Senin, 02 Feb 2026 02:47 WIB

Berbasis Agritech, Alumnus Unair ini Bikin Aplikasi Budidaya Sarang Walet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Sep 2022 11:06 WIB
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.

selalu.id - Alumni Universitas Airlangga (Unair) yang juga CEO perusahaan Markas Walet siap meluncurkan aplikasi panduan untuk pertani walet.

CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair mengatakan aplikasi tersebut berbasis agritech dan edutech.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Fairuz menyampaikan,aplikasi ini akan membantu meningkatkan keberhasilan budidaya walet di Indonesia.

"Aplikasi ini untuk industri sarang burung walet guna membantu para petani walet di Indonesia," ungkap Fairuz yang juga alumni Matematika Unair, melalui keterangnnya, Kamis (21/9/2022).

Aplikasi tersebut, kata Fairuz, akan dibekali dengan Artificial Intelligence (AI) berupa penghitung populasi burung walet menggunakan metode deep learning.

Deep learning sendiri merupakan sebuah komputer belajar yang mengklasifikasi secara langsung gambar atau suara walet.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Metode itu diyakini mampu memberikan hasil akhir yang berkualitas dan dapat mengurangi biaya operasional.

"Aplikasi ini merupakan yang pertama sebagai alat penghitung walet secara real time, juga akan membantu pemerintah dalam memetakan potensi dan perilaku walet secara ilmiah,"ujarnya.

Menurutnya pengembangan walet di Indonesia hanya berpedoman pada folklor atau resep turun temurun saja.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Grup kita ini bisa menjadi pioner untuk transisi folklor menjadi scientific," imbuh Fairuz.

Ia menambahkan, melalui aplikasi yang akan diluncurkan pada bulan Oktober 2022 ini, para praktisi serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka akan mudah dalam berkolaborasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran terpadu budidaya walet.

"Dengan itu tentu akan membantu petani walet dalam meningkatkan nilai jual sarang burung walet," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.