Selasa, 21 Jul 2026 04:00 WIB

Miris! Hasil Uji Lab Busa di Sungai Kalisari Berada di Level 4 atau Paling Kotor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 15:16 WIB
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu

selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menunjukkan hasil uji laboratorium sample air berbusa pada Sungai Kalisari, Mulyorejo, Surabaya. Busa tebal yang menyelimuti Sungai Kalisari beberapa waktu lalu sempat menjadi heboh.

Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penyebab buih atau busa di sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga, seperti air sisa detergen, air bekas cuci piring dan lain-lain.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Hebi pun menyampaikan hasil laboratorium sungai tersebut berada di level 4 atau level yang paling kotor.

"Hasil lab sungai menunjukan bahwa level pencemaran sungai ada di level 4, level satu itu bersih, level dua agak kotor, tiga kotor dan level empat paling kotor," kata Hebi, Kamis, (25/8/2022).

Hasil uji lab sungai kalisari tersebut, kata Hebi, tidak ada kaitannya limbah industri seperti dugaan sebelumnya. ia menyebut limbah tersebut dari rumah tangga.

"Buangannya rumah tangga memang. Busa dari limbah kotoran detengen, cuci piring dan lainnya. Kalau untuk industri sepanjang sungai tidak ada," ujarnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Lebih lanjut Hebi menerangkan, limbah tersebut tak hanya di perumahan warga sekitar sungai kalisari. Namun, juga ada beberapa usaha rumahan maupun hotel yang juga membuang limbahnya tersebut

"Jadi dipastikan limbah tersebut karena limbah rumah tangga,"tuturnya.

Meski begitu, usai mengetahui hasil lab tersebut, Hebi mengungkapkan, DLH Surabaya mengambil langkah dengan membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Sehingga limbah rumah tangga yang dihasilkan diolah terlebih dahulu, sebelum dibuang ke sungai.

Ia menambahkan, membuatan IPAL pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak ITS dan OPD lainnya. Pembuatan IPAL ini tidak mudah karena lahan yang terbatas, ujar Hebi.

"Nanti koordinasi dengan ITS gimana caranya limbah dari warga seperti detergen, limbah cuci piring, ada alat yang bisa menetralisir sehingga masuk sungai sudah tidak ada lagi surfaktannya," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.