Rabu, 22 Jul 2026 17:58 WIB

Viral Video Sapi Bergelimpangan di RPH Surabaya, Virus PMK?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Jun 2022 14:10 WIB
Screenshoot video yang beredar
Screenshoot video yang beredar

selalu.id - Beredar video yang menjadi viral di media sosial terkait sejumlah sapi yang tergeletak di kandang Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya. Diduga sapi tersebut terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berasal dari Pujon Malang.

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @indra_awidiya. Nampak beberapa ekor sapi tergeletak di lantai seperti tidak mampu berdiri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Lokasi di RPH pegirian surabaya. Sapi perah bergelimpangan, infonya cuma dibeli jagal dengan harga 2-5 juta per ekor. Kebanyakan sapi-sapi pmk dari Pujon-Ngantang. Penghasilan mereka ya dari sapi perah, kalo udah gini artinya mereka kehilangan penghasilan. Ibarat PHK besar-besaran,"kata akun twitter tersebut yang diunggah, Selasa (7/6/2022).

Menanggapi hal tersebut, Direktur RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho membantah video viral itu. Ia mengaku tidak ada gejala klinis penyakit PMK terhadap sapi-sapi yang ada di video itu

"Kondisi sapi 'ambruk' di video itu karena sapi sudah tua, tidak produktif, dan kondisinya tidak bisa berjalan. Sehingga begitu datang ke RPH langsung masuk di ruang potong hewan, dan siap dipotong," kata Fajar saat dikonfirmasi, Sabtu (10/6/2022).

Fajar menjelaskan bahwa sapi-sapi perah tersebut tidak semua langsung dipotong. Sehingga, beberapa diantaranya terlihat ambruk dan tergeletak di lantai.

"Video itu yang diframe seolah-olah sapi di RPH lemas terkena virus PMK. Padahal bukan,"tegasnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Kata dia, saat ini kondisi kandang yang ada sapi-sapi perah yang ambruk itu sekarang sudah tidak ada. Sebab aturan RPH melarang sapi tersebut berada di tempat pemotongan, kecuali siap dipotong.

"Sapi itu yang mendatangkan jagal, bukan milik RPH. Sapi perah boleh dipotong asalkan sudah afkir, sudah tua, tidak produktif dan tidak bisa diperah susunya,"jelasnya.

Lebih lanjut Fajar menyampaikan, RPH Surabaya juga melakukan pembersihan rutin juga dilakukan sesuai prosedur. termasuk penyemprotan disinfektan di ruang potong, tempat pencacahan daging, saluran pembuangan, dan kandang

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Hal itu sebagai upaya meningkatkan bio safety dan bio security untuk mencegah masuknya virus PMK di lingkungan RPH Kota Surabaya,"terangnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebenarnya video viral tersebut mengingatkan pemilik untuk mengeluarkan sapi di ruang pemotongan sapi.

"Video aslinya sebenarnya untuk mengingatkan pemilik sapi untuk mengeluarkan sapi-sapinya dari ruang potong. Tapi dimanfaatkan,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.