Jumat, 05 Jun 2026 02:43 WIB

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Turi Baru Usulkan Keringanan Harga Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Mei 2022 21:21 WIB
Suasana pedagang pasar Turi Baru
Suasana pedagang pasar Turi Baru

selalu.id - Pascaliburan lebaran Idul Fitri, tampak puluhan stand makanan di Pasar Turi Baru Surabaya masih banyak yang kosong.

Pantauan selalu.id masih banyak stand yang masih tertutup dan hanya satu stand yang dibuka yakni stand ayam geprek.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Pemilik stand yang enggan disebut namanya, Amanda nama samaran menyampaikan memang belum banyak stand yang terisi.

"Ada 60 stand yang siap dipakai, tapi baru ada 5 yang jualan. kami semua dari TPS (Tempat Penampungan Sementara)," kata Amanda, Senin, (9/5/2022).

Amanda, yang sudah 26 tahun berjualan ini sebelum Pasar Turi terbakar. Ia mengaku pengunjung sampai saat ini masih sepi.

"Jadi dari TPS pindah sini. Tapi pengunjung belum banyak yang datang," kata dia.

Ia pun berharap, Pemkot Surabaya dan pengelola memberikan tambahan waktu tempo pembayaran kontrak. Sebab selama ini, pengelola memberikan waktu cicilan 6 kali.

"Kalau bisa service charge nya kalau foodcourt itu 1.155.000 listrik keamanan dan air. Belum biaya sewa stand 10 juta per tahun Krn dari TPS dicicil 5 kali. Harapannya bisa ditambah waktunya," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami Samuin, pemilik toko aksesoris ponsel di Pasar Turi Baru Surabaya lantai 5, Samuin berharap Pemkot Surabaya mendengarkan apa yang memberatkan mereka.

Yakni salah satunya harga listrik, Samuin berharap biaya listrik untuk para pemilik stand diturunkan.

"Kalaupun nggak bisa diturunkan, seenggaknya ada lah berita tertulis. Soalnya harga listrik Rp 222 ribu itu berubah-ubah terus. Kadang naik, kadang turun," ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Lebih lanjut Samuin menjelaskan, Pasar Turi Baru masih sepi pengunjung yang datang sejak diresmikan sejak bulan Maret 2022 lalu.

"Pengunjung nggak ada perubahan walau sudah diresmikan, pengunjungnya sepi. Jadi pedagang mengeluh semua," kata dia.

Dari sisi pedagang, Samuin menyebut bahwa pembiayaan sewa dan listrik tiap bulannya cukup memberatkan. Usai diresmikan, Ia menyebut bahwa pembiayaannya tiap bulan makin banyak.

"Kayak listrik bayarnya awalnya cuma Rp 200 ribu tiap bulannya. Sekarang ditambah PPn 11 persen jadi Rp 222 ribu Aku ada 2 toko jadi total Rp 444 ribu" ujarnya.

Biaya itu, lanjutnya, belum termasuk biaya sewa tahunan. Selama setahun, dirinya harus membayara biaya sewa stand 15 juta rupiah.

"Tapi karena sebelumnya saya berjualan di TPS (Tempat Penampungan Sementara), kami dapat keringanan jadi 10 juta," pungkasnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Sementara, salah satu pengelola yang tidak ingin disebut namanya, Sis nama samaran mengeluhkan tingginya harga sewa dan harga listrik.

Dalam sebulan, Sis mengakui pihaknya harus membayar Rp 480 ribu untuk listrik ditambah PPn 11 persen.

"Aku kan nyewa disini harganya 480 ribu dan PPn 11 persen. Tapi kalau buat yang punya toko disini, harganya 200 ribu per bulan untuk listrik," kata Sis.

Menurut Sis, seharusnya pengelola Pasar Turi Baru Surabaya lebih memudahkan dan meringankan biaya penyewa.

"Apalagi pengunjung juga gak banyak, kan juga berat kalau harus bayar biaya sewa tahunan dan listrik bulanan," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.