Sabtu, 13 Jun 2026 16:50 WIB

Komdis PSSI Sebut Ketua Panpel Arema FC Pernah Dihukum Karena Kasus Suap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Okt 2022 20:48 WIB
Ketua Komisi Disipilin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing saat di Mapolda Jatim
Ketua Komisi Disipilin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing saat di Mapolda Jatim

selalu.id - Ketua Komisi Disipilin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing mendatangi Mapolda Jatim sebagai saksi pada kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan, Rabu (12/10/2022). Erwin datang sekitar pukul 11.18 WIB.

Saat dikonfirmasi usai pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB, Erwin mengaku mendapat sebanyak 29 pertanyaan dari penyidik. Kemudian, dalam pertanyaan itu dia mengaku mengungkap tentang kasus hukum Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Baca Juga: Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

"Abdul Haris apakah dia pernah dihukum. Saya nyatakan benar dulu dia pernah dihukum oleh Komdis pada tahun 2010,"kata Abdul Haris, usai pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim.

Erwin mengatakan, Abdul Haris dihukum dengan kasus pernah menyuap Komdis PSSI. Sehingga, ia dijatuhi hukuman yakni tidak boleh beraktifitas di kegiatan Sepak Bola selama 20 tahun.

"Kasus penyuapan kepada Komdis terus buat yang tak benar. Ada hukum disiplin terhadap abdul haris dijatuhi hukuman tidak bisa beraktifitas di dunia sepakbola,"jelasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Juara Utama Turnamen Bulutangkis Piala Kapolda Cup 2026

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, pihaknya juga telah mengeluarkan tiga surat keputusan hasil sidang Komdis terhadap Klub Arema FC, Panitia pelaksana, dan Security Officer.

"Memang kita sudah mengeluarkan tiga surat keputusan hasil sidang disiplin terhadap klub dan ketua pelaksana, kemudian panitia pelaksana dan juga security officer sudah kita jatuhkan,"terangnya.

Ia menambahkan, terkait Tanggung Jawab Ketua PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule disebut telah menangani kasus tragedi Kanjuruhan dan telah seminggu berada di Malang.

Baca Juga: Awas! Ada Razia Kendaraan Besar-besaran di Surabaya hingga Akhir Tahun 2026

"Bertanggung jawab sudah kan, hasil investigasi bahan evaluasi. Bertanggung Jawab itu membuat perbaikan-perbaikan. Beliau memang mengumpulkan untuk perubahan-perubahan semuanya,"tuturnya.

"Banyak (perubahan) mungkin cara bagaimana panitia pelaksana. Semua banyak aspeklah,"imbuhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Surabaya dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.