Minggu, 06 Sep 2026 21:35 WIB

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Turi Baru Usulkan Keringanan Harga Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Mei 2022 21:21 WIB
Suasana pedagang pasar Turi Baru
Suasana pedagang pasar Turi Baru

selalu.id - Pascaliburan lebaran Idul Fitri, tampak puluhan stand makanan di Pasar Turi Baru Surabaya masih banyak yang kosong.

Pantauan selalu.id masih banyak stand yang masih tertutup dan hanya satu stand yang dibuka yakni stand ayam geprek.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Pemilik stand yang enggan disebut namanya, Amanda nama samaran menyampaikan memang belum banyak stand yang terisi.

"Ada 60 stand yang siap dipakai, tapi baru ada 5 yang jualan. kami semua dari TPS (Tempat Penampungan Sementara)," kata Amanda, Senin, (9/5/2022).

Amanda, yang sudah 26 tahun berjualan ini sebelum Pasar Turi terbakar. Ia mengaku pengunjung sampai saat ini masih sepi.

"Jadi dari TPS pindah sini. Tapi pengunjung belum banyak yang datang," kata dia.

Ia pun berharap, Pemkot Surabaya dan pengelola memberikan tambahan waktu tempo pembayaran kontrak. Sebab selama ini, pengelola memberikan waktu cicilan 6 kali.

"Kalau bisa service charge nya kalau foodcourt itu 1.155.000 listrik keamanan dan air. Belum biaya sewa stand 10 juta per tahun Krn dari TPS dicicil 5 kali. Harapannya bisa ditambah waktunya," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami Samuin, pemilik toko aksesoris ponsel di Pasar Turi Baru Surabaya lantai 5, Samuin berharap Pemkot Surabaya mendengarkan apa yang memberatkan mereka.

Yakni salah satunya harga listrik, Samuin berharap biaya listrik untuk para pemilik stand diturunkan.

"Kalaupun nggak bisa diturunkan, seenggaknya ada lah berita tertulis. Soalnya harga listrik Rp 222 ribu itu berubah-ubah terus. Kadang naik, kadang turun," ujarnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Lebih lanjut Samuin menjelaskan, Pasar Turi Baru masih sepi pengunjung yang datang sejak diresmikan sejak bulan Maret 2022 lalu.

"Pengunjung nggak ada perubahan walau sudah diresmikan, pengunjungnya sepi. Jadi pedagang mengeluh semua," kata dia.

Dari sisi pedagang, Samuin menyebut bahwa pembiayaan sewa dan listrik tiap bulannya cukup memberatkan. Usai diresmikan, Ia menyebut bahwa pembiayaannya tiap bulan makin banyak.

"Kayak listrik bayarnya awalnya cuma Rp 200 ribu tiap bulannya. Sekarang ditambah PPn 11 persen jadi Rp 222 ribu Aku ada 2 toko jadi total Rp 444 ribu" ujarnya.

Biaya itu, lanjutnya, belum termasuk biaya sewa tahunan. Selama setahun, dirinya harus membayara biaya sewa stand 15 juta rupiah.

"Tapi karena sebelumnya saya berjualan di TPS (Tempat Penampungan Sementara), kami dapat keringanan jadi 10 juta," pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sementara, salah satu pengelola yang tidak ingin disebut namanya, Sis nama samaran mengeluhkan tingginya harga sewa dan harga listrik.

Dalam sebulan, Sis mengakui pihaknya harus membayar Rp 480 ribu untuk listrik ditambah PPn 11 persen.

"Aku kan nyewa disini harganya 480 ribu dan PPn 11 persen. Tapi kalau buat yang punya toko disini, harganya 200 ribu per bulan untuk listrik," kata Sis.

Menurut Sis, seharusnya pengelola Pasar Turi Baru Surabaya lebih memudahkan dan meringankan biaya penyewa.

"Apalagi pengunjung juga gak banyak, kan juga berat kalau harus bayar biaya sewa tahunan dan listrik bulanan," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.