Sepenggal Puisi Duka dari Wali Kota Surabaya untuk Korban Kerusuhan di Malang
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 02 Okt 2022 10:05 WIB
Sepenggal Puisi Wali Kota Surabaya Untuk Korban Kerusuhan Suporter di Malang
selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut berbelasungkawa atas jatuhnya korban jiwa pada kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Persebaya vs Arema kemarin, Sabtu (1/10/2022).
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir
Meluapkan kesedihannya yang mendalam, Eri Cahyadi menuliskan melalui puisi yang diunggah di media sosialnya.
Berikut puisi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi:
Andai Kita Berdoa Persebaya Kalah…
Bagaimana cara menukar jiwa? Ini bukan lagu Tulus tentang cinta. Tapi ini pertanyaan sedih yang lahir dari laga Arema vs Persebaya semalam. Pertanyaan sedih yang pasti diulang-ulang dalam tangis seorang ibu yang melihat anaknya berpulang: kenapa bukan nyawaku saja yang hilang, mengapa harus anakku, mengapa harus bocah sekecil itu?
Adakah yang bisa menukar dan mengembalikan jiwa yang hilang? Bukankah kita sepakat, dan sering membaca tulisan di kaus suporter: “tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia”, “tidak ada poin dalam sepak bola yang lebih penting ketimbang nyawa"
Sebagai Bonek, kalau boleh berandai-andai meminta dan berdoa, mungkin lebih baik Persebaya kalah daripada harus ada yang kehilangan nyawa. Pasti tak ada ibu yang meraung dalam tangis menatap si kecil yang terbujur kaku—saya melihat kesedihan itu dalam sebuah video yang viral. Pasti semua baik-baik saja: mungkin hanya akan ada umpatan kata di social media, BUKAN HILANGNYA NYAWA!
Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot
Andai kita berdoa Persebaya kalah semalam, tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia—dan mungkin dunia—tak akan terjadi. Ratusan nyawa selamat. Ratusan orang akan kembali bertemu keluarganya: anak, istri, suami, ayah, ibu. Tetap akan ada ayah yang begitu datang ke rumah langsung berguling-guling bercanda dengan si kecil di kasur mungil mereka. Tetap akan ada ayah yang bangun pagi, menyalakan motor, dan mengantarkan anaknya ke gerbang sekolah…
Sekali lagi, andai kita berdoa Persebaya kalah semalam…tapi kita semua sdar: tak ada yang tahu tentang apa yang akan terjadi. Semuanya mesti jadi refleksi diri: hilangnya nyawa karena rusuh sepak bola seperti ini harus jadi yang terakhir kali.
Dari Surabaya, kita kirimkan doa terbaik untuk seluruh korban….
Baca Juga: Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis
Alfatiha.
Eri Cahyadi juga mengapresiasi Bonek yang memilih tidak menggelar pawai dan perayaan sebagai rasa empati terhadap korban tewas tanpa mandang rivalitas, tapi melihat dari sisi kemanusiaanya.
"kemanusiaan memang jauh lebih penting ketimbang hasil skor pertandingan,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi