Rabu, 21 Okt 2026 19:17 WIB

Kampung 1001 Malam Surabaya Dibongkar, Warga Dipindah ke Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:33 WIB
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol

selalu.id - Pemkot Surabaya berencana memindah warga yang tinggal dibawah kolong tol Dupak-Gresik tepatnya di Kampung 1001 malam ke Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembongkaran bangunan rumah yang di bawah kolong tol per Senin (17/10/2022).

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Pantuan selalu.id, terlihat sejumlah petugas Satpol PP Surabaya membongkar bongkahan kayu-kayu tempat tinggal warga di kolong jembatan tersebut.

"Pemkot Surabaya dengan Provinsi (Jatim), ini kita lakukan untuk bisa mengurangkan atau mengubah kehidupan yang ada kampung 1001 malam di bawah jembatan (kolong tol),"kata Eri, saat di lokasi.

Sebanyak 16 keluarga penghuni yang tinggal di Kampung 1001 malam tersebut, Eri menyebut, terdapat beberapa warga yang bukan KTP Surabaya. Pemkot menggandeng Pemprov Jatim untuk menyedikan rusun bagi warga non Surabay tersebut.

"Disini ada KTP Surabaya dan non Surabaya. Setelah sowan ke bu Gubernur memohon arahan ke beliau. Luar biasa, beliau juga membantu terkait dnegan warga non Surabaya ditempatkan di rusun yang disediakan oleh Pemprov,"ujarnya.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Secara bertahap, Pemkot Surabaya akan memindahkan mereka ke rusun mulai Rabu (19/10/2022) khusus yang tinggal di Kolong tol itu. Kemudian dilanjutkan warga di Kampung 1001 malam.

"Kita merubah pelan-pelan. Hari ini ada persiapan dibawah jembatan (kolong tol) 16 KK yang akan dipindah Rabu dahulu. Sebelum diteruskan yang ada di kampung 1001 malam,"jelasnya.

Tak sekedar dipindahkan ke Rusun, kata Eri, mereka akan diberikan pekerjaan melalui program padat karyanya. Sehingga, kehidupan mereka lebih layak.

"Warga ini diberi pekerjaan, sehingga kehidupannya berubah dan pendapatannya harus bisa 5 juta per bulan. Ini yang saya lakukan dulu, sehingga kemiskinan di Surabaya semakin berkurang,"imbuhnya.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Lebih lanjut Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga memperhatikan sekolah anak-anak warga tinggal di bawah kolong Tol tersebut dengan memindahkan sekolah terdekat dari rusun mereka.

"Dengan seperti ini akan memberikan penghidupan yang layak sehingga keluarga bisa tinggal lebih baik. Masa sih, rumah segini ditinggali sampai banyak cucu-cucunya begitu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.