Selasa, 03 Feb 2026 10:24 WIB

Ini Penjelasan Pakar Kimia ITS Soal Kemungkinan Meledaknya Tabung APAR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:08 WIB
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyebut, proses pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa membahayakan atau terjadi ledakan jika tabung sudah tidak layak serta mengisi melebihi kapasitas.

Pakar Kimia atau Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Fredy Kurniawan, mengatakan bahwa pada dasarnya isi APAR menggunakan bahan yang tidak mudah meledak.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Kalau mudah meledak kan kebakarannya tambah parah," kata Fredy, saat dihubungi selalu.id, Rabu (27/7/2022).

Prof Fredy menjelaskan, saat pengisian APAR itu dengan gas inert atau campuran gas dengan kadar kandungan oksigen rendah masuk kedalam tabung untuk memberikan tekanan.

"Tabung tidak kuat. Maka terjadilah ledakan akibat tekanan yang melebihi kekuatan tabung penyimpanannya," jelasnya.

Menurutnya, pengisian APAR maksimal tekanan pada tabung pada umumnya 15-20 bar. Sehingga, harus dicek sebelum dilakukan pengisian kembali.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Tabung yang di isi harus dicek sebelum direfiil apakah kondisinya masih baik,"tuturnya.

Lebih lanjut Prof Fredy menjelaskan, setiap tabung mempunyai pengisian tekanan maksimal. Ia menyebut, apabila tabung tersebut meledak ada dua kemungkinan, yakni pengisian yang berlebihan dan tabung yang sudah tidak layak.

"Kalau tabung baru dan pas diisi meledak, maka ada kemungkinan tekanan yang diberikan melebihi kemampuan tabung. Atau ada kemungkinan tabungnya cacat. Tidak sekuat yang seharusnya," jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Atau memang tabung ini mengalami kerusakan karena pemakaian sehingga tidak sekuat seharusnya. Dalam kasus ini tabung sebelum diisi harus dipastikan dulu dalam kondisi baik,"pungkasnya.

Tercatat dua peristiwa APAR meledak di Surabaya yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang terluka.

Kejadian pertama pada pada Kamis (14/7/2022) yang terjadi di CV Mandiri Arta, Jalan Lebak Jaya Utara 3, Kelurahan Dukuh Setro. Peristiwa ini menewaskan satu orang pekerja. Kedua peristiwa pada Selasa (19/7/2022) di Kedidinding Lor yang mengakibatkan dua orang terluka. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.