Kamis, 23 Jul 2026 06:13 WIB

Wow! Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Surabaya Naik 24 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:25 WIB
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto

selalu.id - Kasus kekerasan serta pelecehan pada anak dan perempuan di Surabaya tercatat meningkat sebanyak 24 persen dalam kurun 2021-2022.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menyebut peningkatan kasus tersebut terjadi pada periode Januari-Juni.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto menjelaska,n diperiode Januari-Juni 2021 sebanyak 50 kasus yang terjadi.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 terdapat 66 kasus. Artinya meningkat 24 persen," kata Tomi, Rabu (27/7/2022).

Tomi menjelaskan, kasus kekerasan ataupun pelecehan anak dan perempuan tersebut meningkat karena adanya masa transisi dari kondisi pandemi ke new normal.

Menurutnya dimasa pandemi yang selama di periode dua tahun itu karena komunikasi dan pertemuan dibatasi. Kemudian, untuk saat ini masa transisi telah kembali normal.

"Ini pertemuan juga sudah tidak dibatasi. Adanya interaksi ini salah satu penyebab kasus pelecehan pada anak naik," kata Tomi.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Lebih lanjut Tomi menjelaskan, kasus kekerasan anak dan perempuan itu sering terjadi pada lingkungan rumah sekitar atau lebih sering terjadi tetangga rumah.

Untuk meminimalisir kejadian kekerasan pada anak, Tomi meminta RT/RW hingga kader Surabaya hebat (KSH) lebih peduli lagi terhadap lingkungannya.

"Gaya metropolis cuek, tidak mau tahu terhadap lingkungan dan tetangga yang harus dihilangkan. lebih care dengan permasalahan sosial yang ada di lingkungan masing-masing," jelasnya.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Tomi juga mengungkapkan, selain lingkungan rumah sekitar. Pelaku pelecehan seksual biasanya berasal dari keluarga sendiri.

"Iya lingkungan sekitar (pelaku pelecehan), bisa tetangga, pihak keluarga mereka juga. Seperti kasus di Rangkah itu tetangga (pelaku) di depan," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.