Rabu, 04 Feb 2026 13:54 WIB

Khilafatul Muslimin Ikrar Setia NKRI, Wali Kota Eri: Kita Berikan Pekerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jun 2022 17:33 WIB
Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat
Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat

selalu.id - Sebanyak 300 warga Khilafatul Muslimin Surabaya Raya menegaskan untuk menjunjung tinggi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka mengikuti deklarasi kebangsaan bersama yang digelar Forkopimda di Balai Pemuda, Surabaya, Rabu (30/6/2022).

Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat, menyampaikan bahwa dengan digelarnya deklarasi kebangsaan ini, pihaknya membuktikan bahwa khilafatul muslimin bukanlah negara, melainkan jamaah.

Baca Juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

"Kita juga bukan ideologi tapi ajaran (islam).
Khilafatul muslimin ini bukan kembali ke NKRI Kami dari dulu sejak diumatkan kealipahan 18 juli 1997 itu kami menjunjung tinggi pncasila dan uu dasar itu karena kami hidup disini,"kata Khoiri.

Khoiri menegaskan, karena Khilafatul Muslimin hidup di Negara Indonesia, pihaknya menjunjung tinggi Pancasila. Begitu pula, warga Khilafatul yang hidup di negara lain. Misalnya di Malaysia akan menjunjung dasar negeranya.

"Warga khilafah yang hidup di jepang atau dimana-mana akan menjunjung sesuai negara,"jelasnya.

"Justru kaum khilafah ini melaksanakan ajaran Islam ini karena pingin negeri kami ini diberkahi oleh Allah,"imbuhnya.

Baca Juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan, Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya akan membina warga Khilafatul Muslimin yang juga bagian dari masyarakat Surabaya. Pihaknya memberi pekerjaan, seperti warga Surabaya lainnya.

"Kita tak hanya memberikan deklarasi langsung selesai. Ketika sebagian dari mereka masuk kedalam Masyarakat Penghasilan Rendah (MBR). Yang terus kita berikan pekerjaan sama seperti warga surabaya lainnya,"ujarnya.

Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya tidak memberlakukan berbeda. Sebab, pihak Khilafatul Muslimin menyampaikan bahwa mereka menjunjung tinggi pancasila dan NKRI

Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

"Kita pantau terus karena sebenarnya ajaran itupun adalah ajaran yang asnamul jannah. Tadi juga ada NU dan Muhammadiyah untuk memastikan itu,"pungkasnya.

Deklarasi ini dihadiri oleh Forkopimda Jatim, di antaranya Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Ketua MUI Jatim dan sejumlah toko agama. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.