Kamis, 17 Sep 2026 07:51 WIB

Wow! Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Surabaya Naik 24 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:25 WIB
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto

selalu.id - Kasus kekerasan serta pelecehan pada anak dan perempuan di Surabaya tercatat meningkat sebanyak 24 persen dalam kurun 2021-2022.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menyebut peningkatan kasus tersebut terjadi pada periode Januari-Juni.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto menjelaska,n diperiode Januari-Juni 2021 sebanyak 50 kasus yang terjadi.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 terdapat 66 kasus. Artinya meningkat 24 persen," kata Tomi, Rabu (27/7/2022).

Tomi menjelaskan, kasus kekerasan ataupun pelecehan anak dan perempuan tersebut meningkat karena adanya masa transisi dari kondisi pandemi ke new normal.

Menurutnya dimasa pandemi yang selama di periode dua tahun itu karena komunikasi dan pertemuan dibatasi. Kemudian, untuk saat ini masa transisi telah kembali normal.

"Ini pertemuan juga sudah tidak dibatasi. Adanya interaksi ini salah satu penyebab kasus pelecehan pada anak naik," kata Tomi.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Lebih lanjut Tomi menjelaskan, kasus kekerasan anak dan perempuan itu sering terjadi pada lingkungan rumah sekitar atau lebih sering terjadi tetangga rumah.

Untuk meminimalisir kejadian kekerasan pada anak, Tomi meminta RT/RW hingga kader Surabaya hebat (KSH) lebih peduli lagi terhadap lingkungannya.

"Gaya metropolis cuek, tidak mau tahu terhadap lingkungan dan tetangga yang harus dihilangkan. lebih care dengan permasalahan sosial yang ada di lingkungan masing-masing," jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Tomi juga mengungkapkan, selain lingkungan rumah sekitar. Pelaku pelecehan seksual biasanya berasal dari keluarga sendiri.

"Iya lingkungan sekitar (pelaku pelecehan), bisa tetangga, pihak keluarga mereka juga. Seperti kasus di Rangkah itu tetangga (pelaku) di depan," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.