Senin, 02 Feb 2026 21:45 WIB

Miris! Hasil Uji Lab Busa di Sungai Kalisari Berada di Level 4 atau Paling Kotor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 15:16 WIB
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu

selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menunjukkan hasil uji laboratorium sample air berbusa pada Sungai Kalisari, Mulyorejo, Surabaya. Busa tebal yang menyelimuti Sungai Kalisari beberapa waktu lalu sempat menjadi heboh.

Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penyebab buih atau busa di sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga, seperti air sisa detergen, air bekas cuci piring dan lain-lain.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Hebi pun menyampaikan hasil laboratorium sungai tersebut berada di level 4 atau level yang paling kotor.

"Hasil lab sungai menunjukan bahwa level pencemaran sungai ada di level 4, level satu itu bersih, level dua agak kotor, tiga kotor dan level empat paling kotor," kata Hebi, Kamis, (25/8/2022).

Hasil uji lab sungai kalisari tersebut, kata Hebi, tidak ada kaitannya limbah industri seperti dugaan sebelumnya. ia menyebut limbah tersebut dari rumah tangga.

"Buangannya rumah tangga memang. Busa dari limbah kotoran detengen, cuci piring dan lainnya. Kalau untuk industri sepanjang sungai tidak ada," ujarnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut Hebi menerangkan, limbah tersebut tak hanya di perumahan warga sekitar sungai kalisari. Namun, juga ada beberapa usaha rumahan maupun hotel yang juga membuang limbahnya tersebut

"Jadi dipastikan limbah tersebut karena limbah rumah tangga,"tuturnya.

Meski begitu, usai mengetahui hasil lab tersebut, Hebi mengungkapkan, DLH Surabaya mengambil langkah dengan membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Sehingga limbah rumah tangga yang dihasilkan diolah terlebih dahulu, sebelum dibuang ke sungai.

Ia menambahkan, membuatan IPAL pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak ITS dan OPD lainnya. Pembuatan IPAL ini tidak mudah karena lahan yang terbatas, ujar Hebi.

"Nanti koordinasi dengan ITS gimana caranya limbah dari warga seperti detergen, limbah cuci piring, ada alat yang bisa menetralisir sehingga masuk sungai sudah tidak ada lagi surfaktannya," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.