Kamis, 04 Jun 2026 15:41 WIB

Tunggu Obat Gagal Ginjal Anak dari Pemerintah Pusat, Ini Langkah Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Okt 2022 18:42 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wakil Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota masih menunggu obat Gagal Ginjal Akut yakni Fomepizole (Injeksi) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Meski masih menunggu, Eri mengungkapkan, pihaknya kini telah berupaya melakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak-anak.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Obat gagal ginjal dihitung berdasarkan kebutuhan-kebutuhan kementerian, seperti vaksin Covid. Jadi jangan mengandalkan menunggu, yang penting (lakukan) pencegahan,"kata Eri, Selasa (25/10/2022).

Pencegahan itu salah satunya, kata Eri, mengecek apotek-apotek apakah masih menjual obat sirup yang telah dilarang oleh Pemerintah.

"Sudah koordinasi Polrestabes juga kepolisian. Jalani Surat Kementerian untuk mengecek (apotek) turun ke lapangan. Pencegahan jauh lebih baik, kita tak bisa mengontrol keluarnya obat sirup,"ujarnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Kemudian, Eri menerangkan, pencegahan terutama harus dilakukan oleh orang tua dulu. Bagaimana anak apabila ada gejala panas, berat badan turun. Segera melapor agar pemantauan dan pengobatan ditangani Pemkot Surabaya.

"Ini hampir sama seperti Covid. Makanya kami melakukan sekarang adalah mitigasinya Kluster-Kluster yang disosialisasikan Puskesmas, ketika ada gejala langsung lapor ke kami,"ucapnya.

"Karena orang tau itu biasanya kalau badan anak panas itu dianggap masuk angin. Saya mohon kepada ortu untuk lebih prepare atau lebih hati-hati lagi. Jadi mendingan langsung diperiksakan, atau dibawa ke rumah sakit secepatnya. Jangan dianggap sebagai sakit biasa. Mendingan kalau sakit masuk angin gapapa, tapi jangan terlambat dalam pengobatannya. Itu yg sosialisasi yang kita lakukan, turun ke bawah seperti itu,"lanjutnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Lebih lanjut Eri menambahkan, masih belum mengetahui berapa jumlah obat gagal ginjal untuk Surabaya.

"Saya belum tahu karena kita kemarin membagi sesuai jumlah penduduk. Keputusannya kalau sudah dikirim podo kaya Covid, dapat segini surabaya dapat sekian-sekian,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.