Senin, 02 Nov 2026 03:38 WIB

Wow! Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Surabaya Naik 24 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:25 WIB
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto

selalu.id - Kasus kekerasan serta pelecehan pada anak dan perempuan di Surabaya tercatat meningkat sebanyak 24 persen dalam kurun 2021-2022.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menyebut peningkatan kasus tersebut terjadi pada periode Januari-Juni.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Andriyanto menjelaska,n diperiode Januari-Juni 2021 sebanyak 50 kasus yang terjadi.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 terdapat 66 kasus. Artinya meningkat 24 persen," kata Tomi, Rabu (27/7/2022).

Tomi menjelaskan, kasus kekerasan ataupun pelecehan anak dan perempuan tersebut meningkat karena adanya masa transisi dari kondisi pandemi ke new normal.

Menurutnya dimasa pandemi yang selama di periode dua tahun itu karena komunikasi dan pertemuan dibatasi. Kemudian, untuk saat ini masa transisi telah kembali normal.

"Ini pertemuan juga sudah tidak dibatasi. Adanya interaksi ini salah satu penyebab kasus pelecehan pada anak naik," kata Tomi.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Lebih lanjut Tomi menjelaskan, kasus kekerasan anak dan perempuan itu sering terjadi pada lingkungan rumah sekitar atau lebih sering terjadi tetangga rumah.

Untuk meminimalisir kejadian kekerasan pada anak, Tomi meminta RT/RW hingga kader Surabaya hebat (KSH) lebih peduli lagi terhadap lingkungannya.

"Gaya metropolis cuek, tidak mau tahu terhadap lingkungan dan tetangga yang harus dihilangkan. lebih care dengan permasalahan sosial yang ada di lingkungan masing-masing," jelasnya.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Tomi juga mengungkapkan, selain lingkungan rumah sekitar. Pelaku pelecehan seksual biasanya berasal dari keluarga sendiri.

"Iya lingkungan sekitar (pelaku pelecehan), bisa tetangga, pihak keluarga mereka juga. Seperti kasus di Rangkah itu tetangga (pelaku) di depan," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.