Sabtu, 06 Jun 2026 08:50 WIB

Khilafatul Muslimin Ikrar Setia NKRI, Wali Kota Eri: Kita Berikan Pekerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jun 2022 17:33 WIB
Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat
Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat

selalu.id - Sebanyak 300 warga Khilafatul Muslimin Surabaya Raya menegaskan untuk menjunjung tinggi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka mengikuti deklarasi kebangsaan bersama yang digelar Forkopimda di Balai Pemuda, Surabaya, Rabu (30/6/2022).

Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat, menyampaikan bahwa dengan digelarnya deklarasi kebangsaan ini, pihaknya membuktikan bahwa khilafatul muslimin bukanlah negara, melainkan jamaah.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

"Kita juga bukan ideologi tapi ajaran (islam).
Khilafatul muslimin ini bukan kembali ke NKRI Kami dari dulu sejak diumatkan kealipahan 18 juli 1997 itu kami menjunjung tinggi pncasila dan uu dasar itu karena kami hidup disini,"kata Khoiri.

Khoiri menegaskan, karena Khilafatul Muslimin hidup di Negara Indonesia, pihaknya menjunjung tinggi Pancasila. Begitu pula, warga Khilafatul yang hidup di negara lain. Misalnya di Malaysia akan menjunjung dasar negeranya.

"Warga khilafah yang hidup di jepang atau dimana-mana akan menjunjung sesuai negara,"jelasnya.

"Justru kaum khilafah ini melaksanakan ajaran Islam ini karena pingin negeri kami ini diberkahi oleh Allah,"imbuhnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan, Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya akan membina warga Khilafatul Muslimin yang juga bagian dari masyarakat Surabaya. Pihaknya memberi pekerjaan, seperti warga Surabaya lainnya.

"Kita tak hanya memberikan deklarasi langsung selesai. Ketika sebagian dari mereka masuk kedalam Masyarakat Penghasilan Rendah (MBR). Yang terus kita berikan pekerjaan sama seperti warga surabaya lainnya,"ujarnya.

Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya tidak memberlakukan berbeda. Sebab, pihak Khilafatul Muslimin menyampaikan bahwa mereka menjunjung tinggi pancasila dan NKRI

Baca Juga: Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

"Kita pantau terus karena sebenarnya ajaran itupun adalah ajaran yang asnamul jannah. Tadi juga ada NU dan Muhammadiyah untuk memastikan itu,"pungkasnya.

Deklarasi ini dihadiri oleh Forkopimda Jatim, di antaranya Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Ketua MUI Jatim dan sejumlah toko agama. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.