Rabu, 22 Jul 2026 18:05 WIB

Cek Keberadaan Obat Sirup, Wali Kota Eri Cahyadi Bakal Sidak Apotek di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Okt 2022 14:49 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat di Balai Kota. Foto: Ade Resti
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat di Balai Kota. Foto: Ade Resti

selalu.id - Pemkot Surabaya bersama Forkompinda berencana menggelar sidak ke apotek untuk memastikan tidak dijualnya obat sirup yang dilarang oleh pemerintah terkait kasus Gagal Ginjal Akut Misterius pada anak.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan telah menerima Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan. Sehingga, Pemkot dan Forkompinda akan turun ke lapangan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Bersama Forkompinda Surabaya kita cek turun Lapangan. Kalau sudah ada surat edaran itu merek apa jenis apa. Kita lakukan cek di apotik-apotik, pencegahan jauh lebih baik. Kita tak bisa mengontrol keluarnya obat sirup,"kata Eri, saat ditemui selalu.id, Balai Kota Surabaya, Senin (24/10/2022).

Eri menyampaikan, dirinya juga meminta Puskesmas, kelurahan, maupun RT dan RW untuk melakukan sosialisasi kepada warganya agar tahu mana obat yang tidak diperbolehkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Tapi kita sampaikan dengan masif kepada masyarakat kalau ini loh obat yang gak boleh. Maka obat puskesmas masing-masing kelurahan, kepalanya, jajarannya turun ke RW dan RT, itu yg kita lakukan secara maksimal,"jelasnya.

"Dengan begitu masyarakat akan tahu jenis obat yang memang tidak digunakan saat ini,"lanjutnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Lebih lanjut Eri menambahkan, saat pengecekan di lapangan, apabila ditemukan obat yang dilarang tersebut pihaknya akan menarik saja. Hal itu sesuai SE.

" Jadi kita hanya menarik saja (tidak ada sanksi ataupun teguran) Kementerian juga tidak ada sanksi, nanti tutup apoteknya. Tapi memang apa yang kita lakukan adalah sosialisasi, saya yakin apotik di Surabaya rumah sakit yo narik obat itu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.