Kamis, 22 Okt 2026 09:38 WIB

PDIP Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu di Era SBY

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Sep 2022 22:52 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto

selalu.id - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta yang juga saksi dugaan kecurangan di Pemilu 2009, Eko Suwanto membenarkan adanya dugaan kecurangan dalam pemilu yang berlangsung di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Hal tersebut disampaikannya ketika hadir saat Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melakukan konferensi pers kepada awak media secara daring pada Minggu (18/9/2022). Ajang itu untuk merespons pernyataan SBY mengenai tuduhan adanya kecurangan di 2024 oleh Pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

“Benar bahwa terjadi skandal DPT fiktif. Bahkan di Ponorogo selain DPT fiktif itu, mereka yang meninggal kemudian masuk ke dalam daftar pemilih,” kata Eko Suwanto.

Selain itu, sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu pengurus ranting itu kan berhak mendapatkan DPS perbaikan, tapi faktanya KPU tidak memberikan daftar pemilih.

“Anak-anak di bawah umur juga masuk dalam daftar pemilih. Kemudian, selain orang meninggal ada (data) ganda yang identik,” ungkap Eko.

Karena itu, dia menegaskan, DPT Pemilu 2009 itu tidak akurat dan benar sebagaimana adanya. Bahkan manipulatif.

"Ini bisa kami buktikan. Bahwa laporan-laporan kami ke Panwaslu maupun ke Bawaslu pada masa itu juga banyak dan pada akhirnya di sidang Mahkamah Konstitusi pun saya juga diberi tugas menjadi saksi salah satunya tentang daftar pemilu yang bermasalah ini," jelas Eko.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Bahkan, menurutnya, DPR juga telah membentuk pansus saat itu.

"Dan kesimpulannya benar, DPT-nya bermasalah," kata Eko.

Bukan hanya DPT, di Ponorogo juga ditemukan TPS fiktif.

Baca Juga: Mantan Kader PDIP Surabaya Ramai-ramai Pindah ke PSI, Ini Reaksi Armuji

"Di Desa Tonatan di Kecamatan Ponorogo itu seharusnya ada 11 TPS. Tapi kemudian ada TPS ke-12 dengan jumlah pemilih 544 orang yang tercantum di dalamnya," jelas Eko.

"Dan kemudian diakui oleh KPU bahwa TPS itu tidak ada. Dan berdasarkan kesepakatan itu, TPS-nya dicoret," sambungnya.

Bahkan, menurut Eko ini terjadi juga di Yogyakarta. "Solo juga kurang lebih sama," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.