Senin, 02 Feb 2026 11:08 WIB

Miris! Hasil Uji Lab Busa di Sungai Kalisari Berada di Level 4 atau Paling Kotor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 15:16 WIB
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu

selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menunjukkan hasil uji laboratorium sample air berbusa pada Sungai Kalisari, Mulyorejo, Surabaya. Busa tebal yang menyelimuti Sungai Kalisari beberapa waktu lalu sempat menjadi heboh.

Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penyebab buih atau busa di sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga, seperti air sisa detergen, air bekas cuci piring dan lain-lain.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Hebi pun menyampaikan hasil laboratorium sungai tersebut berada di level 4 atau level yang paling kotor.

"Hasil lab sungai menunjukan bahwa level pencemaran sungai ada di level 4, level satu itu bersih, level dua agak kotor, tiga kotor dan level empat paling kotor," kata Hebi, Kamis, (25/8/2022).

Hasil uji lab sungai kalisari tersebut, kata Hebi, tidak ada kaitannya limbah industri seperti dugaan sebelumnya. ia menyebut limbah tersebut dari rumah tangga.

"Buangannya rumah tangga memang. Busa dari limbah kotoran detengen, cuci piring dan lainnya. Kalau untuk industri sepanjang sungai tidak ada," ujarnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Lebih lanjut Hebi menerangkan, limbah tersebut tak hanya di perumahan warga sekitar sungai kalisari. Namun, juga ada beberapa usaha rumahan maupun hotel yang juga membuang limbahnya tersebut

"Jadi dipastikan limbah tersebut karena limbah rumah tangga,"tuturnya.

Meski begitu, usai mengetahui hasil lab tersebut, Hebi mengungkapkan, DLH Surabaya mengambil langkah dengan membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Sehingga limbah rumah tangga yang dihasilkan diolah terlebih dahulu, sebelum dibuang ke sungai.

Ia menambahkan, membuatan IPAL pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak ITS dan OPD lainnya. Pembuatan IPAL ini tidak mudah karena lahan yang terbatas, ujar Hebi.

"Nanti koordinasi dengan ITS gimana caranya limbah dari warga seperti detergen, limbah cuci piring, ada alat yang bisa menetralisir sehingga masuk sungai sudah tidak ada lagi surfaktannya," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.