Kamis, 23 Jul 2026 17:56 WIB

Ini Oknum Pejabat Satpol PP Surabaya Penjual Barang-barang Hasil Razia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jun 2022 21:37 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana

selalu.id - Polrestabes Surabaya menyebut bahwa sementara masih satu orang berisinial FE, dari Satpol PP yang diduga terlibat menjual barang hasil penertiban di gudang Satpol PP.

"Sesuai laporan dari Kasatpol PP Surabaya, saat ini sementara yang diduga itu FE," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana, saat ditemui selalu.id, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Demo di Kejati Jatim, Aliansi Madura Indonesia Desak Mantan Jampidsus Segera Diadili dan Dimiskinkan

Mirzal menyampaikan, tidak hanya FE terlibat. Namun, ada beberapa warga sipil yang ikut terlibat dalam mengangkut barang-barang hasil penertiban tersebut.

"Ada beberapa orang sipil terlibat disitu yang melakukan pengangkut 3-4 orang. Sedang kita dalami diduga mengangkut barang-barang itu. Kita proses pendataan dan sinkronisasi data dengan satpol PP,"ujar Mirzal.

Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan lebih dalam, dari 3-4 orang untuk diminta keterangan. Sehingga, masih mengambil data maupun barang bukti.

" Saya utus penyidik. Untuk TKP sambil mengambil data-data, register hingga barang bukti. Ataupun hasil tangkapan Satpol PP,"ucapnya.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Lebih lanjut Mirzal menyampaikan, dugaan yang menjual barang-barang hasil penertiban di gudang Satpol PP Surabaya, Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, itu sudah dilaporkan sejak 2 Juni 2022 lalu.

"Diduga Barang-barang yang dicuri itu adalah potongan besi. Terduga pelaku membawa 2 truk untuk mengangkut besi-besi potongan itu, niatnya mau dijual. Eh keburu ketahuan dari teman-teman satpol PP,"terangnya.

Kata dia, Polrestabes Surabaya juga telah koordinasi kepada Satpol PP terkait pengelolaan barang bukti. Sehingga, pihaknya mudah untuk mencatat data-data tersebut.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Itu mungkin besi-besi PKL yang disimpan di gudang, yang belum diambil. Besi-besi dalam bentuk potong-potong. Tadi penyidik sudah berkoordinasi terkait penjelasan barang-barang yang hilang,"jelasnya.

Ia menambahkan, apabila barang-barang yang diduga dijual oleh oknum Satpol PP sudah dilaporkan dan itu milik negara. Mirzal menyebut itu bisa indikasi korupsi.

"Korupsi bisa jadi, ada kerugian negara. Ada indikasi korupsi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.