Senin, 02 Feb 2026 07:58 WIB

Ketua Panpel Arema Kembali Diperiksa Polda, Kuasa Hukum: Kemungkinan Ditahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Okt 2022 15:42 WIB
Gedung Ditreskrimum Polda Jatim
Gedung Ditreskrimum Polda Jatim

selalu.id - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris kembali diperiksa sebagai tersangka di Mapolda Jatim, Senin (24/10/2022). Beredar informasi bahwa polisi bakal melakukan penahanan terhadap Abdul Haris.

Kuasa Hukum Ketua Panpel Arema FC, Taufiq Hidayat mengatakan bahwa kliennya tersebut telah menerima penetapan sebagai tersangka.

Baca Juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

"Untuk saat ini Pak Haris sudah terima dengan segala resiko, dijadikan tersangka dan mungkin akan ditahan,"kata Taufiq.

Namun menurutnya, dalam tragedi Kanjuruhan seharusnya tidak hanya enam orang yang dijadikan tersangka. Ia menyebut masih ada yang berpotensi menjadi tersangka.

"Tapi untuk tuntutannya saya kira sebagai pengacara tetap tidak terima dengan perkara yang dibebankan kepada satu pihak ini," ujarnya.

Sebagai upaya pengungkapan kasus secara terbuka, Taufiq meminta dukungan dari beberapa ormas diantaranya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam pengusutan tragedi Kanjuruhan.

"Saya minta lah untuk lembaga masyarakat seperti PBNU, Muhammadiyah itu kan banyak yang meninggal. Jadi kok gak ada gerakan untuk mendukung Kapolri untuk menindaklanjuti hukum ini lebih tepat sasaran. Supaya Pak Kapolri bisa bertindak lebih tegas motong kepala dan ekor seperti yang beliau janjikan," ucapnya.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri

Saat ini korban Kanjuruhan bertambah lagi menjadi 135 yang meninggal. Sebab itu, menurut Taufiq, seharusnya proses hukum dilakukan dengan cepat.

"Saya tidak tega dengan posisi Pak Haris seperti ini. Pak Haris ditahan hari ini mungkin ya," ungkapnya.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, seharusnya yang harus bertanggung jawab secara hukum yakni Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

Baca Juga: Polda Jatim Terima Laporan Dugaan Penipuan Investasi Trading Crypto dengan Kerugian Hampir Rp 1 Miliar

"Seperti yang saya sampaikan dari awal, seharusnya ketua PSSI itu bertanggung jawab secara moral dan secara hukum. Karena bola ini gak bisa terlaksana tanpa adanya stakeholder," tegasnya.

Apalagi, Taufiq menambahkan, dirinya bingung menyampaikan kepada keluarga Abdul Haris yang bakal kemungkinan akan ditahan.

"Posisi saya tahu Pak Haris mau ditahan, jadi saya agak-agak bingung untuk menyampaikan kepada keluarga, anak-anaknya. Selama ini dipercayakan kepada kita walaupun beliau sudah siap dengan segala risiko, saya kira tetap ada beban mental yang harus ditanggung oleh keluarganya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.