Senin, 02 Feb 2026 10:30 WIB

Awas! Pemkot Surabaya Siap Angkut Penggiat Fashion Week yang Berbusana Tak Sopan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Jul 2022 10:53 WIB
Petugas Satpol PP Surabaya saat berjaga di pedestria Jalan Tunjungan
Petugas Satpol PP Surabaya saat berjaga di pedestria Jalan Tunjungan

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak melarang atau membatasi aktivitas dan kreativias anak muda pada momen Fashion week yang dilakukan di Kawasan Tunjungan Romansa Surabaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan, warga Surabaya yang ingin berkegiatan fashion week di Tunjungan Romansa, harus mengutamakan norma sosial.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Tentunya, dengan menggunakan busana yang tetap mengutamakan norma sosial. Jika dia laki-laki maka bisa menggunakan busana yang sepantasnya dan tidak berlebihan," kata Fikser, Kamis (28/7/2022).

Fikser mengatakan bahwa Pemkot Surabaya telah memberikan ruang khusus untuk warga yang ingin menggelar fashion week. Salah satunya di Kawasan wisata Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya.

"Mereka juga bisa melakukan kreativitas di sepanjang pedestrian, agar tidak mengganggu aktivitas jalan umum atau tidak melakukan fashion show di zebra cros lagi,"jelasnya.

Menurutnya, fashion week di kawasan wisata Tunjungan Romansa bisa memanfaatkan pedestrian, agar tidak menimbulkan kemacetan bagi para pengguna jalan.

Sebab, pedestrian di sepanjang kawasan wisata Tunjungan Romansa memang berfungsi sebagai tempat untuk pejalan kaki dan berkesenian.

Kata dia, anak-anak muda bisa menyalurkan aktivitas dan kreativitasnya di pedestrian.

"Jadi tidak ada izin khusus, nanti akan dilakukan pengawasan untuk mengatur kenyamanan bagi para pejalan kaki. Pembubaran dilakukan jika ada pemanfaatan ruang publik yang mengganggu aktivitas orang lain," tegasnya.

Lebih lanjut Fikser menegaskan, apabila hal-hal tersebut masih terjadi di kawasan wisata Tunjungan Romansa, maka Satpol PP Surabaya akan langsung melakukan penertiban.

Hal ini dilakukan untuk menjaga norma sosial bermasyarakat, dengan tidak membatasi cara berekspresi anak-anak muda di Kota Pahlawan.

"Balai Pemuda tengah disiapkan, silahkan nanti melakukan kegiatan fashion week di kawasan Alun-Alun Kota Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi juga meminta kepada PD terkait untuk menyiapkan ruang tersebut. Mungkin akan disiapkan karpet merah bagi anak-anak muda untuk berekspresi di situ," ujarnya.

Nantinya, apabila terdapat anak-anak muda yang tidak mengedepankan norma sosial dan agama saat melakukan kegiatan fashion show di kawasan wisata Tunjungan Romansa, Pemkot akan langsung bertindak tegas untuk membubarkan, hingga dilakukan pembinaan.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Kami tidak segan-segan membubarkan. Bahkan, akan kami secara tegas akan mengangkut mereka untuk dilakukan pembinaan dan pendampingan psikologis," ujarnya.

Tentunya, lanjut Fikser, akan ada treatment khusus, karena ini menjadi sorotan publik jika terdapat hal-hal yang bertentangan dengan norma sosial beragama.

Sedangkan untuk fasilitas di Balai Pemuda, Fikser mangaku bahwa kapanpun anak-anak muda itu bisa menyalurkan kreasi bakatnya.

Berdasarkan instruksi Wali Kota Eri Cahyadi, PD terkait bisa menyiapkan event khusus agar anak-anak muda bisa berkumpul di kawasan wisata Alun-Alun Surabaya.

"Pelaksanaannya tersebut tengah dibahas, hal ini untuk merespon besarnya animo masyarakat terkait fenomena Citayam Fashion Week (CFW) yang mulai diikuti anak-anak muda di Surabaya," jelasnya.

Dukungan pemkot ini dengan memberikan akses ruang publik di Kota Surabaya kepada semua lapisan masyarakat, agar bisa berkumpul dan berinteraksi bersama-sama.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Fikser berharap kegiatan tersebut tidak menimbulkan kerumunan, karena Kota Surabaya masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Maka, para petugas di kawasan wisata Tunjungan Romansa akan mengatur arus kegiatan.

"Bisa juga melakukan kegiatan tersebut saat Car Free Day (CFD), karena publik sudah mengetahui waktu dan lokasi kegiatan tersebut," ujar dia.

Terkait dengan penutupan Jalan Tunjungan setiap hari Sabtu, Fikser menerangkan bahwa hal itu sedang dibahas. Artinya, jika ada proses penutupan jalan, maka akan ada kajian lebih lanjut agar ada pengalihan lalu lintas dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk tetap memberikan ruang kepada anak-anak muda dalam menyalurkan kreasi bakatnya.

"Koordinasi dengan Dishub Kota Surabaya, sampai saat ini belum ada rencana penutupan jalan. Tapi kalau ada event, tentunya akan ada sosialisasi kepada publik tentang pengalihan arus lalu lintas," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.