Rabu, 22 Jul 2026 11:23 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrim dan Gelombang Tinggi di Pesisir Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mei 2022 14:26 WIB

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya, memperingatkan adanya cuaca ekstrim di Wilayah pesisir Jawa Timur.

Koordinator Prakirawan BMKG Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan, pihaknya telah menerbitkan perkiraan muncul gelombang dengan ketinggian 1,5 - 2 meter, sekaligus dibarengi hujan dengan intesitas lebat disertai petir diwilayah pesisir Jatim.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Ady menyampaikan, fenomena tersebut diperkirakan terjadi lantaran suhu hangat hingga lebih dari 27 derajat celcius yang ada di permukaan air laut Jawa Timur. akhirnya memunculkan banyak penguapan air laut.

"Sehingga, banyak terbentuk awan-awan rendah. Ada kalanya dibarengi kondisi cuaca yang signifikan, seperti hujan (lebat)," kata Ady, Selasa (24/5/2022).

Untuk intensitas hujan tersebut, disebabkan oleh tipikal comulunimbus. Ady menyampaikan, hujan lebat saat pasang air laut di wilayah perairan Jawa Timur terjadi dalam waktu yang singkat.

"Memang tipikal awan-awannya comulunimbus, hujannya lebat kemudian disertai petir. Namun, durasinya singkat, gak sampai 45 menit berhenti," ujarnya.

Lebih lanjut Ady menjelaskan, penyebab kemunculan gelombang setinggi 1,5-2 meter diakibatkan kencangnya hembusan angin yang diperkirakan bisa mencapai kecepatan 15-30 knot.

"Sehingga memicu ketinggian gelombang di Laut Jawa," jelasnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Bahkan, gelombang pasang tersebut juga diperkirakan muncul di perairan Selat Madura dengan tinggi 1,25 meter. Sebab, angin dari arah timur berhembus cukup kencang.

"Jadi, hampir sejajar dengan Laut Jawa. Itu yang memicu kenaikan gelombang cukup tinggi di wilayah perairan Jawa Timur," jelasnya.

Angin dengan ketinggian gelombang, lanjut dia, memiliki posisi saling liner. Sehingga, munculnya hembusan angin antara 15-30 knot.

"Itu yang mengakibatkan perluasan pada daerah pembentukan gelombang akan semakin tinggi, tapi itu terjadi dengan waktu yang singkat," terangnya.

Baca Juga: Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

Ady pun meminta masyarakat tetap waspada, terutama dalam rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan.

"Gak sampai lebih dari seminggu sudah mulai kondusif flutuasinya," jelasnya.

Ia menambahkan, informasi kemunculan gelombang air laut ini sudah diinformasikan kepada Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak selaku otoritas pelabuhan di Surabaya.

"Syahbandar yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan maklumat pelayaran,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.