Selasa, 21 Jul 2026 20:08 WIB

Berbasis Agritech, Alumnus Unair ini Bikin Aplikasi Budidaya Sarang Walet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Sep 2022 11:06 WIB
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.

selalu.id - Alumni Universitas Airlangga (Unair) yang juga CEO perusahaan Markas Walet siap meluncurkan aplikasi panduan untuk pertani walet.

CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair mengatakan aplikasi tersebut berbasis agritech dan edutech.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Fairuz menyampaikan,aplikasi ini akan membantu meningkatkan keberhasilan budidaya walet di Indonesia.

"Aplikasi ini untuk industri sarang burung walet guna membantu para petani walet di Indonesia," ungkap Fairuz yang juga alumni Matematika Unair, melalui keterangnnya, Kamis (21/9/2022).

Aplikasi tersebut, kata Fairuz, akan dibekali dengan Artificial Intelligence (AI) berupa penghitung populasi burung walet menggunakan metode deep learning.

Deep learning sendiri merupakan sebuah komputer belajar yang mengklasifikasi secara langsung gambar atau suara walet.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Metode itu diyakini mampu memberikan hasil akhir yang berkualitas dan dapat mengurangi biaya operasional.

"Aplikasi ini merupakan yang pertama sebagai alat penghitung walet secara real time, juga akan membantu pemerintah dalam memetakan potensi dan perilaku walet secara ilmiah,"ujarnya.

Menurutnya pengembangan walet di Indonesia hanya berpedoman pada folklor atau resep turun temurun saja.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Grup kita ini bisa menjadi pioner untuk transisi folklor menjadi scientific," imbuh Fairuz.

Ia menambahkan, melalui aplikasi yang akan diluncurkan pada bulan Oktober 2022 ini, para praktisi serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka akan mudah dalam berkolaborasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran terpadu budidaya walet.

"Dengan itu tentu akan membantu petani walet dalam meningkatkan nilai jual sarang burung walet," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.