Kamis, 04 Jun 2026 11:56 WIB

Divonis Leukimia, Hotman Paris Minta Kasus Pemerkosaan di Manado Dibuka Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 24 Sep 2022 22:41 WIB
Ibu korban saat bertemu Hotman Paris
Ibu korban saat bertemu Hotman Paris

selalu.id - Pengacara Hotman Paris menyebut banyak kejanggalan dari kasus pemerkosaan yang membuat anak perempuan berusia 10 tahun di Manado meninggal.

Pasalnya, setelah meninggal korban dinyatakan terkena penyakit leukimia stadium 4. Padahal, sebelum meninggal korban disebut ada pendarahan otak di kepalanya, diduga dianiaya pelaku.

Baca Juga: Biadabnya Cara Ayah Tiri di Surabaya saat Setubuhi Anak Kembarnya hingga Hamil

"Ibunya sudah menunjukkan video rekamannya dari dokter pertama kali merawat. Dari rekaman suaranya yang jelas mengatakan ada kerusakan pendaran di otak, Sehingga ini menjadi pertanyaan,"kata Hotman, di W Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, saat acara Hotman 911, Sabtu (24/9/2022).

Hotman mengatakan, dari keterangan ibu korban bahwa anaknya saat dibawa ke rumah sakit pada 28 Desember 2021 silam, disebutkan ada robekan di vaginanya dan pendarahan.

"Lebih menarik lagi si almarhum (korban) kan dibawa RS gara-gara keluar darah terus. Dikira mens padahal umur 10 tahun, ternyata pendarahan di vagina dan dinyatakan juga pendarahan otak,"ujarnya.

"Kenapa sesudah meninggal, tiba tiba menyatakan dokter bahwa korban kena leukimia. Itu menjadi pertanyaan besar,"lanjutnya.

Korban saat kondisi sadar di RS diceritakan sempat menyebut dua pelaku menghantamkan kepalanya di dinding. Saat itu, korban sempat dipukuli dan celananya dirobek.

"Tapi di RS korban bisa menyebutkan dua nama. Sudah tiga kali menyebutkan, apalagi didatangi Kapolda Sumut dan Kapolres Manado juga menyebutkan dua orang tadi"tuturnya.

Hotman pun menyebut kasus tersebut terjadi di akhir tahun atau Desember 2021. Namun, anehnya olah TKP dilaksanakan sebulan kemudian dan saat korban telah meninggal.

"Katanya yang sesudah korban meninggal, baru d TKP nya diperiksa. Apakah benar di TKP sampai diambil air mani? Emang air mani kalau udah sebulan masih ada di lantai, apa yang diambil?,"terangnya.

Namun saat ini, belum ada ditetapkan adanya pelaku dalam kasus tersebut. Hotman pun meminta kasus tersebut dibuka kembali dengan penyelidikan awal autopsi ulang korban.

Baca Juga: Melihat Dari Dekat Penganiayaan hingga Pembunuhan Istri dan Mertua di Mojokerto

"Kami mohon benar-benar kasus ini dibuka lagi penyidikannya dimulai dari otopsi, untuk membuktikan bahwa memang benar ada kerusakan otak akibat penganiayaan. Kemudian vonis leukimia. Sementara selama dirawat sampai meninggal, tidak pernah dikasih obat leukimia,"tegasnya.

Sementara, Ibu korban Heidy (34) yang bekerja sebagai penyanyi di cafe-cafe itu, mengaku bahwa dirinya sempat ditahan. Karena pelaku terlebih dahulu pakai pengacara.

"Dua pelaku itu tetangga. Jadi dia (diduga pelaku) lebih dahulu pakai pengacara. Jadi saya sempat ditahan terlebih dahulu,"ungkapnya.

Bahkan, saat rumahnya telah diberi garis polisi. Pelaku sempat sering memasuki rumahnya tersebut.

"Pelaku sering memasuki rumah kami. Karena diberi garis polisi, kami tinggal (ngungsi) bersama orangtua kami. Sementara diduga pelaku berdekatan rumah, mereka malah memasuki rumah kami,"terangnya.

Haidy pun menceritakan, sebelum anaknya meninggal dokter sempat menyarankan untuk dibedah, meski sempat diberi obat untuk pendarahan otaknya.

Baca Juga: Tak Sampai Setengah Hari, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sekuriti di Sukomanunggal

Sebab, dokter meyakinkan pada Heidy bila putrinya mengalami luka yang sangat serius akibat benturan keras yang diderita.

Namun, dokter juga mewanti-wanti bila operasi tersebut juga bakal membahayakan nyawa dan kesehatan putri Heidy.

Heidy menyebutkan, dari bukti rekaman dokter menyatakan ada pendarahan otak sebelah kanan anaknya dan di vagina juga.

Dokter menyarankan untuk operasi kepala. Tapi Heidy menolak, lantaran khawatir dengan resikonya.

"Saya hanya minta kepastian hukum untuk anak saya saja, karena saya yakin diduga ada kekerasan seksual dan pendarahan di otak, saya tidak setuju kalau dinyatakan leukimia," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.