Catat! Arus Lalu Lintas di Depan Pasar Turi Dilakukan Contra Flow, Ini Rutenya
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 07 Okt 2022 15:47 WIB
selalu.id - Lalu lintas depan pasar turi baru atau tepatnya Jalan Dupak diberlakukan contra flow atau buka tutup mulai 3-17 Oktober 2022.
Pemberlakuan Contra flow ini terkait dengan proyek saluran atau pemasangan box culvert di berbagai titik Kota Surabaya. Salah satunya di Jalan Dupak tersebut.
Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Soesandi Ismawan menjelaskan, pemberlakuan contra flow itu merupakan hasil koordinasi antara jajaran Pemkot Surabaya dengan Polrestabes Surabaya.
Sandi menyampaikan, pemberlakuan contra flow tersebut sekitar pukul 21.00-05.00 WIB.
"Jadi, nanti dari arah barat di Jalan Dupak dialihkan ke sisi selatan lewat jalur contra flow depan PGS (Pasar Grosir Surabaya). Setelah itu lurus ke arah timur lalu masuk ke Jalan Tembaan," kata Sandi, Jumat (7/10/2022).
Rekayasa lalu lintas tersebut karena proyek pengerjaan saluran itu dimulai dari sisi utara, sehingga jalan yang sisi utara yang ditutup sementara.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan dengan arus lalu lintas yang sudah diatur di lapangan.
"Teman-teman Dishub dan kepolisian sudah standby di lokasi untuk membantu mengatur arus lalu lintas,"ujarnya.
"Kami mohon maaf apabila ada kepadatan arus lalu lintas di jalan tersebut, karena memang ada pengerjaan koneksi saluran,"lanjutnya.
Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Eko Juli mengatakan, pengerjaan saluran itu untuk mengkoneksikan atau menghubungkan saluran di depan PGS dengan saluran besar di Pasar Turi Baru.
Saluran besar itu nyambung ke saluran Dupak Perahu sampai nyambung ke pompa air Dupak.
"Jadi, selama ini kalau ada hujan lebat di depan Pasar Turi Baru di rel-rel itu pasti tergenang, karena memang posisi jalannya rendah dan air yang dari selatan jalan tidak bisa keluar, karena nunggu air dari Jalan Semarang surut dulu, makanya kita bikin saluran yang menghubungkan saluran di depan PGS ke saluran di depan Pasar Turi Baru," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi