Fenomena Sungai Berbusa di Surabaya, Ecoton: Limbah Detergen Sangat Berbahaya
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 29 Agu 2022 17:11 WIB
selalu.id - Fenomena busa yang terjadi di Sungai Kalisari Damen, Surabaya disebutkan akibat konsentrasi detergen yang tinggi. Berdsar hasil laboraturium, busa tersebut berada pada level 4 atau paling buruk. Hal ini dianggap berbahaya oleh pemerhati lingkungan.
Direktur Ecoton, Daru Setyorini mengungkapkan, limbah rumah tangga khususnya deterjen sering dianggap tidak berbahaya padahal, banyak kajian analisis stastik mengungkapkan limbah detergen atau surfactant, faktanya konsentrasinya sangat tinggi.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Daru menjelaskan, surfactant tersebut tidak dapat terurai di perairan berkadar oksigen rendah. Sehingga, dapat membahayakan lingkungan.
"Anggapan bahwa limbah deterjen tidak berbahaya adalah keliru, karena daya racun surfactant telah dibuktikan pada mikroba, tumbuhan dan hewan," ungkap Daru, saat. dihubungi selalu.id, Senin (29/8/2022).
Deterjen juga mengandung kotoran dan bahan seperti minyak yang mencemari perairan sekitar. Bahan tersebut atau kimia aditif memiliki efek racun.
"Efeknya ke manusia bisa menyebabkan, hormon, iritasi kulit, pusing dan gangguan fungsi hati,"jelasnya.
Tak hanya itu, limbah deterjen dapat menyebabkan penyuburan berlebihan. Sehingga, menimbulkan alga blooming warna air menjadi hijau.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Air yang menjadi hijau tersebut disebabkan karena alga tumbuh dengan pesat. Dampaknya pun dapat menurunkan kadar oksigen dalam air.
"Itu bisa menyebabkan kematian ikan dan biota air,"ungkapnya.
Lebih lanjut Daru menambahkan, fosfat sebagai bahan sufactant yang ada didalam deterjen sangat efektif untuk produk pembersih dengan harganya murah.
"Beberapa enzim dan surfaktan tidak efektif jika dicampur pemutih, tapi fosfat dapat tetap bekerja efektik saat dicampur dengan pemutih,"tuturnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Menurutnya, banyak produk deterjen mengandung bahan adiktif, yang sebenarnya tidak harus ada dalam proses pembuatan deterjen.
Namun bahan ini, dapat memberi fungsi khusus dan nilai lebih pada produk deterjen untuk membuat produk lebih menarik.
"Misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna meskipun tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi