Sabtu, 05 Sep 2026 18:34 WIB

Berbasis Agritech, Alumnus Unair ini Bikin Aplikasi Budidaya Sarang Walet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Sep 2022 11:06 WIB
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.
CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair.

selalu.id - Alumni Universitas Airlangga (Unair) yang juga CEO perusahaan Markas Walet siap meluncurkan aplikasi panduan untuk pertani walet.

CEO Markas Walet, Muhammad Fairuzzuddin Zuhair mengatakan aplikasi tersebut berbasis agritech dan edutech.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Fairuz menyampaikan,aplikasi ini akan membantu meningkatkan keberhasilan budidaya walet di Indonesia.

"Aplikasi ini untuk industri sarang burung walet guna membantu para petani walet di Indonesia," ungkap Fairuz yang juga alumni Matematika Unair, melalui keterangnnya, Kamis (21/9/2022).

Aplikasi tersebut, kata Fairuz, akan dibekali dengan Artificial Intelligence (AI) berupa penghitung populasi burung walet menggunakan metode deep learning.

Deep learning sendiri merupakan sebuah komputer belajar yang mengklasifikasi secara langsung gambar atau suara walet.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Metode itu diyakini mampu memberikan hasil akhir yang berkualitas dan dapat mengurangi biaya operasional.

"Aplikasi ini merupakan yang pertama sebagai alat penghitung walet secara real time, juga akan membantu pemerintah dalam memetakan potensi dan perilaku walet secara ilmiah,"ujarnya.

Menurutnya pengembangan walet di Indonesia hanya berpedoman pada folklor atau resep turun temurun saja.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Grup kita ini bisa menjadi pioner untuk transisi folklor menjadi scientific," imbuh Fairuz.

Ia menambahkan, melalui aplikasi yang akan diluncurkan pada bulan Oktober 2022 ini, para praktisi serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka akan mudah dalam berkolaborasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran terpadu budidaya walet.

"Dengan itu tentu akan membantu petani walet dalam meningkatkan nilai jual sarang burung walet," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.