Selasa, 20 Okt 2026 12:41 WIB

Miris! Hasil Uji Lab Busa di Sungai Kalisari Berada di Level 4 atau Paling Kotor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Agu 2022 15:16 WIB
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu
Busa di Sungai Kalisari Surabaya beberapa waktu lalu

selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menunjukkan hasil uji laboratorium sample air berbusa pada Sungai Kalisari, Mulyorejo, Surabaya. Busa tebal yang menyelimuti Sungai Kalisari beberapa waktu lalu sempat menjadi heboh.

Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penyebab buih atau busa di sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga, seperti air sisa detergen, air bekas cuci piring dan lain-lain.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Hebi pun menyampaikan hasil laboratorium sungai tersebut berada di level 4 atau level yang paling kotor.

"Hasil lab sungai menunjukan bahwa level pencemaran sungai ada di level 4, level satu itu bersih, level dua agak kotor, tiga kotor dan level empat paling kotor," kata Hebi, Kamis, (25/8/2022).

Hasil uji lab sungai kalisari tersebut, kata Hebi, tidak ada kaitannya limbah industri seperti dugaan sebelumnya. ia menyebut limbah tersebut dari rumah tangga.

"Buangannya rumah tangga memang. Busa dari limbah kotoran detengen, cuci piring dan lainnya. Kalau untuk industri sepanjang sungai tidak ada," ujarnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Lebih lanjut Hebi menerangkan, limbah tersebut tak hanya di perumahan warga sekitar sungai kalisari. Namun, juga ada beberapa usaha rumahan maupun hotel yang juga membuang limbahnya tersebut

"Jadi dipastikan limbah tersebut karena limbah rumah tangga,"tuturnya.

Meski begitu, usai mengetahui hasil lab tersebut, Hebi mengungkapkan, DLH Surabaya mengambil langkah dengan membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Sehingga limbah rumah tangga yang dihasilkan diolah terlebih dahulu, sebelum dibuang ke sungai.

Ia menambahkan, membuatan IPAL pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak ITS dan OPD lainnya. Pembuatan IPAL ini tidak mudah karena lahan yang terbatas, ujar Hebi.

"Nanti koordinasi dengan ITS gimana caranya limbah dari warga seperti detergen, limbah cuci piring, ada alat yang bisa menetralisir sehingga masuk sungai sudah tidak ada lagi surfaktannya," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.