Fenomena Busa Tebal di Sungai Kalisari Surabaya Hebohkan Warga
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 02 Agu 2022 13:38 WIB
selalu.id - Fenomena buih atau busa tebal berwarna putih terlihat menyelimuti Sungai Kalisari Damen, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (2/8/2022). Munculnya fenomena busa tersebut dilaporkan warga sekitar pukul 9.00 WIB
Mendengar kabar tersebut, Pemkot Surabaya mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan penyebab munculnya busa di sungai tersebut.
Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Kepala Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, busa tersebut terjadi karena ada turbulensi pengadukan dari proses pemompaan.
"Penyebab busa tersebut adalah limbah cair rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai antara lain, minyak goreng, lemak, air bekas cucian baju dan cucian dapur, dan lain-lain,"kata Hebi.
Hebi menyampaikan, busa-busa tersebut biasanya muncul pada saat musim kemarau karena debit air sedikit. Sehingga, polutan tersebut menjadi membesar.
"Saat musim hujan konsentrasi polutan kecil, karena terjadi pengenceran air hujan,"jelasnya.
Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Saat ini pihaknya telah mengkoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat IPAL rumah tangga komunal sebelum masuk ke sungai.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang limbah kotoran ke sungai agar tidak tercemar.
Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
"Jangan membuang limbah ke sungai biar gak cemar,"ujarnya.
Armuji menyebut bahwa limbah-limbah tersebut berasal dari warga yang mencuci pakaian, atau limbah detergen. Busa-busa tersebut juga berterbangan ke rumah-rumah warga.
"Setiap kemarau menjadi limbah itu. Jadi ada tiga tempat disini (kalisari demak) tambak wedi, dan kenjeran,"jelasnya.(Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-2308-fenomena-busa-tebal-di-sungai-kalisari-surabaya-hebohkan-warga
