Selasa, 21 Jul 2026 21:20 WIB

Awas! Pemkot Surabaya Siap Angkut Penggiat Fashion Week yang Berbusana Tak Sopan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Jul 2022 10:53 WIB
Petugas Satpol PP Surabaya saat berjaga di pedestria Jalan Tunjungan
Petugas Satpol PP Surabaya saat berjaga di pedestria Jalan Tunjungan

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak melarang atau membatasi aktivitas dan kreativias anak muda pada momen Fashion week yang dilakukan di Kawasan Tunjungan Romansa Surabaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan, warga Surabaya yang ingin berkegiatan fashion week di Tunjungan Romansa, harus mengutamakan norma sosial.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Tentunya, dengan menggunakan busana yang tetap mengutamakan norma sosial. Jika dia laki-laki maka bisa menggunakan busana yang sepantasnya dan tidak berlebihan," kata Fikser, Kamis (28/7/2022).

Fikser mengatakan bahwa Pemkot Surabaya telah memberikan ruang khusus untuk warga yang ingin menggelar fashion week. Salah satunya di Kawasan wisata Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya.

"Mereka juga bisa melakukan kreativitas di sepanjang pedestrian, agar tidak mengganggu aktivitas jalan umum atau tidak melakukan fashion show di zebra cros lagi,"jelasnya.

Menurutnya, fashion week di kawasan wisata Tunjungan Romansa bisa memanfaatkan pedestrian, agar tidak menimbulkan kemacetan bagi para pengguna jalan.

Sebab, pedestrian di sepanjang kawasan wisata Tunjungan Romansa memang berfungsi sebagai tempat untuk pejalan kaki dan berkesenian.

Kata dia, anak-anak muda bisa menyalurkan aktivitas dan kreativitasnya di pedestrian.

"Jadi tidak ada izin khusus, nanti akan dilakukan pengawasan untuk mengatur kenyamanan bagi para pejalan kaki. Pembubaran dilakukan jika ada pemanfaatan ruang publik yang mengganggu aktivitas orang lain," tegasnya.

Lebih lanjut Fikser menegaskan, apabila hal-hal tersebut masih terjadi di kawasan wisata Tunjungan Romansa, maka Satpol PP Surabaya akan langsung melakukan penertiban.

Hal ini dilakukan untuk menjaga norma sosial bermasyarakat, dengan tidak membatasi cara berekspresi anak-anak muda di Kota Pahlawan.

"Balai Pemuda tengah disiapkan, silahkan nanti melakukan kegiatan fashion week di kawasan Alun-Alun Kota Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi juga meminta kepada PD terkait untuk menyiapkan ruang tersebut. Mungkin akan disiapkan karpet merah bagi anak-anak muda untuk berekspresi di situ," ujarnya.

Nantinya, apabila terdapat anak-anak muda yang tidak mengedepankan norma sosial dan agama saat melakukan kegiatan fashion show di kawasan wisata Tunjungan Romansa, Pemkot akan langsung bertindak tegas untuk membubarkan, hingga dilakukan pembinaan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Kami tidak segan-segan membubarkan. Bahkan, akan kami secara tegas akan mengangkut mereka untuk dilakukan pembinaan dan pendampingan psikologis," ujarnya.

Tentunya, lanjut Fikser, akan ada treatment khusus, karena ini menjadi sorotan publik jika terdapat hal-hal yang bertentangan dengan norma sosial beragama.

Sedangkan untuk fasilitas di Balai Pemuda, Fikser mangaku bahwa kapanpun anak-anak muda itu bisa menyalurkan kreasi bakatnya.

Berdasarkan instruksi Wali Kota Eri Cahyadi, PD terkait bisa menyiapkan event khusus agar anak-anak muda bisa berkumpul di kawasan wisata Alun-Alun Surabaya.

"Pelaksanaannya tersebut tengah dibahas, hal ini untuk merespon besarnya animo masyarakat terkait fenomena Citayam Fashion Week (CFW) yang mulai diikuti anak-anak muda di Surabaya," jelasnya.

Dukungan pemkot ini dengan memberikan akses ruang publik di Kota Surabaya kepada semua lapisan masyarakat, agar bisa berkumpul dan berinteraksi bersama-sama.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Fikser berharap kegiatan tersebut tidak menimbulkan kerumunan, karena Kota Surabaya masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Maka, para petugas di kawasan wisata Tunjungan Romansa akan mengatur arus kegiatan.

"Bisa juga melakukan kegiatan tersebut saat Car Free Day (CFD), karena publik sudah mengetahui waktu dan lokasi kegiatan tersebut," ujar dia.

Terkait dengan penutupan Jalan Tunjungan setiap hari Sabtu, Fikser menerangkan bahwa hal itu sedang dibahas. Artinya, jika ada proses penutupan jalan, maka akan ada kajian lebih lanjut agar ada pengalihan lalu lintas dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk tetap memberikan ruang kepada anak-anak muda dalam menyalurkan kreasi bakatnya.

"Koordinasi dengan Dishub Kota Surabaya, sampai saat ini belum ada rencana penutupan jalan. Tapi kalau ada event, tentunya akan ada sosialisasi kepada publik tentang pengalihan arus lalu lintas," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter.