Senin, 07 Sep 2026 01:40 WIB

Ini Penjelasan Pakar Kimia ITS Soal Kemungkinan Meledaknya Tabung APAR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:08 WIB
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyebut, proses pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa membahayakan atau terjadi ledakan jika tabung sudah tidak layak serta mengisi melebihi kapasitas.

Pakar Kimia atau Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Fredy Kurniawan, mengatakan bahwa pada dasarnya isi APAR menggunakan bahan yang tidak mudah meledak.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Kalau mudah meledak kan kebakarannya tambah parah," kata Fredy, saat dihubungi selalu.id, Rabu (27/7/2022).

Prof Fredy menjelaskan, saat pengisian APAR itu dengan gas inert atau campuran gas dengan kadar kandungan oksigen rendah masuk kedalam tabung untuk memberikan tekanan.

"Tabung tidak kuat. Maka terjadilah ledakan akibat tekanan yang melebihi kekuatan tabung penyimpanannya," jelasnya.

Menurutnya, pengisian APAR maksimal tekanan pada tabung pada umumnya 15-20 bar. Sehingga, harus dicek sebelum dilakukan pengisian kembali.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Tabung yang di isi harus dicek sebelum direfiil apakah kondisinya masih baik,"tuturnya.

Lebih lanjut Prof Fredy menjelaskan, setiap tabung mempunyai pengisian tekanan maksimal. Ia menyebut, apabila tabung tersebut meledak ada dua kemungkinan, yakni pengisian yang berlebihan dan tabung yang sudah tidak layak.

"Kalau tabung baru dan pas diisi meledak, maka ada kemungkinan tekanan yang diberikan melebihi kemampuan tabung. Atau ada kemungkinan tabungnya cacat. Tidak sekuat yang seharusnya," jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Atau memang tabung ini mengalami kerusakan karena pemakaian sehingga tidak sekuat seharusnya. Dalam kasus ini tabung sebelum diisi harus dipastikan dulu dalam kondisi baik,"pungkasnya.

Tercatat dua peristiwa APAR meledak di Surabaya yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang terluka.

Kejadian pertama pada pada Kamis (14/7/2022) yang terjadi di CV Mandiri Arta, Jalan Lebak Jaya Utara 3, Kelurahan Dukuh Setro. Peristiwa ini menewaskan satu orang pekerja. Kedua peristiwa pada Selasa (19/7/2022) di Kedidinding Lor yang mengakibatkan dua orang terluka. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.