Minggu, 06 Sep 2026 11:31 WIB

Kampung 1001 Malam Surabaya Dibongkar, Warga Dipindah ke Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:33 WIB
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol
Salah satu rumah warga di bawah jembatan tol

selalu.id - Pemkot Surabaya berencana memindah warga yang tinggal dibawah kolong tol Dupak-Gresik tepatnya di Kampung 1001 malam ke Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembongkaran bangunan rumah yang di bawah kolong tol per Senin (17/10/2022).

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Pantuan selalu.id, terlihat sejumlah petugas Satpol PP Surabaya membongkar bongkahan kayu-kayu tempat tinggal warga di kolong jembatan tersebut.

"Pemkot Surabaya dengan Provinsi (Jatim), ini kita lakukan untuk bisa mengurangkan atau mengubah kehidupan yang ada kampung 1001 malam di bawah jembatan (kolong tol),"kata Eri, saat di lokasi.

Sebanyak 16 keluarga penghuni yang tinggal di Kampung 1001 malam tersebut, Eri menyebut, terdapat beberapa warga yang bukan KTP Surabaya. Pemkot menggandeng Pemprov Jatim untuk menyedikan rusun bagi warga non Surabay tersebut.

"Disini ada KTP Surabaya dan non Surabaya. Setelah sowan ke bu Gubernur memohon arahan ke beliau. Luar biasa, beliau juga membantu terkait dnegan warga non Surabaya ditempatkan di rusun yang disediakan oleh Pemprov,"ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Secara bertahap, Pemkot Surabaya akan memindahkan mereka ke rusun mulai Rabu (19/10/2022) khusus yang tinggal di Kolong tol itu. Kemudian dilanjutkan warga di Kampung 1001 malam.

"Kita merubah pelan-pelan. Hari ini ada persiapan dibawah jembatan (kolong tol) 16 KK yang akan dipindah Rabu dahulu. Sebelum diteruskan yang ada di kampung 1001 malam,"jelasnya.

Tak sekedar dipindahkan ke Rusun, kata Eri, mereka akan diberikan pekerjaan melalui program padat karyanya. Sehingga, kehidupan mereka lebih layak.

"Warga ini diberi pekerjaan, sehingga kehidupannya berubah dan pendapatannya harus bisa 5 juta per bulan. Ini yang saya lakukan dulu, sehingga kemiskinan di Surabaya semakin berkurang,"imbuhnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Lebih lanjut Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga memperhatikan sekolah anak-anak warga tinggal di bawah kolong Tol tersebut dengan memindahkan sekolah terdekat dari rusun mereka.

"Dengan seperti ini akan memberikan penghidupan yang layak sehingga keluarga bisa tinggal lebih baik. Masa sih, rumah segini ditinggali sampai banyak cucu-cucunya begitu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.