Jumat, 04 Sep 2026 16:17 WIB

Spanduk Komisi C DPRD Surabaya di Stadion GBT Menghilang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Sep 2022 19:13 WIB
Suasana stadion Gelora Bung Tomo jelang laga Indonesia vs Vietnam, Minggu (18/9/2022).
Suasana stadion Gelora Bung Tomo jelang laga Indonesia vs Vietnam, Minggu (18/9/2022).

selalu.id - Spanduk anggota Komisi C DPRD Surabaya yang terpampang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang menjadi perbincangan warganet akhirnya dicopot. Tidak terlihat lagi spanduk tersebut pada laga Indonesia vs Vietnam, Minggu (18/9/2022).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Surbaya, Baktiono menjelaskan, tujuan dipasang spanduk tersebut untuk menyambut gelaran Kualifikasi Piala AFC U20 di Surabaya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Sebagai bentuk dukungan untuk menyambut Kualifikasi Piala AFC U20," kata Baktiono, kepada selalu.id, Minggu (18/9/2022).

Pemasangan spanduk tersebut terang Baktiono, berawal saat seluruh anggota Komisi C DPRD melakukan sidak di Stadion GBT guna memastikan fasilitas menjelang gelaran tersebut.

"Saat melakukan sidak, kami menilai tidak ada tanda-tanda penyambutan untuk gelaran Kualifikasi Piala AFC tersebut. Akhirnya kami komisi C berinisiatif untuk membuat spanduk sebagai bentuk penyambutan," katanya.

Baktiono mengatakan biaya pembuatan spanduk tersebut berasal dari dana pribadi.

"Hanya bikin dua spanduk harganya Rp 3,6 juta dengan dana pribadi," katanya.

Baktiono membantah pemasangan spanduk ini sebagai media kampanye untuk menyongsong pemilu tahun 2024 mendatang.

"Enggak lah, kalau politik 2024 itu masih jauh sekali. Disitu kan tidak ada embel-embel partai. Ini bentuk dukungan DPRD Kota Surabaya atas terselenggaranya momentum sepak bola internasional," katanya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Lebih lanjut, Baktiono menambahkan, dengan adanya momentum ini justru harus saling mendukung satu sama lain.

"Ini merupakan momen terbaik, makanya harus didukung semua pihak. Ini dukungan real untuk AFC. Tidak ada parpol. Dukungan Spanduk, umbul-umbul dukungan Penonton sangat dibutuhkan," terangnya.

Diketahui, spanduk besar yang berisi tulisan penyambutan serta dibubuhi foto dan nama lengkap seluruh anggota Komisi C DPRD Surabaya menjadi polemik. Warganet menilai pemasangan tersebut kental dengan unsur politis.

Foto tersebut diunggah oleh akun @warkoppitalikur yang menyebutkan dalam captionnya 'Kick Out Politic Football'.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Dalam spanduk itu bertulis 'Welcome To Surabaya 14-18 September 2022 AFC U20 Teams terpasang di dalam Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

"Memalukan, ajang timnas dibuat pencitraan, bangsat," sebut caption akun tersebut.

Salah satu netizen pun membalas, spanduk tersebut yang bermaksud untuk mendukung timnas. Namun, justru dibuat ajang politik.

"Yo ben ga rugi loh timnas digratiskan nang Surabaya e(biar gak rugi timnas digratiskan di Surabaya), duit rakyat, PSSI gratis, rakyat nonton bayar, rakyat nonton iklan banner-banner politik," ujar akun instgaram @badikfals membalas unggahan tersebut. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.