Senin, 02 Feb 2026 23:39 WIB

Kampung 1001 Malam Surabaya Dibongkar, Warga Dipindah ke Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:33 WIB
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol

selalu.id - Pemkot Surabaya berencana memindah warga yang tinggal dibawah kolong tol Dupak-Gresik tepatnya di Kampung 1001 malam ke Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembongkaran bangunan rumah yang di bawah kolong tol per Senin (17/10/2022).

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Pantuan selalu.id, terlihat sejumlah petugas Satpol PP Surabaya membongkar bongkahan kayu-kayu tempat tinggal warga di kolong jembatan tersebut.

"Pemkot Surabaya dengan Provinsi (Jatim), ini kita lakukan untuk bisa mengurangkan atau mengubah kehidupan yang ada kampung 1001 malam di bawah jembatan (kolong tol),"kata Eri, saat di lokasi.

Sebanyak 16 keluarga penghuni yang tinggal di Kampung 1001 malam tersebut, Eri menyebut, terdapat beberapa warga yang bukan KTP Surabaya. Pemkot menggandeng Pemprov Jatim untuk menyedikan rusun bagi warga non Surabay tersebut.

"Disini ada KTP Surabaya dan non Surabaya. Setelah sowan ke bu Gubernur memohon arahan ke beliau. Luar biasa, beliau juga membantu terkait dnegan warga non Surabaya ditempatkan di rusun yang disediakan oleh Pemprov,"ujarnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Secara bertahap, Pemkot Surabaya akan memindahkan mereka ke rusun mulai Rabu (19/10/2022) khusus yang tinggal di Kolong tol itu. Kemudian dilanjutkan warga di Kampung 1001 malam.

"Kita merubah pelan-pelan. Hari ini ada persiapan dibawah jembatan (kolong tol) 16 KK yang akan dipindah Rabu dahulu. Sebelum diteruskan yang ada di kampung 1001 malam,"jelasnya.

Tak sekedar dipindahkan ke Rusun, kata Eri, mereka akan diberikan pekerjaan melalui program padat karyanya. Sehingga, kehidupan mereka lebih layak.

"Warga ini diberi pekerjaan, sehingga kehidupannya berubah dan pendapatannya harus bisa 5 juta per bulan. Ini yang saya lakukan dulu, sehingga kemiskinan di Surabaya semakin berkurang,"imbuhnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Lebih lanjut Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga memperhatikan sekolah anak-anak warga tinggal di bawah kolong Tol tersebut dengan memindahkan sekolah terdekat dari rusun mereka.

"Dengan seperti ini akan memberikan penghidupan yang layak sehingga keluarga bisa tinggal lebih baik. Masa sih, rumah segini ditinggali sampai banyak cucu-cucunya begitu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.