Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrim dan Gelombang Tinggi di Pesisir Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mei 2022 14:26 WIB

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya, memperingatkan adanya cuaca ekstrim di Wilayah pesisir Jawa Timur.

Koordinator Prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan, pihaknya telah menerbitkan perkiraan muncul gelombang dengan ketinggian 1,5 - 2 meter, sekaligus dibarengi hujan dengan intesitas lebat disertai petir diwilayah pesisir Jatim.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Ady menyampaikan, fenomena tersebut diperkirakan terjadi lantaran suhu hangat hingga lebih dari 27 derajat celcius yang ada di permukaan air laut Jawa Timur. akhirnya memunculkan banyak penguapan air laut.

"Sehingga, banyak terbentuk awan-awan rendah. Ada kalanya dibarengi kondisi cuaca yang signifikan, seperti hujan (lebat)," kata Ady, Selasa (24/5/2022).

Untuk intensitas hujan tersebut, disebabkan oleh tipikal comulunimbus. Ady menyampaikan, hujan lebat saat pasang air laut di wilayah perairan Jawa Timur terjadi dalam waktu yang singkat.

"Memang tipikal awan-awannya comulunimbus, hujannya lebat kemudian disertai petir. Namun, durasinya singkat, gak sampai 45 menit berhenti," ujarnya.

Lebih lanjut Ady menjelaskan, penyebab kemunculan gelombang setinggi 1,5-2 meter diakibatkan kencangnya hembusan angin yang diperkirakan bisa mencapai kecepatan 15-30 knot.

"Sehingga memicu ketinggian gelombang di Laut Jawa," jelasnya.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Bahkan, gelombang pasang tersebut juga diperkirakan muncul di perairan Selat Madura dengan tinggi 1,25 meter. Sebab, angin dari arah timur berhembus cukup kencang.

"Jadi, hampir sejajar dengan Laut Jawa. Itu yang memicu kenaikan gelombang cukup tinggi di wilayah perairan Jawa Timur," jelasnya.

Angin dengan ketinggian gelombang, lanjut dia, memiliki posisi saling liner. Sehingga, munculnya hembusan angin antara 15-30 knot.

"Itu yang mengakibatkan perluasan pada daerah pembentukan gelombang akan semakin tinggi, tapi itu terjadi dengan waktu yang singkat," terangnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Ady pun meminta masyarakat tetap waspada, terutama dalam rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan.

"Gak sampai lebih dari seminggu sudah mulai kondusif flutuasinya," jelasnya.

Ia menambahkan, informasi kemunculan gelombang air laut ini sudah diinformasikan kepada Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak selaku otoritas pelabuhan di Surabaya.

"Syahbandar yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan maklumat pelayaran,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.