Selasa, 03 Feb 2026 02:17 WIB

Mensos Risma Kunjungi Bocah Penderita Kanker Mata dan Kelumpuhan Otak di Kupang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Sep 2022 23:32 WIB
Mensos Risma saat mengunjungi balita penderita penyakit mata dan kelumpuhan otak di Kupang, NTT
Mensos Risma saat mengunjungi balita penderita penyakit mata dan kelumpuhan otak di Kupang, NTT

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama tim Kemensos mengunjungi bocah penderita penyakit mata (kanker mata) serta kelumpuhan otak (celebral palsy) di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (17/9/2022).

Agusti Odergari Dava Ganggus dan Emanuel Jeantus Johan (3) adalah bocah penderita penyakit mata dan kelumpuhan otak. Keduanya ditemui Mensos Risma di Sentra Efata Kupang.

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

"Saya ingin Dava bisa sehat, sekolah tinggi dan bisa sukses," kata Mariana Helen Trino, ibunda Dava, arga Kampung Muwur, Wae Mantang, Rahong Utara, Manggarai, Nusa Tenggara Timur kepada Mensos Risma.

Dava (1,6 tahun) mengalami penyakit mata sejak lahir. Dava pernah berobat di Puskesmas Welengga Mete di Kabupaten Manggarai Timur. Dokter memberikan rujukan ke rumah sakit, namun tidak diikuti. Pekerjaan Bertolomeus Ganggus -- ayah Dava, sebagai buruh dengan pendapatan tak menentu, tidak mampu menanggung biaya di Rumah Sakit Siloam, Labuhan Bajo.

"Saya tak percaya ada yang datang membantu saya. Dari tempat yang jauh, tim Kemensos datang membantu Dava berobat ke rumah sakit," kata dia.

Marsiana mengungkapkan perasaannya saat bertemu Menteri Sosial Tri Rismaharini di Sentra Efata Kupang, Sabtu (17/09).

Kepada keduanya, Mensos memberikan semangat untuk terus berjuang. Kepada masyarakat yang sudah membantu, Mensos menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

"Saya ucapkan terima kasih atas keikhlasan dan kemurahan hati ‘orang-orang baik’ di luar sana yang telah membantu Emanuel dan Dava. Kemensos perlu bekerja sama dengan Kitabisa, karena untuk keperluan pengobatan yang membutuhkan waktu lama, tidak bisa ditutup dengan APBN. Tapi, kami membantu dengan bantuan ATENSI dan biaya hidup selama pengobatan," kata Mensos.

Mensos juga menyerahkan bantuan berupa paket bantuan nutrisi dengan nilai total Rp19.723.944 untuk Dava dan Rp15.548.976 untuk Emmanuel. Sehingga total bantuan untuk kedua anak tersebut sebesar Rp35.272.920.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Bagi Marsiana, uluran tangan jajaran Kemensos sangat berarti. Tim Sentra Efata membantu memeriksa dan merawatinapkan Dava ke Rumah Sakit Siloam, Labuhan Bajo.

"Berdasarkan diagnosa dokter, Dava bukan menderita katarak melainkan kanker mata. Dava dirujuk ke rumah sakit di Makassar, Bali atau Surabaya," kata Kepala Sentra Efata, Supriyono.

Selanjutnya, Sentra Efata membantu biaya perawatan, biaya transportasi dan akomodasi keluarga selama perawatan di Labuhan Bajo. Sentra juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai mengurus BPJS untuk pengobatan selanjutnya.

Bantuan lainnya berupa tambahan nutrisi (susu, biskuit), perawatan sehari-hari anak seperti sabun, minyak, bedak, pampers dan pakaian anak.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Sentra Efata telah merujuk Dava ke Rumah Sakit Sanglah, Bali, berkoordinasi dan bekerja sama dengan Sentra Mahatmya Bali untuk penanganan Dava selanjutnya.

"Terima kasih atas bantuan Kemensos, semoga Tuhan membalas budi baik bapak ibu," kata Marsiana.

Dalam kesempatan bertemu Mensos, bantuan juga diberikan kepada Emanuel Jeantus Johan (3) yang mengidap kelumpuhan otak (celebral palsy). Kemensos telah memberikan bantuan PKH dan membantu mengaktivasi kartu BPJS.

Bantuan lain berupa tambahan nutrisi dan membantu akomodasi selama pengobatan. Penderitaan kedua balita tersebut mengetuk hati masyarakat. Melalui kitabisa.com, terkumpul donasi bagi Emanuel sebesar Rp50.572.040, dan untuk Dava sebesar Rp38.302.297. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.