Jumat, 23 Okt 2026 22:17 WIB

Ini Penjelasan Pakar Kimia ITS Soal Kemungkinan Meledaknya Tabung APAR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Jul 2022 11:08 WIB
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa
Jenis-jenis tabung APAR. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyebut, proses pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa membahayakan atau terjadi ledakan jika tabung sudah tidak layak serta mengisi melebihi kapasitas.

Pakar Kimia atau Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Fredy Kurniawan, mengatakan bahwa pada dasarnya isi APAR menggunakan bahan yang tidak mudah meledak.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

"Kalau mudah meledak kan kebakarannya tambah parah," kata Fredy, saat dihubungi selalu.id, Rabu (27/7/2022).

Prof Fredy menjelaskan, saat pengisian APAR itu dengan gas inert atau campuran gas dengan kadar kandungan oksigen rendah masuk kedalam tabung untuk memberikan tekanan.

"Tabung tidak kuat. Maka terjadilah ledakan akibat tekanan yang melebihi kekuatan tabung penyimpanannya," jelasnya.

Menurutnya, pengisian APAR maksimal tekanan pada tabung pada umumnya 15-20 bar. Sehingga, harus dicek sebelum dilakukan pengisian kembali.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

"Tabung yang di isi harus dicek sebelum direfiil apakah kondisinya masih baik,"tuturnya.

Lebih lanjut Prof Fredy menjelaskan, setiap tabung mempunyai pengisian tekanan maksimal. Ia menyebut, apabila tabung tersebut meledak ada dua kemungkinan, yakni pengisian yang berlebihan dan tabung yang sudah tidak layak.

"Kalau tabung baru dan pas diisi meledak, maka ada kemungkinan tekanan yang diberikan melebihi kemampuan tabung. Atau ada kemungkinan tabungnya cacat. Tidak sekuat yang seharusnya," jelasnya.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

"Atau memang tabung ini mengalami kerusakan karena pemakaian sehingga tidak sekuat seharusnya. Dalam kasus ini tabung sebelum diisi harus dipastikan dulu dalam kondisi baik,"pungkasnya.

Tercatat dua peristiwa APAR meledak di Surabaya yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang terluka.

Kejadian pertama pada pada Kamis (14/7/2022) yang terjadi di CV Mandiri Arta, Jalan Lebak Jaya Utara 3, Kelurahan Dukuh Setro. Peristiwa ini menewaskan satu orang pekerja. Kedua peristiwa pada Selasa (19/7/2022) di Kedidinding Lor yang mengakibatkan dua orang terluka. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.