Selasa, 20 Okt 2026 11:37 WIB

Fenomena Sungai Berbusa di Surabaya, Ecoton: Limbah Detergen Sangat Berbahaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Agu 2022 17:11 WIB
Fenomena sungai penuh busa di Kalisari Damen
Fenomena sungai penuh busa di Kalisari Damen

selalu.id - Fenomena busa yang terjadi di Sungai Kalisari Damen, Surabaya disebutkan akibat konsentrasi detergen yang tinggi. Berdsar hasil laboraturium, busa tersebut berada pada level 4 atau paling buruk. Hal ini dianggap berbahaya oleh pemerhati lingkungan.

Direktur Ecoton, Daru Setyorini mengungkapkan, limbah rumah tangga khususnya deterjen sering dianggap tidak berbahaya padahal, banyak kajian analisis stastik mengungkapkan limbah detergen atau surfactant, faktanya konsentrasinya sangat tinggi.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Daru menjelaskan, surfactant tersebut tidak dapat terurai di perairan berkadar oksigen rendah. Sehingga, dapat membahayakan lingkungan.

"Anggapan bahwa limbah deterjen tidak berbahaya adalah keliru, karena daya racun surfactant telah dibuktikan pada mikroba, tumbuhan dan hewan," ungkap Daru, saat. dihubungi selalu.id, Senin (29/8/2022).

Deterjen juga mengandung kotoran dan bahan seperti minyak yang mencemari perairan sekitar. Bahan tersebut atau kimia aditif memiliki efek racun.

"Efeknya ke manusia bisa menyebabkan, hormon, iritasi kulit, pusing dan gangguan fungsi hati,"jelasnya.

Tak hanya itu, limbah deterjen dapat menyebabkan penyuburan berlebihan. Sehingga, menimbulkan alga blooming warna air menjadi hijau.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Air yang menjadi hijau tersebut disebabkan karena alga tumbuh dengan pesat. Dampaknya pun dapat menurunkan kadar oksigen dalam air.

"Itu bisa menyebabkan kematian ikan dan biota air,"ungkapnya.

Lebih lanjut Daru menambahkan, fosfat sebagai bahan sufactant yang ada didalam deterjen sangat efektif untuk produk pembersih dengan harganya murah.

"Beberapa enzim dan surfaktan tidak efektif jika dicampur pemutih, tapi fosfat dapat tetap bekerja efektik saat dicampur dengan pemutih,"tuturnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Menurutnya, banyak produk deterjen mengandung bahan adiktif, yang sebenarnya tidak harus ada dalam proses pembuatan deterjen.

Namun bahan ini, dapat memberi fungsi khusus dan nilai lebih pada produk deterjen untuk membuat produk lebih menarik.

"Misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna meskipun tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.