Senin, 02 Feb 2026 19:04 WIB

Spanduk Komisi C DPRD Surabaya di Stadion GBT Menghilang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Sep 2022 19:13 WIB
Suasana stadion Gelora Bung Tomo jelang laga Indonesia vs Vietnam, Minggu (18/9/2022).
Suasana stadion Gelora Bung Tomo jelang laga Indonesia vs Vietnam, Minggu (18/9/2022).

selalu.id - Spanduk anggota Komisi C DPRD Surabaya yang terpampang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang menjadi perbincangan warganet akhirnya dicopot. Tidak terlihat lagi spanduk tersebut pada laga Indonesia vs Vietnam, Minggu (18/9/2022).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Surbaya, Baktiono menjelaskan, tujuan dipasang spanduk tersebut untuk menyambut gelaran Kualifikasi Piala AFC U20 di Surabaya.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Sebagai bentuk dukungan untuk menyambut Kualifikasi Piala AFC U20," kata Baktiono, kepada selalu.id, Minggu (18/9/2022).

Pemasangan spanduk tersebut terang Baktiono, berawal saat seluruh anggota Komisi C DPRD melakukan sidak di Stadion GBT guna memastikan fasilitas menjelang gelaran tersebut.

"Saat melakukan sidak, kami menilai tidak ada tanda-tanda penyambutan untuk gelaran Kualifikasi Piala AFC tersebut. Akhirnya kami komisi C berinisiatif untuk membuat spanduk sebagai bentuk penyambutan," katanya.

Baktiono mengatakan biaya pembuatan spanduk tersebut berasal dari dana pribadi.

"Hanya bikin dua spanduk harganya Rp 3,6 juta dengan dana pribadi," katanya.

Baktiono membantah pemasangan spanduk ini sebagai media kampanye untuk menyongsong pemilu tahun 2024 mendatang.

"Enggak lah, kalau politik 2024 itu masih jauh sekali. Disitu kan tidak ada embel-embel partai. Ini bentuk dukungan DPRD Kota Surabaya atas terselenggaranya momentum sepak bola internasional," katanya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut, Baktiono menambahkan, dengan adanya momentum ini justru harus saling mendukung satu sama lain.

"Ini merupakan momen terbaik, makanya harus didukung semua pihak. Ini dukungan real untuk AFC. Tidak ada parpol. Dukungan Spanduk, umbul-umbul dukungan Penonton sangat dibutuhkan," terangnya.

Diketahui, spanduk besar yang berisi tulisan penyambutan serta dibubuhi foto dan nama lengkap seluruh anggota Komisi C DPRD Surabaya menjadi polemik. Warganet menilai pemasangan tersebut kental dengan unsur politis.

Foto tersebut diunggah oleh akun @warkoppitalikur yang menyebutkan dalam captionnya 'Kick Out Politic Football'.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Dalam spanduk itu bertulis 'Welcome To Surabaya 14-18 September 2022 AFC U20 Teams terpasang di dalam Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

"Memalukan, ajang timnas dibuat pencitraan, bangsat," sebut caption akun tersebut.

Salah satu netizen pun membalas, spanduk tersebut yang bermaksud untuk mendukung timnas. Namun, justru dibuat ajang politik.

"Yo ben ga rugi loh timnas digratiskan nang Surabaya e(biar gak rugi timnas digratiskan di Surabaya), duit rakyat, PSSI gratis, rakyat nonton bayar, rakyat nonton iklan banner-banner politik," ujar akun instgaram @badikfals membalas unggahan tersebut. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim, dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.