Senin, 02 Feb 2026 20:26 WIB

Unusa Gelar Annual Scientific Meeting dan Launching Pesantren Bersahaja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Sep 2022 17:24 WIB
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa

selalu.id - Prodi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Unusa menggelar 4th Annual Scientific Meeting dengan mengangkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren 'Sinergi Menuju Pesantren Bersahaja' (Bersih, Sehat, dan Harmonis di Jawa Timur). Acara yang digelar di Auditorium lantai 9 Unusa Tower, Kamis (29/9) ini sekalian melauncing Pesantren Bersahaja.

Acara itu, menghadirkan tiga narasumber Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Timur, M. Nyoto, Kasi Pontren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad Nur Ibadi serta Dosen Unusa, Achmad Syafiuddin.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya pesantren bersahaja merupakan salah satu ide pemikiran yang bagus dari Dosen maupun mahasiswa prodi S1 Kesmas. Ini sejalan dengan program Mentri Kesehatan dengan membuat Pesantren Sehat.

"Level kesehatan di pesantren harus ditingkatkan, dimana langkah ini harus terus dibenahi menjadi lebih baik kedepannya," ucap Jazidie.

Melalui pesantren bersahaja, Unusa mengajak kiai dan santri untuk menjadi duta kesehatan pesantren. Dimana pesantren yang sehat bisa diukur dari kebersihan pondok pesantren itu sendiri.

"Dengan langkah ini bisa berdampak pada lingkungan pesantren yang juga semakin sehat dan bersih," ungkap Jazidie.

Jazidie mencontohkan langkah kecil yang dilakukan di Jepang dengan membersihkan kotoran atau sampahnya sendiri.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Dengan langkah itu, membuat pribadi kita lebih peduli akan lingkungan tersebut," ungkapnya.

Salah satu narasumber, Syafiuddin mengatakan, permasalahan kesehatan di pondok pesantren tersebut lebih banyak disebabkan karena air yang ada pada pondok tersebut.

"Sehingga tidak jarang santri mengalami penyakit seperti kudis atau scabies yang di sebabkan karena masalah kualitas air yang digunakan," terangnya.

Sedangkan, Nyoto menjelaskan saat ini pemerintah tengah serius mengatasi hal tersebut dengan memenuhi kebutuhan air bersih bagi pondok pesantren.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Sehingga santri dengan nyaman saat belajar karena air yang digunakan lebih baik," ucapnya.

Dengan adanya pesantren bersahaja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbantu.

"Jadi masalah ini bisa diatasi bersama untuk mengatasi permasalahan kesehatan di pesantren," ucap Nyoto. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.