Kamis, 23 Jul 2026 05:16 WIB

Ini Penjelasan Pakar Kimia ITS Soal Kemungkinan Meledaknya Tabung APAR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:08 WIB
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyebut, proses pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa membahayakan atau terjadi ledakan jika tabung sudah tidak layak serta mengisi melebihi kapasitas.

Pakar Kimia atau Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Fredy Kurniawan, mengatakan bahwa pada dasarnya isi APAR menggunakan bahan yang tidak mudah meledak.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Kalau mudah meledak kan kebakarannya tambah parah," kata Fredy, saat dihubungi selalu.id, Rabu (27/7/2022).

Prof Fredy menjelaskan, saat pengisian APAR itu dengan gas inert atau campuran gas dengan kadar kandungan oksigen rendah masuk kedalam tabung untuk memberikan tekanan.

"Tabung tidak kuat. Maka terjadilah ledakan akibat tekanan yang melebihi kekuatan tabung penyimpanannya," jelasnya.

Menurutnya, pengisian APAR maksimal tekanan pada tabung pada umumnya 15-20 bar. Sehingga, harus dicek sebelum dilakukan pengisian kembali.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Tabung yang di isi harus dicek sebelum direfiil apakah kondisinya masih baik,"tuturnya.

Lebih lanjut Prof Fredy menjelaskan, setiap tabung mempunyai pengisian tekanan maksimal. Ia menyebut, apabila tabung tersebut meledak ada dua kemungkinan, yakni pengisian yang berlebihan dan tabung yang sudah tidak layak.

"Kalau tabung baru dan pas diisi meledak, maka ada kemungkinan tekanan yang diberikan melebihi kemampuan tabung. Atau ada kemungkinan tabungnya cacat. Tidak sekuat yang seharusnya," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Atau memang tabung ini mengalami kerusakan karena pemakaian sehingga tidak sekuat seharusnya. Dalam kasus ini tabung sebelum diisi harus dipastikan dulu dalam kondisi baik,"pungkasnya.

Tercatat dua peristiwa APAR meledak di Surabaya yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang terluka.

Kejadian pertama pada pada Kamis (14/7/2022) yang terjadi di CV Mandiri Arta, Jalan Lebak Jaya Utara 3, Kelurahan Dukuh Setro. Peristiwa ini menewaskan satu orang pekerja. Kedua peristiwa pada Selasa (19/7/2022) di Kedidinding Lor yang mengakibatkan dua orang terluka. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.