Kamis, 04 Jun 2026 12:57 WIB

Berbasis Agritech, Alumnus Unair ini Bikin Aplikasi Budidaya Sarang Walet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Sep 2022 11:06 WIB
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.

selalu.id - Alumni Universitas Airlangga (Unair) yang juga CEO perusahaan Markas Walet siap meluncurkan aplikasi panduan untuk pertani walet.

CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair mengatakan aplikasi tersebut berbasis agritech dan edutech.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Fairuz menyampaikan,aplikasi ini akan membantu meningkatkan keberhasilan budidaya walet di Indonesia.

"Aplikasi ini untuk industri sarang burung walet guna membantu para petani walet di Indonesia," ungkap Fairuz yang juga alumni Matematika Unair, melalui keterangnnya, Kamis (21/9/2022).

Aplikasi tersebut, kata Fairuz, akan dibekali dengan Artificial Intelligence (AI) berupa penghitung populasi burung walet menggunakan metode deep learning.

Deep learning sendiri merupakan sebuah komputer belajar yang mengklasifikasi secara langsung gambar atau suara walet.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Metode itu diyakini mampu memberikan hasil akhir yang berkualitas dan dapat mengurangi biaya operasional.

"Aplikasi ini merupakan yang pertama sebagai alat penghitung walet secara real time, juga akan membantu pemerintah dalam memetakan potensi dan perilaku walet secara ilmiah,"ujarnya.

Menurutnya pengembangan walet di Indonesia hanya berpedoman pada folklor atau resep turun temurun saja.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Grup kita ini bisa menjadi pioner untuk transisi folklor menjadi scientific," imbuh Fairuz.

Ia menambahkan, melalui aplikasi yang akan diluncurkan pada bulan Oktober 2022 ini, para praktisi serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka akan mudah dalam berkolaborasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran terpadu budidaya walet.

"Dengan itu tentu akan membantu petani walet dalam meningkatkan nilai jual sarang burung walet," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.