Wow! Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Surabaya Naik 24 Persen
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 27 Jul 2022 11:25 WIB
selalu.id - Kasus kekerasan serta pelecehan pada anak dan perempuan di Surabaya tercatat meningkat sebanyak 24 persen dalam kurun 2021-2022.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menyebut peningkatan kasus tersebut terjadi pada periode Januari-Juni.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto menjelaska,n diperiode Januari-Juni 2021 sebanyak 50 kasus yang terjadi.
"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 terdapat 66 kasus. Artinya meningkat 24 persen," kata Tomi, Rabu (27/7/2022).
Tomi menjelaskan, kasus kekerasan ataupun pelecehan anak dan perempuan tersebut meningkat karena adanya masa transisi dari kondisi pandemi ke new normal.
Menurutnya dimasa pandemi yang selama di periode dua tahun itu karena komunikasi dan pertemuan dibatasi. Kemudian, untuk saat ini masa transisi telah kembali normal.
"Ini pertemuan juga sudah tidak dibatasi. Adanya interaksi ini salah satu penyebab kasus pelecehan pada anak naik," kata Tomi.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Lebih lanjut Tomi menjelaskan, kasus kekerasan anak dan perempuan itu sering terjadi pada lingkungan rumah sekitar atau lebih sering terjadi tetangga rumah.
Untuk meminimalisir kejadian kekerasan pada anak, Tomi meminta RT/RW hingga kader Surabaya hebat (KSH) lebih peduli lagi terhadap lingkungannya.
"Gaya metropolis cuek, tidak mau tahu terhadap lingkungan dan tetangga yang harus dihilangkan. lebih care dengan permasalahan sosial yang ada di lingkungan masing-masing," jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Tomi juga mengungkapkan, selain lingkungan rumah sekitar. Pelaku pelecehan seksual biasanya berasal dari keluarga sendiri.
"Iya lingkungan sekitar (pelaku pelecehan), bisa tetangga, pihak keluarga mereka juga. Seperti kasus di Rangkah itu tetangga (pelaku) di depan," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi
URL : https://selalu.id/news-2270-wow-kasus-kekerasan-anak-dan-perempuan-di-surabaya-naik-24-persen
