Senin, 02 Feb 2026 03:32 WIB

Komdis PSSI Sebut Ketua Panpel Arema FC Pernah Dihukum Karena Kasus Suap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Okt 2022 20:48 WIB
Ketua Komisi Disipilin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing saat di Mapolda Jatim
Ketua Komisi Disipilin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing saat di Mapolda Jatim

selalu.id - Ketua Komisi Disipilin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing mendatangi Mapolda Jatim sebagai saksi pada kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan, Rabu (12/10/2022). Erwin datang sekitar pukul 11.18 WIB.

Saat dikonfirmasi usai pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB, Erwin mengaku mendapat sebanyak 29 pertanyaan dari penyidik. Kemudian, dalam pertanyaan itu dia mengaku mengungkap tentang kasus hukum Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Baca Juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

"Abdul Haris apakah dia pernah dihukum. Saya nyatakan benar dulu dia pernah dihukum oleh Komdis pada tahun 2010,"kata Abdul Haris, usai pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim.

Erwin mengatakan, Abdul Haris dihukum dengan kasus pernah menyuap Komdis PSSI. Sehingga, ia dijatuhi hukuman yakni tidak boleh beraktifitas di kegiatan Sepak Bola selama 20 tahun.

"Kasus penyuapan kepada Komdis terus buat yang tak benar. Ada hukum disiplin terhadap abdul haris dijatuhi hukuman tidak bisa beraktifitas di dunia sepakbola,"jelasnya.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, pihaknya juga telah mengeluarkan tiga surat keputusan hasil sidang Komdis terhadap Klub Arema FC, Panitia pelaksana, dan Security Officer.

"Memang kita sudah mengeluarkan tiga surat keputusan hasil sidang disiplin terhadap klub dan ketua pelaksana, kemudian panitia pelaksana dan juga security officer sudah kita jatuhkan,"terangnya.

Ia menambahkan, terkait Tanggung Jawab Ketua PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule disebut telah menangani kasus tragedi Kanjuruhan dan telah seminggu berada di Malang.

Baca Juga: Polda Jatim Terima Laporan Dugaan Penipuan Investasi Trading Crypto dengan Kerugian Hampir Rp 1 Miliar

"Bertanggung jawab sudah kan, hasil investigasi bahan evaluasi. Bertanggung Jawab itu membuat perbaikan-perbaikan. Beliau memang mengumpulkan untuk perubahan-perubahan semuanya,"tuturnya.

"Banyak (perubahan) mungkin cara bagaimana panitia pelaksana. Semua banyak aspeklah,"imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.