Kamis, 22 Okt 2026 18:18 WIB

Ini Oknum Pejabat Satpol PP Surabaya Penjual Barang-barang Hasil Razia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jun 2022 21:37 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana

selalu.id - Polrestabes Surabaya menyebut bahwa sementara masih satu orang berisinial FE, dari Satpol PP yang diduga terlibat menjual barang hasil penertiban di gudang Satpol PP.

"Sesuai laporan dari Kasatpol PP Surabaya, saat ini sementara yang diduga itu FE," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana, saat ditemui selalu.id, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mirzal menyampaikan, tidak hanya FE terlibat. Namun, ada beberapa warga sipil yang ikut terlibat dalam mengangkut barang-barang hasil penertiban tersebut.

"Ada beberapa orang sipil terlibat disitu yang melakukan pengangkut 3-4 orang. Sedang kita dalami diduga mengangkut barang-barang itu. Kita proses pendataan dan sinkronisasi data dengan satpol PP,"ujar Mirzal.

Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan lebih dalam, dari 3-4 orang untuk diminta keterangan. Sehingga, masih mengambil data maupun barang bukti.

" Saya utus penyidik. Untuk TKP sambil mengambil data-data, register hingga barang bukti. Ataupun hasil tangkapan Satpol PP,"ucapnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Lebih lanjut Mirzal menyampaikan, dugaan yang menjual barang-barang hasil penertiban di gudang Satpol PP Surabaya, Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, itu sudah dilaporkan sejak 2 Juni 2022 lalu.

"Diduga Barang-barang yang dicuri itu adalah potongan besi. Terduga pelaku membawa 2 truk untuk mengangkut besi-besi potongan itu, niatnya mau dijual. Eh keburu ketahuan dari teman-teman satpol PP,"terangnya.

Kata dia, Polrestabes Surabaya juga telah koordinasi kepada Satpol PP terkait pengelolaan barang bukti. Sehingga, pihaknya mudah untuk mencatat data-data tersebut.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Itu mungkin besi-besi PKL yang disimpan di gudang, yang belum diambil. Besi-besi dalam bentuk potong-potong. Tadi penyidik sudah berkoordinasi terkait penjelasan barang-barang yang hilang,"jelasnya.

Ia menambahkan, apabila barang-barang yang diduga dijual oleh oknum Satpol PP sudah dilaporkan dan itu milik negara. Mirzal menyebut itu bisa indikasi korupsi.

"Korupsi bisa jadi, ada kerugian negara. Ada indikasi korupsi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.