Sabtu, 26 Sep 2026 10:10 WIB

Unusa Gelar Annual Scientific Meeting dan Launching Pesantren Bersahaja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Sep 2022 17:24 WIB
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa

selalu.id - Prodi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Unusa menggelar 4th Annual Scientific Meeting dengan mengangkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren 'Sinergi Menuju Pesantren Bersahaja' (Bersih, Sehat, dan Harmonis di Jawa Timur). Acara yang digelar di Auditorium lantai 9 Unusa Tower, Kamis (29/9) ini sekalian melauncing Pesantren Bersahaja.

Acara itu, menghadirkan tiga narasumber Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Timur, M. Nyoto, Kasi Pontren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad Nur Ibadi serta Dosen Unusa, Achmad Syafiuddin.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya pesantren bersahaja merupakan salah satu ide pemikiran yang bagus dari Dosen maupun mahasiswa prodi S1 Kesmas. Ini sejalan dengan program Mentri Kesehatan dengan membuat Pesantren Sehat.

"Level kesehatan di pesantren harus ditingkatkan, dimana langkah ini harus terus dibenahi menjadi lebih baik kedepannya," ucap Jazidie.

Melalui pesantren bersahaja, Unusa mengajak kiai dan santri untuk menjadi duta kesehatan pesantren. Dimana pesantren yang sehat bisa diukur dari kebersihan pondok pesantren itu sendiri.

"Dengan langkah ini bisa berdampak pada lingkungan pesantren yang juga semakin sehat dan bersih," ungkap Jazidie.

Jazidie mencontohkan langkah kecil yang dilakukan di Jepang dengan membersihkan kotoran atau sampahnya sendiri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

"Dengan langkah itu, membuat pribadi kita lebih peduli akan lingkungan tersebut," ungkapnya.

Salah satu narasumber, Syafiuddin mengatakan, permasalahan kesehatan di pondok pesantren tersebut lebih banyak disebabkan karena air yang ada pada pondok tersebut.

"Sehingga tidak jarang santri mengalami penyakit seperti kudis atau scabies yang di sebabkan karena masalah kualitas air yang digunakan," terangnya.

Sedangkan, Nyoto menjelaskan saat ini pemerintah tengah serius mengatasi hal tersebut dengan memenuhi kebutuhan air bersih bagi pondok pesantren.

Baca Juga: Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh

"Sehingga santri dengan nyaman saat belajar karena air yang digunakan lebih baik," ucapnya.

Dengan adanya pesantren bersahaja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbantu.

"Jadi masalah ini bisa diatasi bersama untuk mengatasi permasalahan kesehatan di pesantren," ucap Nyoto. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.