Senin, 19 Okt 2026 01:13 WIB

Langkah Pemkot Surabaya Atasi Bau Sampah di Kawasan Stadion GBT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 19:26 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau TPA Benowo
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau TPA Benowo

selalu.id - Pemkot Surabaya berupaya menghilangkan bau sampah disekitar kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dengan menggunakan traetment khusus sampah di TPA Benowo dekat GBT.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, treatment tersebut menutup seluruh sampah dengan membran agar tidak terlihat mencolok dan menimbulkan bau.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Selain dengan membran, Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya juga rutin melakukan penyemprotan zat kimia untuk mengurangi bau.

"Saya ingin semuanya tertutup seluruhnya dengan membran. Kemudian menempatkan petugas DLH untuk mengawasi TPA Benowo dan memastikan penyemprotan zat kimia berjalan," kata Eri saat sidak ke TPA Benowo, Kamis (24/8/2022).

Nantinya, akan diawasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya secara berkala. Eri menyebut, DLH akan memastikan zat kimia pengurang rasa bau itu berjalan dengan lancar.

Supaya tidak bau, Eri memastikan, DLH Surabaya melakukan pengawasan treatment sampah di TPA Benowo secara ketat.

Baca Juga: Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

"Harusnya nggak bau. Lek sik mambu, yo berarti pengawasane sing kurang (kalau masih bau berarti pengawasannya kurang)," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, treatment itu sudah menjadi bagian dari prosedur perjanjian pihak ketiga yang mengelola sampah TPA Benowo. Sehingga, DLH wajib melakukan pengawasan ketat agar hasilnya maksimal.

Tak hanya itu, Eri juga meminta DLH untuk menambah buffer zone berupa tanaman pohon bambu di sekitar TPA Benowo. Hal itu untuk mengurangi polusi udara serta zat kimia yang disemprotkan oleh pihak ketiga.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Meskipun di TPA Benowo saat ini sudah ada buffer zone berupa pohon bambu. Namun, hal itu masih kurang, karena jaraknya yang terlalu renggang

Sebab itu, ia meminta pohon bambu itu ditanam di dalam bis beton dan dijajar di sepanjang area TPA Benowo.

"Sebenarnya sudah ada 5 pohon, tapi masih kurang. Saya inginnya 10 - 15 agar lebih rapet, jadi setiap bis beton itu penuh untuk menghalau baunya, sekaligus mengurangi polusi dan zat kimia yang disemprotkan. Tiga hari lagi saya ke sini untuk cek lagi," harapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.