Senin, 20 Jul 2026 09:43 WIB

Langkah Pemkot Surabaya Atasi Bau Sampah di Kawasan Stadion GBT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 19:26 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau TPA Benowo
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau TPA Benowo

selalu.id - Pemkot Surabaya berupaya menghilangkan bau sampah disekitar kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dengan menggunakan traetment khusus sampah di TPA Benowo dekat GBT.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, treatment tersebut menutup seluruh sampah dengan membran agar tidak terlihat mencolok dan menimbulkan bau.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Selain dengan membran, Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya juga rutin melakukan penyemprotan zat kimia untuk mengurangi bau.

"Saya ingin semuanya tertutup seluruhnya dengan membran. Kemudian menempatkan petugas DLH untuk mengawasi TPA Benowo dan memastikan penyemprotan zat kimia berjalan," kata Eri saat sidak ke TPA Benowo, Kamis (24/8/2022).

Nantinya, akan diawasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya secara berkala. Eri menyebut, DLH akan memastikan zat kimia pengurang rasa bau itu berjalan dengan lancar.

Supaya tidak bau, Eri memastikan, DLH Surabaya melakukan pengawasan treatment sampah di TPA Benowo secara ketat.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Harusnya nggak bau. Lek sik mambu, yo berarti pengawasane sing kurang (kalau masih bau berarti pengawasannya kurang)," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, treatment itu sudah menjadi bagian dari prosedur perjanjian pihak ketiga yang mengelola sampah TPA Benowo. Sehingga, DLH wajib melakukan pengawasan ketat agar hasilnya maksimal.

Tak hanya itu, Eri juga meminta DLH untuk menambah buffer zone berupa tanaman pohon bambu di sekitar TPA Benowo. Hal itu untuk mengurangi polusi udara serta zat kimia yang disemprotkan oleh pihak ketiga.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Meskipun di TPA Benowo saat ini sudah ada buffer zone berupa pohon bambu. Namun, hal itu masih kurang, karena jaraknya yang terlalu renggang

Sebab itu, ia meminta pohon bambu itu ditanam di dalam bis beton dan dijajar di sepanjang area TPA Benowo.

"Sebenarnya sudah ada 5 pohon, tapi masih kurang. Saya inginnya 10 - 15 agar lebih rapet, jadi setiap bis beton itu penuh untuk menghalau baunya, sekaligus mengurangi polusi dan zat kimia yang disemprotkan. Tiga hari lagi saya ke sini untuk cek lagi," harapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.