Selasa, 21 Jul 2026 03:50 WIB

Kibarkan Bendera HMI Tanpa Izin, Tiga Mahasiswa UINSA Dikeroyok Seniornya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Sep 2022 17:45 WIB
Korban pengeroyokan saat dirawat
Korban pengeroyokan saat dirawat

selalu.id - Tiga Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya jadi korban pengeroyokan senior kampusnya.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (1/9/2022) kemarin. Oknum pengeroyok disebutkan adalah panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UINSA Tahun 2022.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya, AKP Ristitanto membenarkan adanya laporan korban dugaan pengeroyokan tersebut.

Ristitanto menyampaikan, penyebab pengeroyokan tersebut dikarenakan ada mahasiswa yang menaikkan bendera tanpa ada izin dari panitia.

"Pelapor 3 orang korban dan sudah divisum. Yang diperiksa baru satu, mereka mengalami luka di bagian kepala," ujarnya.

Salah satu korban pengeroyokan, Muhammad Maulana menceritakan kronologi kejadian tersebut sekitar pukul 17.15 WIB pada Kamis (1/9/2022).

"Saat itu kami sedang akan mengibarkan bendera Organisasi Eksternal (HMI) didepan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Lalu kami didatangi oleh pengurus senat mahasiswa untuk menanyakan perihal izin tentang pengibaran bendera," ungkapnya.

Kemudian, dari pernyataan senior tersebut, dirinya bersama teman-temannya pun balik bertanya mengenai prosedur dalam pengibaran bendera tersebut.

"Kami tanya balik, bagaimana prosedur izin pengibaran bendera? Minta contohnya," celotehnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Panitia tersebut tak menjawab, namun melontarkan pertanyaan balik dengan nada yang mengancam.

"Tanyakan saja kepada atasan?". Kami jawab "atasan siapa.?", Dia balas "ya senat mahasiswa lah," ujarnya menirukan salah satu panitia PBAK.

Selang beberapa menit kemudian, segerombolan panitia PBAK bersama senat dan dewan eksekutif mahasiswa datang guna menanyakan izin pengibaran bendera.

"Kami balas seperti ucapan di atas perihal prosedur,"tuturnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Karena tidak bisa membuktikan, panitia tersebut langsung memukul dan keributan terjadi.

"Korban dari kami ada 3, Saya (Muhammad Maulana), Agung Laksono, Multazam),"ungkapnya.

Saat pengeroyokan terjadi, petugas keamanan datang dan melerai. Namun malah mendapat luka-luka.

"Sebelumnya kami ditawari untuk langsung ditangani oleh keamanan, tapi kami menolak karena kami nilai akan menghilangkan jejak pelaku. Karena memang dari awal kami berencana untuk mempublish dan membawa ke meja hijau,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.