Selasa, 20 Okt 2026 11:44 WIB

Ketua Panpel Arema Kembali Diperiksa Polda, Kuasa Hukum: Kemungkinan Ditahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Okt 2022 15:42 WIB
Gedung Ditreskrimum Polda Jatim
Gedung Ditreskrimum Polda Jatim

selalu.id - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris kembali diperiksa sebagai tersangka di Mapolda Jatim, Senin (24/10/2022). Beredar informasi bahwa polisi bakal melakukan penahanan terhadap Abdul Haris.

Kuasa Hukum Ketua Panpel Arema FC, Taufiq Hidayat mengatakan bahwa kliennya tersebut telah menerima penetapan sebagai tersangka.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Untuk saat ini Pak Haris sudah terima dengan segala resiko, dijadikan tersangka dan mungkin akan ditahan,"kata Taufiq.

Namun menurutnya, dalam tragedi Kanjuruhan seharusnya tidak hanya enam orang yang dijadikan tersangka. Ia menyebut masih ada yang berpotensi menjadi tersangka.

"Tapi untuk tuntutannya saya kira sebagai pengacara tetap tidak terima dengan perkara yang dibebankan kepada satu pihak ini," ujarnya.

Sebagai upaya pengungkapan kasus secara terbuka, Taufiq meminta dukungan dari beberapa ormas diantaranya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam pengusutan tragedi Kanjuruhan.

"Saya minta lah untuk lembaga masyarakat seperti PBNU, Muhammadiyah itu kan banyak yang meninggal. Jadi kok gak ada gerakan untuk mendukung Kapolri untuk menindaklanjuti hukum ini lebih tepat sasaran. Supaya Pak Kapolri bisa bertindak lebih tegas motong kepala dan ekor seperti yang beliau janjikan," ucapnya.

Baca Juga: Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Saat ini korban Kanjuruhan bertambah lagi menjadi 135 yang meninggal. Sebab itu, menurut Taufiq, seharusnya proses hukum dilakukan dengan cepat.

"Saya tidak tega dengan posisi Pak Haris seperti ini. Pak Haris ditahan hari ini mungkin ya," ungkapnya.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, seharusnya yang harus bertanggung jawab secara hukum yakni Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Penggelapan Gula 3 Miliar

"Seperti yang saya sampaikan dari awal, seharusnya ketua PSSI itu bertanggung jawab secara moral dan secara hukum. Karena bola ini gak bisa terlaksana tanpa adanya stakeholder," tegasnya.

Apalagi, Taufiq menambahkan, dirinya bingung menyampaikan kepada keluarga Abdul Haris yang bakal kemungkinan akan ditahan.

"Posisi saya tahu Pak Haris mau ditahan, jadi saya agak-agak bingung untuk menyampaikan kepada keluarga, anak-anaknya. Selama ini dipercayakan kepada kita walaupun beliau sudah siap dengan segala risiko, saya kira tetap ada beban mental yang harus ditanggung oleh keluarganya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.