Rabu, 22 Jul 2026 18:58 WIB

Mensos Risma Kunjungi Bocah Penderita Kanker Mata dan Kelumpuhan Otak di Kupang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Sep 2022 23:32 WIB
Mensos Risma saat mengunjungi balita penderita penyakit mata dan kelumpuhan otak di Kupang, NTT
Mensos Risma saat mengunjungi balita penderita penyakit mata dan kelumpuhan otak di Kupang, NTT

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama tim Kemensos mengunjungi bocah penderita penyakit mata (kanker mata) serta kelumpuhan otak (celebral palsy) di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (17/9/2022).

Agusti Odergari Dava Ganggus dan Emanuel Jeantus Johan (3) adalah bocah penderita penyakit mata dan kelumpuhan otak. Keduanya ditemui Mensos Risma di Sentra Efata Kupang.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

"Saya ingin Dava bisa sehat, sekolah tinggi dan bisa sukses," kata Mariana Helen Trino, ibunda Dava, arga Kampung Muwur, Wae Mantang, Rahong Utara, Manggarai, Nusa Tenggara Timur kepada Mensos Risma.

Dava (1,6 tahun) mengalami penyakit mata sejak lahir. Dava pernah berobat di Puskesmas Welengga Mete di Kabupaten Manggarai Timur. Dokter memberikan rujukan ke rumah sakit, namun tidak diikuti. Pekerjaan Bertolomeus Ganggus -- ayah Dava, sebagai buruh dengan pendapatan tak menentu, tidak mampu menanggung biaya di Rumah Sakit Siloam, Labuhan Bajo.

"Saya tak percaya ada yang datang membantu saya. Dari tempat yang jauh, tim Kemensos datang membantu Dava berobat ke rumah sakit," kata dia.

Marsiana mengungkapkan perasaannya saat bertemu Menteri Sosial Tri Rismaharini di Sentra Efata Kupang, Sabtu (17/09).

Kepada keduanya, Mensos memberikan semangat untuk terus berjuang. Kepada masyarakat yang sudah membantu, Mensos menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

"Saya ucapkan terima kasih atas keikhlasan dan kemurahan hati ‘orang-orang baik’ di luar sana yang telah membantu Emanuel dan Dava. Kemensos perlu bekerja sama dengan Kitabisa, karena untuk keperluan pengobatan yang membutuhkan waktu lama, tidak bisa ditutup dengan APBN. Tapi, kami membantu dengan bantuan ATENSI dan biaya hidup selama pengobatan," kata Mensos.

Mensos juga menyerahkan bantuan berupa paket bantuan nutrisi dengan nilai total Rp19.723.944 untuk Dava dan Rp15.548.976 untuk Emmanuel. Sehingga total bantuan untuk kedua anak tersebut sebesar Rp35.272.920.

Baca Juga: PMI Surabaya Gelar Bulan Dana, Perkuat Solidaritas hingga Kepedulian Sosial

Bagi Marsiana, uluran tangan jajaran Kemensos sangat berarti. Tim Sentra Efata membantu memeriksa dan merawatinapkan Dava ke Rumah Sakit Siloam, Labuhan Bajo.

"Berdasarkan diagnosa dokter, Dava bukan menderita katarak melainkan kanker mata. Dava dirujuk ke rumah sakit di Makassar, Bali atau Surabaya," kata Kepala Sentra Efata, Supriyono.

Selanjutnya, Sentra Efata membantu biaya perawatan, biaya transportasi dan akomodasi keluarga selama perawatan di Labuhan Bajo. Sentra juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai mengurus BPJS untuk pengobatan selanjutnya.

Bantuan lainnya berupa tambahan nutrisi (susu, biskuit), perawatan sehari-hari anak seperti sabun, minyak, bedak, pampers dan pakaian anak.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

Sentra Efata telah merujuk Dava ke Rumah Sakit Sanglah, Bali, berkoordinasi dan bekerja sama dengan Sentra Mahatmya Bali untuk penanganan Dava selanjutnya.

"Terima kasih atas bantuan Kemensos, semoga Tuhan membalas budi baik bapak ibu," kata Marsiana.

Dalam kesempatan bertemu Mensos, bantuan juga diberikan kepada Emanuel Jeantus Johan (3) yang mengidap kelumpuhan otak (celebral palsy). Kemensos telah memberikan bantuan PKH dan membantu mengaktivasi kartu BPJS.

Bantuan lain berupa tambahan nutrisi dan membantu akomodasi selama pengobatan. Penderitaan kedua balita tersebut mengetuk hati masyarakat. Melalui kitabisa.com, terkumpul donasi bagi Emanuel sebesar Rp50.572.040, dan untuk Dava sebesar Rp38.302.297. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.