Selasa, 23 Jun 2026 17:28 WIB

Seluncuran Kolam Renang Kenjeran yang Ambrol Ternyata Sudah Berusia 28 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 11:23 WIB
Hearing komisi D DPRD Surabaya
Hearing komisi D DPRD Surabaya

selalu.id - KomisiDPRD Kota Surabaya menggelar hearing dengan instansi yang terkait membahas insiden ambrolnya seluncuran di Waterpark, Kenjeran, Senin (9/5/2022).

Dalam hearing terkuak sejumlah fakta dari bangunan seluncuran yang ternyata telah berusia 28 tahun tersebut.

Baca Juga: Insiden Lampu Lalulintas Mati di Surabaya, DPRD Minta Audit Seluruh Panel Surya

Hal itu disampaikan oleh Staf Operasional Management Kenpark Surabaya, Subandi, mengatakan, perosotan itu dibangun pada tahun 1994. Namun, ia mengakui perawatan perawatan perosotan itu baru dilaksanakan tiga tahun lalu.

"Tahun 2019 terakhir di-maintanance, baru setelah itu pandemi kita tutup," ujarnya.

Perawatan yang dilakukan oleh pihak pengelola meliputi pengecekan kondisi baut dan mur. Selain itu mereka juga mengecat ulang. Subandi menjelaskan, perawatan yang dilakukan pihaknya yakni hanya pengecekan kondisi baut dan mur.

"Yang sudah kasar itu dihaluskan lagi, yang mbulak itu diganti, yang kuning-kuning dicat lagi," tuturnya.

Bahkan, Subandi mengakui perawatan tersebut bekerjasama dengan perusahaan lain di Tulungagung.

Human Resources Department (HRD) PT Bangun Citra Wisata (BCW), Bambang Irianto, menyampaikan pihaknya sudah pernah mengingatkan pihak manajemen untuk melakukan perawatan. Namun, saat pihaknya ikut bergabung dengan Kenpark. Bambang mengatakan, dirinya harus mengecek ulang.

"Karena kita ini kan di militer diajarkan ada kemungkinan terjelek. Itu perlu dicek," ujarnya.

Ia menjelaskan, Perawatan dilakukan saat menjelang peak season seperti momen-momen Lebaran. Sehingga, kemungkinan terburuk pun bisa diantisipasi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sebut Lemahnya Koordinasi PLN dengan Dishub jadi Pemicu Lampu Lalulintas Mati

Fakta yang lain juga disampaikan oleh Anggota Komisi D, Cahyo Siswo Utomo, tiket masuk ke wahana wisata air tersebut tidak menyantumkan asuransi. Padahal wahana wisata itu masuk dalam kategori beresiko tinggi.

"Wahana wisata itu ada yang dengan resiko tinggi, menengah atau rendah. Menurut Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata kota Surabaya, wahana tersebut masuk kategori resiko tinggi," kata Cahyo

Namun, menurut Cahyo, ini tidak secara eksplisit disebutkan melainkan misalnya wisata alam yg ada hewan liarnya, bungee jumping dan lain-lain.

"Pihak pengelola seharusnya menyantumkan asuransi dalam tiket masuk, agar pengunjung ada jaminan santunan kalau terjadi insiden," bebernya.

Asuransi ini, kata dia, diatur dalam Perda nomor 23 tahun 2012 tentang Kepariwisataan yang mengacu pada Undang-Undang Kepariwisataan.

Baca Juga: Kenapa Panel Surya Lampu Lalulintas Tak Fungsi saat Listrik Padam di Surabaya, Cuma Pajangan?

"Asuransi menjadi tanggung jawab dari pengelola usaha pariwisata. Ketika kita dalami soal asuransi tersebut pihak pengelola kesulitan menjawab," terangnya.

Kemudian soal santunan, pihak pengelola tidak cukup memberikan santunan biaya pengobatan dan santunan asuranasi saja kalau ada. Melainkan juga santunan khusus.

"Santunan ini diberikan oleh pihak pengelola secara case by case. Misalnya santunan kepada korban yang luka ringan diberikan sekali. Namun untuk yang mengalami cidera sampai cacat harus diperhatikan bagaimana sekolahnya dan pekerjaannya kelak," ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya Komisi D akan menggelar rapat lanjutan yang mengundang pihak asuransi dalam waktu dekat. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kejaksaan Bakal Periksa Dua Anggota Dewan dalam Kasus Korupsi BSPS Sumenep

Kejaksaan menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka baru apabila ditemukan alat bukti yang cukup.

Redmi Buds 8, Rekomendasi TWS Murah Cocok Temani Kerja hingga Santaimu

Bagi yang tidak bisa lepas dari musik sepanjang hari, Redmi Buds 8 juga menawarkan baterai yang awet hingga tahan 11 jam.

Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Padahal kota yang sehat bukanlah kota yang memiliki pompa paling banyak. Kota yang sehat adalah kota yang mampu berdamai dengan siklus air.

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakti Kesehatan Gratis di Jombang

Kombes Pol Wahono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat, juga kenalkan RS Bhayangkara Jombang.

Harga Emas Antam Hari Ini: Cuma Naik Tipis, Masih Jauh dari Level Rp3 Juta

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Angka Ganjil jadi Keberuntungan, Untuk Cinta hingga Keuangan

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Banyak keberuntungan datang.