Kamis, 22 Okt 2026 01:31 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi, 5 Tersangka Diamankan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Agu 2022 14:21 WIB
Petugas menyita satwa dilindungi dari tersangka
Petugas menyita satwa dilindungi dari tersangka

selalu.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menangkap lima tersangka perdagangan satwa dilindungi. Sebanyak 304 satwa langka berhasil disita dari tangan tersangka.

Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto mengatakan, lima tersangka itu mempunyai peran-peran masing dalam jaringan ini. Lima tersangka tersebut yakni AK, DA, MHW, ZAI dan APP.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

"Dua orang ZAI dan APP statusnya memperdagangkan satwa yang dilindungi. Tiga orang AK , DA, dan MHW, yang yang tugasnya memelihara satwa,"kata Dirmanto, saat konfrensi pers di Humas Polda Jatim, Jumat (26/8/2022).

Dirmanto mengatakan, Polda Jatim menyelidiki kasus Konservasi Sumber Daya Alam ini selama tiga bulan yakni, Juli, Juni, Agustus.

"Untuk Jenis barang buktinya berupa 291 ekor burung, 11 ekor mamalia dan 2 ekor reptil,"ujarnya.

Sementara itu, Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menyampaikan, dari hasil pemeriksaan ratusan satwa tersebut berasal dari Jabar, Sulewesi dan Papua.

"Mereka memperdagangkan, ada pembeli mereka kirim, mereka datang ketempat kemudian transaksi ke lokasi. Kemudian di kirim barangnya, hewan yang di jual ini hewan yang langka," kata Zulham.

Zulham menyampaikan, cara mereka memperdagangkan secara online dan melalui komunitas. Ia menyebut tersangka mendapat satwa itu dari masyarakat pedesaan.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Masyarakat pedesaan, lanjutnya, diberdayakan oleh para tersangka untuk mengambil satwa di hutan, kemudian satwa tersebut dibeli.

"Masyarakat merasa dibohongi oleh mereka, masyatakat yang bekerja sebagai petani, nelayan atau tidak punya kerja tetap, ditawari seperti itu. Dengan harga yang lumayan baik, akhirnya tergiur," ujarnya.

Tersangka menjual satwa-satwa tersebut, dengan harga mulai Rp500 ribu hingga Rp20 juta.

Para tersangka tersebut disangkakan dengan UU RI Nomor 5 tahun 1990
tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

"Sementara tiga orang itu tidak kita lakukan penahanan. Alasan subjektif maupun objektif tiga orang ini hanya memelihara tapi proses yang kita lakukan adalah pemberkesan segera kita kirim ke jaksa penunttut umum,"terangnya.

Kepala Seksi Perlindungan, Pengawetan BKSDA Jatim, Nur Rohman, menambahkan
Nantinya, 304 satwa yang telah disita oleh Polda Jatim tersebut akan diserahkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. Untuk nantinya direhabilitas dan dilepas ke alam.

"Untuk satwa yang layak liar, akan kami liarkan, kalau yang belum, akan kami rehabilitasi," kata

Bagi masyarakat yang mendapati orang memiliki dan memelihata satwa tanpa izin bisa melaporkan ke call center 082235115200. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.