Sabtu, 06 Jun 2026 02:10 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrim dan Gelombang Tinggi di Pesisir Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mei 2022 14:26 WIB

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya, memperingatkan adanya cuaca ekstrim di Wilayah pesisir Jawa Timur.

Koordinator Prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan, pihaknya telah menerbitkan perkiraan muncul gelombang dengan ketinggian 1,5 - 2 meter, sekaligus dibarengi hujan dengan intesitas lebat disertai petir diwilayah pesisir Jatim.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Ady menyampaikan, fenomena tersebut diperkirakan terjadi lantaran suhu hangat hingga lebih dari 27 derajat celcius yang ada di permukaan air laut Jawa Timur. akhirnya memunculkan banyak penguapan air laut.

"Sehingga, banyak terbentuk awan-awan rendah. Ada kalanya dibarengi kondisi cuaca yang signifikan, seperti hujan (lebat)," kata Ady, Selasa (24/5/2022).

Untuk intensitas hujan tersebut, disebabkan oleh tipikal comulunimbus. Ady menyampaikan, hujan lebat saat pasang air laut di wilayah perairan Jawa Timur terjadi dalam waktu yang singkat.

"Memang tipikal awan-awannya comulunimbus, hujannya lebat kemudian disertai petir. Namun, durasinya singkat, gak sampai 45 menit berhenti," ujarnya.

Lebih lanjut Ady menjelaskan, penyebab kemunculan gelombang setinggi 1,5-2 meter diakibatkan kencangnya hembusan angin yang diperkirakan bisa mencapai kecepatan 15-30 knot.

"Sehingga memicu ketinggian gelombang di Laut Jawa," jelasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Bahkan, gelombang pasang tersebut juga diperkirakan muncul di perairan Selat Madura dengan tinggi 1,25 meter. Sebab, angin dari arah timur berhembus cukup kencang.

"Jadi, hampir sejajar dengan Laut Jawa. Itu yang memicu kenaikan gelombang cukup tinggi di wilayah perairan Jawa Timur," jelasnya.

Angin dengan ketinggian gelombang, lanjut dia, memiliki posisi saling liner. Sehingga, munculnya hembusan angin antara 15-30 knot.

"Itu yang mengakibatkan perluasan pada daerah pembentukan gelombang akan semakin tinggi, tapi itu terjadi dengan waktu yang singkat," terangnya.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Ady pun meminta masyarakat tetap waspada, terutama dalam rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan.

"Gak sampai lebih dari seminggu sudah mulai kondusif flutuasinya," jelasnya.

Ia menambahkan, informasi kemunculan gelombang air laut ini sudah diinformasikan kepada Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak selaku otoritas pelabuhan di Surabaya.

"Syahbandar yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan maklumat pelayaran,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.