Jumat, 04 Sep 2026 17:42 WIB

Fenomena Sungai Berbusa di Surabaya, Ecoton: Limbah Detergen Sangat Berbahaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Agu 2022 17:11 WIB
Fenomena sungai penuh busa di Kalisari Damen
Fenomena sungai penuh busa di Kalisari Damen

selalu.id - Fenomena busa yang terjadi di Sungai Kalisari Damen, Surabaya disebutkan akibat konsentrasi detergen yang tinggi. Berdsar hasil laboraturium, busa tersebut berada pada level 4 atau paling buruk. Hal ini dianggap berbahaya oleh pemerhati lingkungan.

Direktur Ecoton, Daru Setyorini mengungkapkan, limbah rumah tangga khususnya deterjen sering dianggap tidak berbahaya padahal, banyak kajian analisis stastik mengungkapkan limbah detergen atau surfactant, faktanya konsentrasinya sangat tinggi.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Daru menjelaskan, surfactant tersebut tidak dapat terurai di perairan berkadar oksigen rendah. Sehingga, dapat membahayakan lingkungan.

"Anggapan bahwa limbah deterjen tidak berbahaya adalah keliru, karena daya racun surfactant telah dibuktikan pada mikroba, tumbuhan dan hewan," ungkap Daru, saat. dihubungi selalu.id, Senin (29/8/2022).

Deterjen juga mengandung kotoran dan bahan seperti minyak yang mencemari perairan sekitar. Bahan tersebut atau kimia aditif memiliki efek racun.

"Efeknya ke manusia bisa menyebabkan, hormon, iritasi kulit, pusing dan gangguan fungsi hati,"jelasnya.

Tak hanya itu, limbah deterjen dapat menyebabkan penyuburan berlebihan. Sehingga, menimbulkan alga blooming warna air menjadi hijau.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Air yang menjadi hijau tersebut disebabkan karena alga tumbuh dengan pesat. Dampaknya pun dapat menurunkan kadar oksigen dalam air.

"Itu bisa menyebabkan kematian ikan dan biota air,"ungkapnya.

Lebih lanjut Daru menambahkan, fosfat sebagai bahan sufactant yang ada didalam deterjen sangat efektif untuk produk pembersih dengan harganya murah.

"Beberapa enzim dan surfaktan tidak efektif jika dicampur pemutih, tapi fosfat dapat tetap bekerja efektik saat dicampur dengan pemutih,"tuturnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Menurutnya, banyak produk deterjen mengandung bahan adiktif, yang sebenarnya tidak harus ada dalam proses pembuatan deterjen.

Namun bahan ini, dapat memberi fungsi khusus dan nilai lebih pada produk deterjen untuk membuat produk lebih menarik.

"Misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna meskipun tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.