Senin, 19 Okt 2026 20:26 WIB

Pemkot Surabaya Beri Santunan Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 17 Mei 2022 16:14 WIB
Wali Kita Surabaya saat memberi santunan keluarga korban kecelakaan bus pariwisata di Tol Surabaya-Mojokerto
Wali Kita Surabaya saat memberi santunan keluarga korban kecelakaan bus pariwisata di Tol Surabaya-Mojokerto

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan bus Pariwisata di Tol Surabaya-Mojokerto. Pemberian santuan dilakukan di Kantor Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Selasa (17/5/2022).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot akan menanggung perawatan dan pengobatan korban yang selamat dari kecelakaan maut Tol Sumo KM 712+400 A, Senin (16/5/2022) kemarin.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Eri mengatakan, tak hanya Pemkot yang memberikan santunan. Namun Jasa Raharja juga menanggung perawatan dan pengobatan korban yang selamat.

"Hari ini, santunan korban meninggal langsung diberikan oleh Pak Dirut Jasa Raharja sendiri, kami matur nuwun atas nama mewakili korban kecelakaan," kata Eri,

Dengan memberikan santunan itu, Eri menyampaikan, keluarga korban untuk tidak khawatir soal pengobatan dan biaya perawatan di RS.

Sebab, Pemkot Surabaya juga hadir memberikan pendampingan hingga korban selamat dinyatakan sembuh.

"Tadi saya sampaikan di setiap RS juga ada perwakilan Pemkot Surabaya, sehingga saya minta keluarga untuk tenang, saat berada di RS ketika membutuhkan apapun tinggal colek saja perwakilan pemkot di sana,"ujarnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Lebih lanjut Eri menjelaskan, pihaknya juga memberikan pendampingan trauma healing kepada para keluarga korban.

"InsyaAllah ketika ada yang ditinggalkan orang tuanya, maka menjadi kewajiban Pemkot Surabaya memberikan jaminan untuk terus mendapatkan pendidikan sampai yang paling tinggi," tuturnya.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono menambahkan, pihaknya tidak hanya memberikan bantuan berupa santunan.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Namun, juga membantu untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dengan memberikan pelatihan dan sebagainya agar keluarga yang ditinggalkan bisa survive pasca kejadian tersebut.

Kata dia, Jasa Raharja memberikan santunan kepada masing-masing korban meninggal dunia senilai Rp 50 juta, sedagkan untuk korban luka-luka senilai Rp 20 juta.

"Bantuan ini tidak menjadi batas maksimal karena kami telah berintegrasi dan berkolaborasi dengan BPJS, artinya yang digunakan pertama adalah santunan dari Jasa Raharja, kemudian bisa ditingkatkan kalau misal dirasa kurang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.