Begini Kronologi Pesawat Citilink Mendarat Darurat hingga Pilot Meninggal Dunia
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 21 Jul 2022 15:19 WIB
selalu.id - Pilot pesawat Citilink yang meninggal sempat mendapatkan perawatan medis usai mendarat darurat di Bandara Juanda dengan membatalkan penerbangan tujuan Makasar.
Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG307 rute Surabaya-Makasar batal terbang karena pilot mendadak sakit. Pesawat diputuskan kembali ke Bandara Juanda, Sidoarjo. Pilot bernama Boy Awalia (48) tersebut dinyatakan meninggal dunia saat dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Sidoarjo.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Humas Bandara Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro, menyampaikan kronologi Pilot tersebut mendadak sakit saat Pesawat lepas landas dari Bandara Juanda pukul 06.10 WIB. Pesawat tersebut pada pukul 06.22 WIB, meminta recues emergency landing ke tower dengan reason pilit incapacity atau pilot sakit di didalam pesawat).
"Sesuai prosesur, tim ARFF menyiapkan kendaraan dan SOP penanganan emergency landing. Tim ARFF dan ambulance KKP standby di parking stand 6. Pesawat mendarat kembali pukul 06.56 WIB," kata Yuristo, saat dihubungi selalu.id.
Yuristo menyampaikan, saat pesawat mendarat, pilot langusng dievakuasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Lalu, sejumlah 171 penumpang turun kembali ke ruang tunggu untuk diterbangkan menggunakan pesawat ex Surabaya-Samarinda (AAP-SUB) dan telah take off pukul 10.58 WIB dengan lancar," jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KKP Kelas I Surabaya, dr Acub Zainal mengatakan, pihaknya mendapat keterangan staf lapangan yang menghandle pilot tersebut, bahwa tidak dirasakan denyut nadi saat pengecekan awal.
"Info dari staf lapangan yg menghandle awal, nadi yang bersangkutan sudah tidak bisa teraba,"jelas Acub.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Acub mengaku belum mengetahui penyakit dan penyebab pilot tersebut meninggal. Menurutnya untuk menentukan penyebab kematian, membutuhkan proses lebih lanjut.
"Untuk tahu pasti penyebab kematian tentu butuh proses yg lebih dalam dan lanjut, seperti misalnya otopsi,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi