Rabu, 22 Jul 2026 20:53 WIB

Wali Kota Eri Sikapi Pengusiran Cucu Mensos Risma: Kalau Ada Diskriminasi, Tutup

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Sep 2022 08:55 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Menyikapi kasus pengusiran cucu Menteri Sosial, Tri Rismaharini, di Playtopia, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan sebagai Kota Layak Anak (KLA), tidak boleh ada diskriminasi di Surabaya.

"Saya begini, kalau terkait diskriminasi, kita lihat dulu lah kejadiannya seperti apa. Tapi jangan pernah ada diskriminasi di Surabaya, gak oleh iku diskriminasi (tidak boleh itu diskriminasi)," tegas Eri, saat dikonfirmasi selalu.id, Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Kasus pengusiran tersebut, tambah Eri, harus dilihat dari kedua sisi. Eri menjelaskan, kejadian tersebut terkait aturan SOP prokes yakni soal pemakaian masker di wahana bermain tersebut.

"Kemarin kan disampaikan, memang aturannya pakai masker dan (cucu Risma) tidak pakai masker dan disuruh keluar. Sudah selesai kan, mas Fuad gelem metu (mau keluar). Tapi ketika keluar kok sik onok sing gak nggawe masker nang kono (kok masih ada yang tidak pakai masker disana), nah inilah yang perlu dipertanyakan," jelas Eri.

Eri menyebut bahwa hal tersebut mungkin hanya kesalahpahaman saja lantaran meyakini bahwa di Surabaya sudah tidak ada lagi diskriminasi.

"Saya berharap tidak ada diskriminasi di kota Surabaya dan saya yakin tidak ada diskriminasi. Tapi yo mungkin miskomunikasi, karena apa, yang saya minta cari," imbuhnya.

Eri menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolelir adanya diskriminasi di Surabaya. Eri menyebut jika terbukti ada diskriminasi dalam kasus pengusiran tersebut dirinya mengaku tak segan menutup wahana permainan tersebut.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Tapi nek wes onok diskriminasi, temenan Yo ditutup ae pak, gak onok Suroboyo diskriminasi (tapi jika ada diskriminasi, ditutup saja (wahana permainan), Surabaya tidak ada diskriminasi," tegasnya.

"Kalau ada diskriminasi, tutup pak! dan Saya pastikan itu ditutup. Tapi kalau ternyata tidak (salah paham) baru lah didelok (baru lah dilihat)," geramnya.

Eri menyebut bahwa karakter Surabaya adalah Egaliter alias blak-blakan, dalam artian jika ada kesalahan warga Surabaya akan gentelmen untuk meminta maaf secara terbuka dan tidak memperpanjang masalah tersebut.

"Iki Suroboyo, Suroboyo iku wes terkenal budaya arek Suroboyo, blak-blakan wae. Nek salah Yo njaluk sepuro, nek ternyata onok salah khilafe, e salah paham yo dimarekno (ini Surabaya, Surabaya itu terkenal dengan budaya arek Surabaya, ngomong apa adanya aja. Kalau salah ya minta maaf, kalau ada khilaf atau salah paham ya diselesaikan). Tapi jangan sampai ada diskriminasi di Kota Surabaya," tegas Eri.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Dalam kasus ini, kedua pihak (manajemen Playtopia dan Fuad Benardi) telah bertemu dan berdamai. Manajemen Playtopia serta manajemen Ciputra World Surabaya menyatakan permintaan maaf secara terbuka dan permintaan maaf tersebut diterima oleh putra sulung Mensos Risma, Fuad Benardi.

Fuad Benardi mengatakan, manejemen Playtopia berjanji akan memperbaiki SOP agar tidak terjadi lagi masalah seperti yang dirinya dan keluarga alami.

"Iya pihak Playtopia sudah meminta maaf dan akan memperbaiki SOP tanpa ada perbedaan semua anak. Mereka juga siap menerima saran masukan, supaya lebih baik lagi,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.