Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Turi Baru Usulkan Keringanan Harga Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Mei 2022 21:21 WIB
Suasana pedagang pasar Turi Baru
Suasana pedagang pasar Turi Baru

selalu.id - Pascaliburan lebaran Idul Fitri, tampak puluhan stand makanan di Pasar Turi Baru Surabaya masih banyak yang kosong.

Pantauan selalu.id masih banyak stand yang masih tertutup dan hanya satu stand yang dibuka yakni stand ayam geprek.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Pemilik stand yang enggan disebut namanya, Amanda nama samaran menyampaikan memang belum banyak stand yang terisi.

"Ada 60 stand yang siap dipakai, tapi baru ada 5 yang jualan. kami semua dari TPS (Tempat Penampungan Sementara)," kata Amanda, Senin, (9/5/2022).

Amanda, yang sudah 26 tahun berjualan ini sebelum Pasar Turi terbakar. Ia mengaku pengunjung sampai saat ini masih sepi.

"Jadi dari TPS pindah sini. Tapi pengunjung belum banyak yang datang," kata dia.

Ia pun berharap, Pemkot Surabaya dan pengelola memberikan tambahan waktu tempo pembayaran kontrak. Sebab selama ini, pengelola memberikan waktu cicilan 6 kali.

"Kalau bisa service charge nya kalau foodcourt itu 1.155.000 listrik keamanan dan air. Belum biaya sewa stand 10 juta per tahun Krn dari TPS dicicil 5 kali. Harapannya bisa ditambah waktunya," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami Samuin, pemilik toko aksesoris ponsel di Pasar Turi Baru Surabaya lantai 5, Samuin berharap Pemkot Surabaya mendengarkan apa yang memberatkan mereka.

Yakni salah satunya harga listrik, Samuin berharap biaya listrik untuk para pemilik stand diturunkan.

"Kalaupun nggak bisa diturunkan, seenggaknya ada lah berita tertulis. Soalnya harga listrik Rp 222 ribu itu berubah-ubah terus. Kadang naik, kadang turun," ujarnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut Samuin menjelaskan, Pasar Turi Baru masih sepi pengunjung yang datang sejak diresmikan sejak bulan Maret 2022 lalu.

"Pengunjung nggak ada perubahan walau sudah diresmikan, pengunjungnya sepi. Jadi pedagang mengeluh semua," kata dia.

Dari sisi pedagang, Samuin menyebut bahwa pembiayaan sewa dan listrik tiap bulannya cukup memberatkan. Usai diresmikan, Ia menyebut bahwa pembiayaannya tiap bulan makin banyak.

"Kayak listrik bayarnya awalnya cuma Rp 200 ribu tiap bulannya. Sekarang ditambah PPn 11 persen jadi Rp 222 ribu Aku ada 2 toko jadi total Rp 444 ribu" ujarnya.

Biaya itu, lanjutnya, belum termasuk biaya sewa tahunan. Selama setahun, dirinya harus membayara biaya sewa stand 15 juta rupiah.

"Tapi karena sebelumnya saya berjualan di TPS (Tempat Penampungan Sementara), kami dapat keringanan jadi 10 juta," pungkasnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Sementara, salah satu pengelola yang tidak ingin disebut namanya, Sis nama samaran mengeluhkan tingginya harga sewa dan harga listrik.

Dalam sebulan, Sis mengakui pihaknya harus membayar Rp 480 ribu untuk listrik ditambah PPn 11 persen.

"Aku kan nyewa disini harganya 480 ribu dan PPn 11 persen. Tapi kalau buat yang punya toko disini, harganya 200 ribu per bulan untuk listrik," kata Sis.

Menurut Sis, seharusnya pengelola Pasar Turi Baru Surabaya lebih memudahkan dan meringankan biaya penyewa.

"Apalagi pengunjung juga gak banyak, kan juga berat kalau harus bayar biaya sewa tahunan dan listrik bulanan," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.