Senin, 02 Feb 2026 23:39 WIB

Kampung 1001 Malam Ditutup Permanen, Pemkot Manfaatkan Jadi Lahan Padat Karya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 17:23 WIB
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin saat di kawasan kampung 1001 malam
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin saat di kawasan kampung 1001 malam

selalu.id - Kampung 1001 malam yang berlokasi di sekitar Tol Dupak Surabaya bakal ditutup secara permanen pascarelokasi warga ke rumah susun.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, agar tidak lagi didirikan bangunan liar, Jasa Marga akan menutup lokasi itu secara permanen.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Anna menyampaikan, kawasan itu akan dibangun sepadan sungai dan rumah pompa sebagaimana fungsinya.

Tak hanya itu, kawasan itu juga akan dimanfaatkan untuk lahan padat karya yang nantinya bisa dikelola oleh warga.

"Yang penting, kita bersihkan dulu, setelah itu bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk warga Surabaya," kata Anna, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Warga tinggal di kolong tol ini, lanjut Anna, sebanyak 16 KK, diantaranya 14 KK yang telah dipindahkan ke rusunawa Sumur Welut.

Sedangkan 2 KK sisanya menyusul, karena penghuninya ada yang dibawa ke rumah sakit yakni lansia dan anggota keluarganya ada meninggal dunia.

"Kedua KK tersebut sudah kami sediakan tempat (rusun), karena mereka punya hak tinggal. Totalnya ada 16 KK," jelas Anna.

Lebih lanjut Anna menjelaskan, warga yang tinggal kolong tol itu telah didata oleh Dinsos serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya, untuk dicarikan pekerjaan yang cocok.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia pun menambahkan, pihaknya bersama BPBD telah melakukan suplai makanan untuk 16 KK tersebut selama tujuh hari ke depan.

"Kami diminta oleh Pak Wali (Eri Cahyadi) untuk segera mendata mereka (warga), karena Senin 24 Oktober 2022 sudah harus bekerja," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.