Jumat, 04 Sep 2026 13:16 WIB

Kibarkan Bendera HMI Tanpa Izin, Tiga Mahasiswa UINSA Dikeroyok Seniornya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Sep 2022 17:45 WIB
Korban pengeroyokan saat dirawat
Korban pengeroyokan saat dirawat

selalu.id - Tiga Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya jadi korban pengeroyokan senior kampusnya.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (1/9/2022) kemarin. Oknum pengeroyok disebutkan adalah panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UINSA Tahun 2022.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya, AKP Ristitanto membenarkan adanya laporan korban dugaan pengeroyokan tersebut.

Ristitanto menyampaikan, penyebab pengeroyokan tersebut dikarenakan ada mahasiswa yang menaikkan bendera tanpa ada izin dari panitia.

"Pelapor 3 orang korban dan sudah divisum. Yang diperiksa baru satu, mereka mengalami luka di bagian kepala," ujarnya.

Salah satu korban pengeroyokan, Muhammad Maulana menceritakan kronologi kejadian tersebut sekitar pukul 17.15 WIB pada Kamis (1/9/2022).

"Saat itu kami sedang akan mengibarkan bendera Organisasi Eksternal (HMI) didepan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Lalu kami didatangi oleh pengurus senat mahasiswa untuk menanyakan perihal izin tentang pengibaran bendera," ungkapnya.

Kemudian, dari pernyataan senior tersebut, dirinya bersama teman-temannya pun balik bertanya mengenai prosedur dalam pengibaran bendera tersebut.

"Kami tanya balik, bagaimana prosedur izin pengibaran bendera? Minta contohnya," celotehnya.

Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan Brutal di Diskotek Triple X Surabaya Ditangkap, Ini Identitas dan Motifnya

Panitia tersebut tak menjawab, namun melontarkan pertanyaan balik dengan nada yang mengancam.

"Tanyakan saja kepada atasan?". Kami jawab "atasan siapa.?", Dia balas "ya senat mahasiswa lah," ujarnya menirukan salah satu panitia PBAK.

Selang beberapa menit kemudian, segerombolan panitia PBAK bersama senat dan dewan eksekutif mahasiswa datang guna menanyakan izin pengibaran bendera.

"Kami balas seperti ucapan di atas perihal prosedur,"tuturnya.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Karena tidak bisa membuktikan, panitia tersebut langsung memukul dan keributan terjadi.

"Korban dari kami ada 3, Saya (Muhammad Maulana), Agung Laksono, Multazam),"ungkapnya.

Saat pengeroyokan terjadi, petugas keamanan datang dan melerai. Namun malah mendapat luka-luka.

"Sebelumnya kami ditawari untuk langsung ditangani oleh keamanan, tapi kami menolak karena kami nilai akan menghilangkan jejak pelaku. Karena memang dari awal kami berencana untuk mempublish dan membawa ke meja hijau,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.