BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrim dan Gelombang Tinggi di Pesisir Jawa Timur
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 25 Mei 2022 14:26 WIB
selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya, memperingatkan adanya cuaca ekstrim di Wilayah pesisir Jawa Timur.
Koordinator Prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan, pihaknya telah menerbitkan perkiraan muncul gelombang dengan ketinggian 1,5 - 2 meter, sekaligus dibarengi hujan dengan intesitas lebat disertai petir diwilayah pesisir Jatim.
Ady menyampaikan, fenomena tersebut diperkirakan terjadi lantaran suhu hangat hingga lebih dari 27 derajat celcius yang ada di permukaan air laut Jawa Timur. akhirnya memunculkan banyak penguapan air laut.
"Sehingga, banyak terbentuk awan-awan rendah. Ada kalanya dibarengi kondisi cuaca yang signifikan, seperti hujan (lebat)," kata Ady, Selasa (24/5/2022).
Untuk intensitas hujan tersebut, disebabkan oleh tipikal comulunimbus. Ady menyampaikan, hujan lebat saat pasang air laut di wilayah perairan Jawa Timur terjadi dalam waktu yang singkat.
"Memang tipikal awan-awannya comulunimbus, hujannya lebat kemudian disertai petir. Namun, durasinya singkat, gak sampai 45 menit berhenti," ujarnya.
Lebih lanjut Ady menjelaskan, penyebab kemunculan gelombang setinggi 1,5-2 meter diakibatkan kencangnya hembusan angin yang diperkirakan bisa mencapai kecepatan 15-30 knot.
"Sehingga memicu ketinggian gelombang di Laut Jawa," jelasnya.
Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Bahkan, gelombang pasang tersebut juga diperkirakan muncul di perairan Selat Madura dengan tinggi 1,25 meter. Sebab, angin dari arah timur berhembus cukup kencang.
"Jadi, hampir sejajar dengan Laut Jawa. Itu yang memicu kenaikan gelombang cukup tinggi di wilayah perairan Jawa Timur," jelasnya.
Angin dengan ketinggian gelombang, lanjut dia, memiliki posisi saling liner. Sehingga, munculnya hembusan angin antara 15-30 knot.
"Itu yang mengakibatkan perluasan pada daerah pembentukan gelombang akan semakin tinggi, tapi itu terjadi dengan waktu yang singkat," terangnya.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Ady pun meminta masyarakat tetap waspada, terutama dalam rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan.
"Gak sampai lebih dari seminggu sudah mulai kondusif flutuasinya," jelasnya.
Ia menambahkan, informasi kemunculan gelombang air laut ini sudah diinformasikan kepada Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak selaku otoritas pelabuhan di Surabaya.
"Syahbandar yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan maklumat pelayaran,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi