Sabtu, 06 Jun 2026 03:03 WIB

Wali Kota Eri Sikapi Pengusiran Cucu Mensos Risma: Kalau Ada Diskriminasi, Tutup

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Sep 2022 08:55 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Menyikapi kasus pengusiran cucu Menteri Sosial, Tri Rismaharini, di Playtopia, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan sebagai Kota Layak Anak (KLA), tidak boleh ada diskriminasi di Surabaya.

"Saya begini, kalau terkait diskriminasi, kita lihat dulu lah kejadiannya seperti apa. Tapi jangan pernah ada diskriminasi di Surabaya, gak oleh iku diskriminasi (tidak boleh itu diskriminasi)," tegas Eri, saat dikonfirmasi selalu.id, Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Kasus pengusiran tersebut, tambah Eri, harus dilihat dari kedua sisi. Eri menjelaskan, kejadian tersebut terkait aturan SOP prokes yakni soal pemakaian masker di wahana bermain tersebut.

"Kemarin kan disampaikan, memang aturannya pakai masker dan (cucu Risma) tidak pakai masker dan disuruh keluar. Sudah selesai kan, mas Fuad gelem metu (mau keluar). Tapi ketika keluar kok sik onok sing gak nggawe masker nang kono (kok masih ada yang tidak pakai masker disana), nah inilah yang perlu dipertanyakan," jelas Eri.

Eri menyebut bahwa hal tersebut mungkin hanya kesalahpahaman saja lantaran meyakini bahwa di Surabaya sudah tidak ada lagi diskriminasi.

"Saya berharap tidak ada diskriminasi di kota Surabaya dan saya yakin tidak ada diskriminasi. Tapi yo mungkin miskomunikasi, karena apa, yang saya minta cari," imbuhnya.

Eri menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolelir adanya diskriminasi di Surabaya. Eri menyebut jika terbukti ada diskriminasi dalam kasus pengusiran tersebut dirinya mengaku tak segan menutup wahana permainan tersebut.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Tapi nek wes onok diskriminasi, temenan Yo ditutup ae pak, gak onok Suroboyo diskriminasi (tapi jika ada diskriminasi, ditutup saja (wahana permainan), Surabaya tidak ada diskriminasi," tegasnya.

"Kalau ada diskriminasi, tutup pak! dan Saya pastikan itu ditutup. Tapi kalau ternyata tidak (salah paham) baru lah didelok (baru lah dilihat)," geramnya.

Eri menyebut bahwa karakter Surabaya adalah Egaliter alias blak-blakan, dalam artian jika ada kesalahan warga Surabaya akan gentelmen untuk meminta maaf secara terbuka dan tidak memperpanjang masalah tersebut.

"Iki Suroboyo, Suroboyo iku wes terkenal budaya arek Suroboyo, blak-blakan wae. Nek salah Yo njaluk sepuro, nek ternyata onok salah khilafe, e salah paham yo dimarekno (ini Surabaya, Surabaya itu terkenal dengan budaya arek Surabaya, ngomong apa adanya aja. Kalau salah ya minta maaf, kalau ada khilaf atau salah paham ya diselesaikan). Tapi jangan sampai ada diskriminasi di Kota Surabaya," tegas Eri.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Dalam kasus ini, kedua pihak (manajemen Playtopia dan Fuad Benardi) telah bertemu dan berdamai. Manajemen Playtopia serta manajemen Ciputra World Surabaya menyatakan permintaan maaf secara terbuka dan permintaan maaf tersebut diterima oleh putra sulung Mensos Risma, Fuad Benardi.

Fuad Benardi mengatakan, manejemen Playtopia berjanji akan memperbaiki SOP agar tidak terjadi lagi masalah seperti yang dirinya dan keluarga alami.

"Iya pihak Playtopia sudah meminta maaf dan akan memperbaiki SOP tanpa ada perbedaan semua anak. Mereka juga siap menerima saran masukan, supaya lebih baik lagi,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.