Minggu, 06 Sep 2026 17:06 WIB

LPAI Jatim Sebut Kasus Pengusiran Cucu Mensos Risma Melanggar Hak Bermain Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Sep 2022 13:22 WIB
Ketua Bidang Data, Informasi, dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jatim, Isa Anshori
Ketua Bidang Data, Informasi, dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jatim, Isa Anshori

selalu.id - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Timur angkat bicara menyikapi kasus pengusiran Cucu Menteri Sosial, Tri Rismaharini di Playtopia, Ciputra World, Surabaya (CWS). Pengusiran itu disebutkan melanggar hak anak bermain dan berkembang.

Ketua Bidang Data, Informasi, dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jatim, Isa Anshori mengatakan, jika yang dilakukan oleh petugas tersebut memang berdasarkan aturan SOP menejemen Playtopia tidak ada masalah, namun jika diterapkan secara berbeda menurutnya harus diluruskan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Saya kira apa yang dilakukan oleh petugas kalau itu berdasarkan SOP bisa dipahami, tapi persoalannya adalah ternyata SOP itu dilaksanakan secara berbeda, nah itu yang harus dicari, jangan sampai kemudian muncul kesan rasis, karena mereka berasal dari kelompok berbeda," keluhnya.

"Kalau saya dari sisi perlindungan anak, apa yang dilakukan oleh pihak manajemen bagian dari melanggar hak anak untuk bisa bermain dan tumbuh kembang,"kata Isa, saat dihubungi selalu.id, Kamis (1/9/2022).

Isa pun menyebut, hal ini juga menjadi tantangan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk bisa menghadirkan wahan bermain untuk bisa dinikmati anak-anak Surabaya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Apalagi Surabaya adalah Kota Layak Anak, seharusnya Pemkot menghadirkan wahana bermain yang adil dan bisa tumbuh kembang anak bermain dan sebagainya,"jelasnya.

Lebih lanjut Isa menambahkan, ruang bermain yang ada saat ini lebih menyediakan tempat untuk kelas tertentu dan diharapkan Pemkot membangun fasilitas yang lebih banyak lagi.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Agar fasilitas bermain anak-anak tidak hanya itu saja, apalagi Surabaya nggak punya lagi wahana yang adil dan bisa dinikmati semua setelah THR dimatikan,"pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Cucu Menteri Sosial Tri Rismaharini bernama Luigi berumur 2 tahun diusir pegawai saat bermain di wahana Playtopia, Rabu (31/8/2022) kemarin, lantaran melepas masker.
Ayah Luigi yang juga putra sulung Mensos Risma, Fuad Benardi menyebut perlakuan berbeda dari petugas Playtopia kepada sejumlah anak yang secara fisik terlihat berasal dari salah satu etnis, justru tidak tegur dan dibiarkan tidak memakai masker. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.