Rabu, 04 Feb 2026 14:53 WIB

Rumah Jagal Anjing di Surabaya Digerebek, 6 Hewan Sudah Terpotong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 31 Jul 2022 20:20 WIB
Anjing yang belum dipotong di rumah jagal di Surabaya
Anjing yang belum dipotong di rumah jagal di Surabaya

selalu.id - Komunitas pencinta hewan satwa Animal Hope Shelter Indonesia menggerebek salah satu rumah di Jalan Pesapen IV No 34 Surabaya yang diduga menjadi tempat jagal Anjing, Minggu (31/7/2022).

Founder dan Leader Animals Hope Shelter Indonesia, Christian Joshua Pale membenarkan adanya rumah jagal anjing tersebut.

Baca Juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Joshua menyampaikan, komunitasnya telah mendapatkan informasi dari warga pukul 03.40 WIB. Kemudian, pihaknya melakukan pengecekan.

Ternyata, menurutnya rumah tersebut benar digunakan sebagai jagal anjing.

"Saat saya tiba, saya mendapati empat ekor anjing yang dimasukan ke dalam karung, keempat kakinya dipaksa ditekuk dan mulutnya diikat," kata Joshua.

Sayangnya, saat melalukan penggerebekan,
Josua mengaku telat. Lantaran sebelum dirinya datang sudah ada enam ekor anjing yang dijagal.

"Kami telat karena ada enam ekor yang sudah dipotong," ujarnya

Penggerebekan tersebut juga didampingi oleh pihak kepolisian, serta mendapati dua orang yang diduga sebagai pelaku penjagalan.

Baca Juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

"Jadi, saat kami grebek. Ada dua orang di rumah tersebut. Mereka adalah adik dan kakak yang melakukan pembunuhan terhadap anjing tersebut," ujarnya.

Joshua juga menjelaskan, sebelumnya komunitasnya sempat mendapatkan informasi itu dari warga sekitar dua minggu lalu.

"Dapat informasi dari salah satu followers saya kalau di kawasan tersebut memang ada rumah yang digunakan untuk menjagal anjing," ujarnya.

Setelah mendapat informasi, Komunitas hewan tersebut bergegas untuk melakukan penggerebekan. Sayangnya, dari informasi, alamat yang diberikan oleh followers tidak sesuai.

Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

“Akhirnya saya pergi tetapi alamatnya berbeda. Karena tidak mau pulang dengan tangan kosong saya berkeliling tanya ke warga sebagai pembeli, dimana yang jual daging anjing," terangnya.

Joshua telah melaporkan kejadian tersebut kepada Polrestabes Surabaya dengan LP LP/B/862 /VII/2022/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

"Dua orang tersebut langsung diamankan oleh pihak kepolisian. Untuk anjing-anjing yang masih hidup kami langsung evakuasi," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.