Rabu, 22 Jul 2026 09:53 WIB

Khilafatul Muslimin Ikrar Setia NKRI, Wali Kota Eri: Kita Berikan Pekerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jun 2022 17:33 WIB
Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat
Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat

selalu.id - Sebanyak 300 warga Khilafatul Muslimin Surabaya Raya menegaskan untuk menjunjung tinggi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka mengikuti deklarasi kebangsaan bersama yang digelar Forkopimda di Balai Pemuda, Surabaya, Rabu (30/6/2022).

Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat, menyampaikan bahwa dengan digelarnya deklarasi kebangsaan ini, pihaknya membuktikan bahwa khilafatul muslimin bukanlah negara, melainkan jamaah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Kita juga bukan ideologi tapi ajaran (islam).
Khilafatul muslimin ini bukan kembali ke NKRI Kami dari dulu sejak diumatkan kealipahan 18 juli 1997 itu kami menjunjung tinggi pncasila dan uu dasar itu karena kami hidup disini,"kata Khoiri.

Khoiri menegaskan, karena Khilafatul Muslimin hidup di Negara Indonesia, pihaknya menjunjung tinggi Pancasila. Begitu pula, warga Khilafatul yang hidup di negara lain. Misalnya di Malaysia akan menjunjung dasar negeranya.

"Warga khilafah yang hidup di jepang atau dimana-mana akan menjunjung sesuai negara,"jelasnya.

"Justru kaum khilafah ini melaksanakan ajaran Islam ini karena pingin negeri kami ini diberkahi oleh Allah,"imbuhnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan, Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya akan membina warga Khilafatul Muslimin yang juga bagian dari masyarakat Surabaya. Pihaknya memberi pekerjaan, seperti warga Surabaya lainnya.

"Kita tak hanya memberikan deklarasi langsung selesai. Ketika sebagian dari mereka masuk kedalam Masyarakat Penghasilan Rendah (MBR). Yang terus kita berikan pekerjaan sama seperti warga surabaya lainnya,"ujarnya.

Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya tidak memberlakukan berbeda. Sebab, pihak Khilafatul Muslimin menyampaikan bahwa mereka menjunjung tinggi pancasila dan NKRI

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kita pantau terus karena sebenarnya ajaran itupun adalah ajaran yang asnamul jannah. Tadi juga ada NU dan Muhammadiyah untuk memastikan itu,"pungkasnya.

Deklarasi ini dihadiri oleh Forkopimda Jatim, di antaranya Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Ketua MUI Jatim dan sejumlah toko agama. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.