Senin, 02 Feb 2026 12:57 WIB

Divonis Leukimia, Hotman Paris Minta Kasus Pemerkosaan di Manado Dibuka Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 24 Sep 2022 22:41 WIB
Ibu korban saat bertemu Hotman Paris
Ibu korban saat bertemu Hotman Paris

selalu.id - Pengacara Hotman Paris menyebut banyak kejanggalan dari kasus pemerkosaan yang membuat anak perempuan berusia 10 tahun di Manado meninggal.

Pasalnya, setelah meninggal korban dinyatakan terkena penyakit leukimia stadium 4. Padahal, sebelum meninggal korban disebut ada pendarahan otak di kepalanya, diduga dianiaya pelaku.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Wonokusumo, Tersangka Utama Ditangkap di Sampang

"Ibunya sudah menunjukkan video rekamannya dari dokter pertama kali merawat. Dari rekaman suaranya yang jelas mengatakan ada kerusakan pendaran di otak, Sehingga ini menjadi pertanyaan,"kata Hotman, di W Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, saat acara Hotman 911, Sabtu (24/9/2022).

Hotman mengatakan, dari keterangan ibu korban bahwa anaknya saat dibawa ke rumah sakit pada 28 Desember 2021 silam, disebutkan ada robekan di vaginanya dan pendarahan.

"Lebih menarik lagi si almarhum (korban) kan dibawa RS gara-gara keluar darah terus. Dikira mens padahal umur 10 tahun, ternyata pendarahan di vagina dan dinyatakan juga pendarahan otak,"ujarnya.

"Kenapa sesudah meninggal, tiba tiba menyatakan dokter bahwa korban kena leukimia. Itu menjadi pertanyaan besar,"lanjutnya.

Korban saat kondisi sadar di RS diceritakan sempat menyebut dua pelaku menghantamkan kepalanya di dinding. Saat itu, korban sempat dipukuli dan celananya dirobek.

"Tapi di RS korban bisa menyebutkan dua nama. Sudah tiga kali menyebutkan, apalagi didatangi Kapolda Sumut dan Kapolres Manado juga menyebutkan dua orang tadi"tuturnya.

Hotman pun menyebut kasus tersebut terjadi di akhir tahun atau Desember 2021. Namun, anehnya olah TKP dilaksanakan sebulan kemudian dan saat korban telah meninggal.

"Katanya yang sesudah korban meninggal, baru d TKP nya diperiksa. Apakah benar di TKP sampai diambil air mani? Emang air mani kalau udah sebulan masih ada di lantai, apa yang diambil?,"terangnya.

Namun saat ini, belum ada ditetapkan adanya pelaku dalam kasus tersebut. Hotman pun meminta kasus tersebut dibuka kembali dengan penyelidikan awal autopsi ulang korban.

Baca Juga: Pria Tewas Dengan Luka Bacok di Wonokusumo Surabaya, Identitas Belum Diketahui

"Kami mohon benar-benar kasus ini dibuka lagi penyidikannya dimulai dari otopsi, untuk membuktikan bahwa memang benar ada kerusakan otak akibat penganiayaan. Kemudian vonis leukimia. Sementara selama dirawat sampai meninggal, tidak pernah dikasih obat leukimia,"tegasnya.

Sementara, Ibu korban Heidy (34) yang bekerja sebagai penyanyi di cafe-cafe itu, mengaku bahwa dirinya sempat ditahan. Karena pelaku terlebih dahulu pakai pengacara.

"Dua pelaku itu tetangga. Jadi dia (diduga pelaku) lebih dahulu pakai pengacara. Jadi saya sempat ditahan terlebih dahulu,"ungkapnya.

Bahkan, saat rumahnya telah diberi garis polisi. Pelaku sempat sering memasuki rumahnya tersebut.

"Pelaku sering memasuki rumah kami. Karena diberi garis polisi, kami tinggal (ngungsi) bersama orangtua kami. Sementara diduga pelaku berdekatan rumah, mereka malah memasuki rumah kami,"terangnya.

Haidy pun menceritakan, sebelum anaknya meninggal dokter sempat menyarankan untuk dibedah, meski sempat diberi obat untuk pendarahan otaknya.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Mahasiswi UMM, Tersangka Sekap Korban dari Probolinggo

Sebab, dokter meyakinkan pada Heidy bila putrinya mengalami luka yang sangat serius akibat benturan keras yang diderita.

Namun, dokter juga mewanti-wanti bila operasi tersebut juga bakal membahayakan nyawa dan kesehatan putri Heidy.

Heidy menyebutkan, dari bukti rekaman dokter menyatakan ada pendarahan otak sebelah kanan anaknya dan di vagina juga.

Dokter menyarankan untuk operasi kepala. Tapi Heidy menolak, lantaran khawatir dengan resikonya.

"Saya hanya minta kepastian hukum untuk anak saya saja, karena saya yakin diduga ada kekerasan seksual dan pendarahan di otak, saya tidak setuju kalau dinyatakan leukimia," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pengusaha tidak perlu menghadapi persoalan itu sendiri dan diminta segera melapor jika menemukan kasus serupa.

Hasil MU Vs Fulham, Setan Merah Menang 3-2

Dengan hasil ini, MU berarti sudah merangkai tiga kemenangan beruntun usai mengalahkan Manchester City dan Arsenal.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.