Rabu, 22 Jul 2026 09:15 WIB

Unusa Gelar Annual Scientific Meeting dan Launching Pesantren Bersahaja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Sep 2022 17:24 WIB
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa
Launching program Pesantren Bersahaja di Unusa

selalu.id - Prodi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Unusa menggelar 4th Annual Scientific Meeting dengan mengangkat isu strategi kesehatan masyarakat pesantren 'Sinergi Menuju Pesantren Bersahaja' (Bersih, Sehat, dan Harmonis di Jawa Timur). Acara yang digelar di Auditorium lantai 9 Unusa Tower, Kamis (29/9) ini sekalian melauncing Pesantren Bersahaja.

Acara itu, menghadirkan tiga narasumber Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Timur, M. Nyoto, Kasi Pontren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad Nur Ibadi serta Dosen Unusa, Achmad Syafiuddin.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya pesantren bersahaja merupakan salah satu ide pemikiran yang bagus dari Dosen maupun mahasiswa prodi S1 Kesmas. Ini sejalan dengan program Mentri Kesehatan dengan membuat Pesantren Sehat.

"Level kesehatan di pesantren harus ditingkatkan, dimana langkah ini harus terus dibenahi menjadi lebih baik kedepannya," ucap Jazidie.

Melalui pesantren bersahaja, Unusa mengajak kiai dan santri untuk menjadi duta kesehatan pesantren. Dimana pesantren yang sehat bisa diukur dari kebersihan pondok pesantren itu sendiri.

"Dengan langkah ini bisa berdampak pada lingkungan pesantren yang juga semakin sehat dan bersih," ungkap Jazidie.

Jazidie mencontohkan langkah kecil yang dilakukan di Jepang dengan membersihkan kotoran atau sampahnya sendiri.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Dengan langkah itu, membuat pribadi kita lebih peduli akan lingkungan tersebut," ungkapnya.

Salah satu narasumber, Syafiuddin mengatakan, permasalahan kesehatan di pondok pesantren tersebut lebih banyak disebabkan karena air yang ada pada pondok tersebut.

"Sehingga tidak jarang santri mengalami penyakit seperti kudis atau scabies yang di sebabkan karena masalah kualitas air yang digunakan," terangnya.

Sedangkan, Nyoto menjelaskan saat ini pemerintah tengah serius mengatasi hal tersebut dengan memenuhi kebutuhan air bersih bagi pondok pesantren.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Sehingga santri dengan nyaman saat belajar karena air yang digunakan lebih baik," ucapnya.

Dengan adanya pesantren bersahaja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbantu.

"Jadi masalah ini bisa diatasi bersama untuk mengatasi permasalahan kesehatan di pesantren," ucap Nyoto. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.