Selasa, 03 Feb 2026 07:54 WIB

Ada Indikasi Pelanggaran Perpres dan LKPP di LPSE Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Jul 2022 10:25 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Ada temuan indikasi pelanggaran aturan yang dilakukan oleh pokja panitia lelang di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya). Pelanggaran tersebut menyalahi aturan Perpres 16 tahun 2018 dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor nomor 12 tahun 2021.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun selalu.id, panitia lelang (LPSE) Pemkot Surabaya memenangkan tender satu rekanan (CV) yang tidak memiliki rekam jejak pengalaman atau biasa disebut nol pengalaman dengan nilai tender melebihi aturan Perpres dan LKPP.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Disebutkan dalam aturan Perpres 16 tahun 2018 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui penyedia, bahwa rekanan yang belum memiliki pengalaman hanya boleh mengakses atau mengambil tender dengan nilai tak lebih dari Rp 2,5 miliar atau 50 persen diatas nilai pengalaman pekerjaan pertama.

Tak tanggung-tanggung, salah satu CV rekanan Pemkot Surabaya ini dimenangkan 4 tender sekaligus dalam satu putaran dengan nilai melebihi dari aturan. Salah satu tendernya adalah pengerjaan saluran U-Ditch di kawasan Surabaya barat dengan nilai Rp 7 miliar lebih.

LPSE milik Pemkot Surabaya ini seringkali bermasalah, diantaranya susah diakses saat penawaran tender, penundaan pengumuman pemenang hingga pembatalan pemenang.

Karut-marut LPSE di lingkungan Pemkot Surabaya ini menjadi catatan dan perhatian DPRD Surabaya. Sebelumnya Komisi A DPRD Surabaya telah memanggil bagian Administrasi Pembangunan (Adpem), dinas yang membawahi LPSE terkait evaluasi proses pengadaan barang dan jasa tahun 2021.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni menyayangkan kinerja OPD Pemkot Surabaya khususnya terkait LPSE yang dianggap kurang profesional dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Patut disayangkan jika memang seperti itu. Harusnya kinerja OPD Pemkot Surabaya lebih profesional dan bisa menjadi percontohan untuk daerah lain," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/7/2022).

Toni, sapaan akrab Arif Fathoni menyebut semangat dan kinerja yang ditunjukan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk membawa Surabaya menjadi lebih baik dalam hal pembangunan, kesejahteraan serta pelayanan kepada masyarakat, harus juga diikuti dengan kinerja perangkatnya yang maksimal.

"Kita tahu, Pak Eri Cahyadi bekerja sangat keras untuk memberi yang terbaik bagi Surabaya. Hal ini harus dijadikan acuan oleh OPD untuk lebih memotivasi kinerjanya lagi. Terlebih ada kesepakatan kerja yang menuntut hasil kinerja OPD lebih baik lagi dalam melayani masyarakat," keluhnya.

Toni mengkhawatirkan adanya ketimpangan antara kinerja Wali Kota yang keras dan tak kenal lelah tanpa didukung kualitas OPD yang mumpuni.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Kasihan Pak Wali (Wali Kota Eri) jika perangkat dibawahnya tidak mendukung dengan kinerja yang bagus pula," jelasnya.

Menyikapi hal ini, Toni menyebut siap memanggil OPD bersangkutan (Pokja LPSE Surabaya) untuk mempertanyakan adanya temuan ini.

"Kalau itu bertujuan untuk kemajuan dan kemakmuran Surabaya, kita siap memanggil," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.