecek (apotek) turun ke lapangan. Pencegahan jauh lebih baik, kita tak bisa mengontrol keluarnya obat sirup,"ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Kemudian, Eri menerangkan, pencegahan terutama harus dilakukan oleh orang tua dulu. Bagaimana anak apabila ada gejala panas, berat badan turun. Segera melapor agar pemantauan dan pengobatan ditangani Pemkot Surabaya.

"Ini hampir sama seperti Covid. Makanya kami melakukan sekarang adalah mitigasinya Kluster-Kluster yang disosialisasikan Puskesmas, ketika ada gejala langsung lapor ke kami,"ucapnya.

"Karena orang tau itu biasanya kalau badan anak panas itu dianggap masuk angin. Saya mohon kepada ortu untuk lebih prepare atau lebih hati-hati lagi. Jadi mendingan langsung diperiksakan, atau dibawa ke rumah sakit secepatnya. Jangan dianggap sebagai sakit biasa. Mendingan kalau sakit masuk angin gapapa, tapi jangan terlambat dalam pengobatannya. Itu yg sosialisasi yang kita lakukan, turun ke bawah seperti itu,"lanjutnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Lebih lanjut Eri menambahkan, masih belum mengetahui berapa jumlah obat gagal ginjal untuk Surabaya.

"Saya belum tahu karena kita kemarin membagi sesuai jumlah penduduk. Keputusannya kalau sudah dikirim podo kaya Covid, dapat segini surabaya dapat sekian-sekian,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.