Kamis, 03 Sep 2026 13:23 WIB

Langkah Pemkot Surabaya Atasi Bau Sampah di Kawasan Stadion GBT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 19:26 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau TPA Benowo
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau TPA Benowo

selalu.id - Pemkot Surabaya berupaya menghilangkan bau sampah disekitar kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dengan menggunakan traetment khusus sampah di TPA Benowo dekat GBT.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, treatment tersebut menutup seluruh sampah dengan membran agar tidak terlihat mencolok dan menimbulkan bau.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Selain dengan membran, Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya juga rutin melakukan penyemprotan zat kimia untuk mengurangi bau.

"Saya ingin semuanya tertutup seluruhnya dengan membran. Kemudian menempatkan petugas DLH untuk mengawasi TPA Benowo dan memastikan penyemprotan zat kimia berjalan," kata Eri saat sidak ke TPA Benowo, Kamis (24/8/2022).

Nantinya, akan diawasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya secara berkala. Eri menyebut, DLH akan memastikan zat kimia pengurang rasa bau itu berjalan dengan lancar.

Supaya tidak bau, Eri memastikan, DLH Surabaya melakukan pengawasan treatment sampah di TPA Benowo secara ketat.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

"Harusnya nggak bau. Lek sik mambu, yo berarti pengawasane sing kurang (kalau masih bau berarti pengawasannya kurang)," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, treatment itu sudah menjadi bagian dari prosedur perjanjian pihak ketiga yang mengelola sampah TPA Benowo. Sehingga, DLH wajib melakukan pengawasan ketat agar hasilnya maksimal.

Tak hanya itu, Eri juga meminta DLH untuk menambah buffer zone berupa tanaman pohon bambu di sekitar TPA Benowo. Hal itu untuk mengurangi polusi udara serta zat kimia yang disemprotkan oleh pihak ketiga.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Meskipun di TPA Benowo saat ini sudah ada buffer zone berupa pohon bambu. Namun, hal itu masih kurang, karena jaraknya yang terlalu renggang

Sebab itu, ia meminta pohon bambu itu ditanam di dalam bis beton dan dijajar di sepanjang area TPA Benowo.

"Sebenarnya sudah ada 5 pohon, tapi masih kurang. Saya inginnya 10 - 15 agar lebih rapet, jadi setiap bis beton itu penuh untuk menghalau baunya, sekaligus mengurangi polusi dan zat kimia yang disemprotkan. Tiga hari lagi saya ke sini untuk cek lagi," harapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.