Senin, 07 Sep 2026 14:58 WIB

Ini Oknum Pejabat Satpol PP Surabaya Penjual Barang-barang Hasil Razia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jun 2022 21:37 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana

selalu.id - Polrestabes Surabaya menyebut bahwa sementara masih satu orang berisinial FE, dari Satpol PP yang diduga terlibat menjual barang hasil penertiban di gudang Satpol PP.

"Sesuai laporan dari Kasatpol PP Surabaya, saat ini sementara yang diduga itu FE," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Mualana, saat ditemui selalu.id, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Mirzal menyampaikan, tidak hanya FE terlibat. Namun, ada beberapa warga sipil yang ikut terlibat dalam mengangkut barang-barang hasil penertiban tersebut.

"Ada beberapa orang sipil terlibat disitu yang melakukan pengangkut 3-4 orang. Sedang kita dalami diduga mengangkut barang-barang itu. Kita proses pendataan dan sinkronisasi data dengan satpol PP,"ujar Mirzal.

Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan lebih dalam, dari 3-4 orang untuk diminta keterangan. Sehingga, masih mengambil data maupun barang bukti.

" Saya utus penyidik. Untuk TKP sambil mengambil data-data, register hingga barang bukti. Ataupun hasil tangkapan Satpol PP,"ucapnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Lebih lanjut Mirzal menyampaikan, dugaan yang menjual barang-barang hasil penertiban di gudang Satpol PP Surabaya, Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, itu sudah dilaporkan sejak 2 Juni 2022 lalu.

"Diduga Barang-barang yang dicuri itu adalah potongan besi. Terduga pelaku membawa 2 truk untuk mengangkut besi-besi potongan itu, niatnya mau dijual. Eh keburu ketahuan dari teman-teman satpol PP,"terangnya.

Kata dia, Polrestabes Surabaya juga telah koordinasi kepada Satpol PP terkait pengelolaan barang bukti. Sehingga, pihaknya mudah untuk mencatat data-data tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Itu mungkin besi-besi PKL yang disimpan di gudang, yang belum diambil. Besi-besi dalam bentuk potong-potong. Tadi penyidik sudah berkoordinasi terkait penjelasan barang-barang yang hilang,"jelasnya.

Ia menambahkan, apabila barang-barang yang diduga dijual oleh oknum Satpol PP sudah dilaporkan dan itu milik negara. Mirzal menyebut itu bisa indikasi korupsi.

"Korupsi bisa jadi, ada kerugian negara. Ada indikasi korupsi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.