Kamis, 04 Jun 2026 15:30 WIB

Unusa Gelar Annual Scientific Meeting dan Launching Pesantren Bersahaja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Sep 2022 17:24 WIB
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa

selalu.id - Prodi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Unusa menggelar 4th Annual Scientific Meeting dengan mengangkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren 'Sinergi Menuju Pesantren Bersahaja' (Bersih, Sehat, dan Harmonis di Jawa Timur). Acara yang digelar di Auditorium lantai 9 Unusa Tower, Kamis (29/9) ini sekalian melauncing Pesantren Bersahaja.

Acara itu, menghadirkan tiga narasumber Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Timur, M. Nyoto, Kasi Pontren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad Nur Ibadi serta Dosen Unusa, Achmad Syafiuddin.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya pesantren bersahaja merupakan salah satu ide pemikiran yang bagus dari Dosen maupun mahasiswa prodi S1 Kesmas. Ini sejalan dengan program Mentri Kesehatan dengan membuat Pesantren Sehat.

"Level kesehatan di pesantren harus ditingkatkan, dimana langkah ini harus terus dibenahi menjadi lebih baik kedepannya," ucap Jazidie.

Melalui pesantren bersahaja, Unusa mengajak kiai dan santri untuk menjadi duta kesehatan pesantren. Dimana pesantren yang sehat bisa diukur dari kebersihan pondok pesantren itu sendiri.

"Dengan langkah ini bisa berdampak pada lingkungan pesantren yang juga semakin sehat dan bersih," ungkap Jazidie.

Jazidie mencontohkan langkah kecil yang dilakukan di Jepang dengan membersihkan kotoran atau sampahnya sendiri.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Dengan langkah itu, membuat pribadi kita lebih peduli akan lingkungan tersebut," ungkapnya.

Salah satu narasumber, Syafiuddin mengatakan, permasalahan kesehatan di pondok pesantren tersebut lebih banyak disebabkan karena air yang ada pada pondok tersebut.

"Sehingga tidak jarang santri mengalami penyakit seperti kudis atau scabies yang di sebabkan karena masalah kualitas air yang digunakan," terangnya.

Sedangkan, Nyoto menjelaskan saat ini pemerintah tengah serius mengatasi hal tersebut dengan memenuhi kebutuhan air bersih bagi pondok pesantren.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Sehingga santri dengan nyaman saat belajar karena air yang digunakan lebih baik," ucapnya.

Dengan adanya pesantren bersahaja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbantu.

"Jadi masalah ini bisa diatasi bersama untuk mengatasi permasalahan kesehatan di pesantren," ucap Nyoto. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.