Jumat, 05 Jun 2026 04:55 WIB

Kampung 1001 Malam Surabaya Dibongkar, Warga Dipindah ke Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:33 WIB
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol

selalu.id - Pemkot Surabaya berencana memindah warga yang tinggal dibawah kolong tol Dupak-Gresik tepatnya di Kampung 1001 malam ke Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembongkaran bangunan rumah yang di bawah kolong tol per Senin (17/10/2022).

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Pantuan selalu.id, terlihat sejumlah petugas Satpol PP Surabaya membongkar bongkahan kayu-kayu tempat tinggal warga di kolong jembatan tersebut.

"Pemkot Surabaya dengan Provinsi (Jatim), ini kita lakukan untuk bisa mengurangkan atau mengubah kehidupan yang ada kampung 1001 malam di bawah jembatan (kolong tol),"kata Eri, saat di lokasi.

Sebanyak 16 keluarga penghuni yang tinggal di Kampung 1001 malam tersebut, Eri menyebut, terdapat beberapa warga yang bukan KTP Surabaya. Pemkot menggandeng Pemprov Jatim untuk menyedikan rusun bagi warga non Surabay tersebut.

"Disini ada KTP Surabaya dan non Surabaya. Setelah sowan ke bu Gubernur memohon arahan ke beliau. Luar biasa, beliau juga membantu terkait dnegan warga non Surabaya ditempatkan di rusun yang disediakan oleh Pemprov,"ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Secara bertahap, Pemkot Surabaya akan memindahkan mereka ke rusun mulai Rabu (19/10/2022) khusus yang tinggal di Kolong tol itu. Kemudian dilanjutkan warga di Kampung 1001 malam.

"Kita merubah pelan-pelan. Hari ini ada persiapan dibawah jembatan (kolong tol) 16 KK yang akan dipindah Rabu dahulu. Sebelum diteruskan yang ada di kampung 1001 malam,"jelasnya.

Tak sekedar dipindahkan ke Rusun, kata Eri, mereka akan diberikan pekerjaan melalui program padat karyanya. Sehingga, kehidupan mereka lebih layak.

"Warga ini diberi pekerjaan, sehingga kehidupannya berubah dan pendapatannya harus bisa 5 juta per bulan. Ini yang saya lakukan dulu, sehingga kemiskinan di Surabaya semakin berkurang,"imbuhnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Lebih lanjut Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga memperhatikan sekolah anak-anak warga tinggal di bawah kolong Tol tersebut dengan memindahkan sekolah terdekat dari rusun mereka.

"Dengan seperti ini akan memberikan penghidupan yang layak sehingga keluarga bisa tinggal lebih baik. Masa sih, rumah segini ditinggali sampai banyak cucu-cucunya begitu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.