Selasa, 03 Feb 2026 05:46 WIB

LBH Sebut Data Korban Kanjuruhan Banyak yang Tidak Akurat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Okt 2022 18:18 WIB
Sisa-sisa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Sisa-sisa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

selalu.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya pos Malang menyebut, pasca kejadian tragedi Kanjuruhan banyak data-data korban tidak akurat.

Koordinator LBH Pos Malang, Daniel Alexander Siagian mengatakan, adanya disparitas terhadap data-data korban Kanjuruhan.

Baca Juga: Persebaya Siap Tempur di Bali untuk Derby Jatim Kontra Arema FC

Seperti, data korban dari Aremania sebanyak 200 lebih jiwa dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Malang sebanyak 131 jiwa. Bahkan, berbeda dengan data Kepolisian yang menyebut korban berjumlah 127 jiwa.

"Ada juga beberapa 100 sekian, data yang tidak akurat tersebut justru terdampak bagaimana pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait terhadap korban meninggal dunia maupun korban yang dirawat jalan sendiri,"kata Daniel, saat konferensi pers melalui daring zoom usut tuntas tragedi Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

Daniel menjelaskan, pihaknya juga meriset beberapa video-video untuk didalami dalam proses pencarian atau penulusuran korban lainnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pasca tragedi tersebut juga Kota Malang dipadati spanduk dan banner yang bertebaran dengan tulisan usut tuntas terhadap tragedi Kanjuruhan.

"Ada tulisan (spanduk) aparat membunuh,"jelasnya.

Baca Juga: Laga Persebaya Vs Arema Diizinkan di GBT, Wali Kota Eri: Saya Yakin Bonek Bisa Jaga Fasilitas Stadion

Ia menambahkan, korban yang mengalami tragedi Kanjuruhan juga rentan dapat perlakuan intimidasi ataupun teror terhadap saksi-saksi yang menyebarkan dokumentasi kejadian tragedi tersebut.

"Selain itu juga, kami memandang dalam kejadian kemarin itu ada beberapa bentuk pelanggaran hukum dan juga pelanggaran Hak Asasi Manusia, salah satunya peraturan FIFA pasal 19b, menggunakan gas air mata di stadion. Tapi karena berbedaan SOP justru ini sebab suabab tragedi tersebut,"terangnya.

Sementara itu, salah satu korban Tragedi Kanjuruhan atau saksi dari Aremania yang tidak disebut namanya mengaku, pihaknya belum dapat pemberitahuan resmi terkait beredar ancaman, penculikan, ataupun intimidasi.

Baca Juga: Begini Tanggapan Wali Kota Eri Soal Persebaya Vs Arema Terancam Tak Bisa Tanding di Surabaya

"Kami rapat koordinasi daerah itu, masalah penculikan ancaman kita selalu dengar. Sampai hari ini belum ada yang ngomong langsung kepada saya dan beberapa suporter yang buat tiktok katanya diintimidasi,"katanya.

Namun, ia menceritakan bahwa ada beberapa korban yang masuk ke Rumah Sakit (RS) atau rujukan ke Malang. Justru, dimintai biaya oleh RS tersebut.

"Ditarik sekian ratusan ribu, Ini yang jadi korban (pasien) insiden Kanjuruhan. Padahal digratiskan. Saya beritahu ke Pak Menko Muhadjir, alhamdulilah dikembalikan biayanya,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.