Selasa, 03 Feb 2026 22:10 WIB

Sistem Pencatatan Pelat Nomor saat Pengisian BBM Diragukan, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Apr 2022 19:00 WIB
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR), Gitadi Tegas Supramudyo Area lampiran
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR), Gitadi Tegas Supramudyo Area lampiran

selalu.id - Sistem pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) akan menerapkan pencacatan pelat nomor pelanggan dengan teknologi digital yang berfungsi untuk memastikan penyaluran bahan bakar bersubsidi tepat sasaran, diragukan efektivitasnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Gitadi Tegas Supramudyo, mengatakan bahwa Efektifitas Sistem Pengguna Tunggal bagi konsumen yang ingin membeli bahan bakar minyak (BBM) diragukan. Sebab, prosesnya sangat complicated dan belum jelas basis data dan peta instrumen kebijakan pendukungnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Perlu kajian mendalam dan uji coba penerapan meskipun kemajuan teknologi saat ini dapat memungkinkan hal-hal yang di masa lalu tidak mungkin dilaksanakan," kata Gitadi, Jumat, (29/4/2022).

"Apalagi kalau kita flashback ke lebih dari satu dekade yang lalu, kebijakan-kebijakan terkait BBM sarat trial dan error yang pada akhirnya banyak errornya," jelasnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Menurut Gitadi, kajian mendalam yang tidak tergesa-gesa, cerdas, dan komprehensif sampai pada pengaturan mekanisme sanksi dibutuhkan untuk mengatasi suatu masalah. Hal ini agar sebuah kebijakan subsidi tepat sasaran.

Selain itu, Gitadi menjelaskan bahwa guna memastikan tepat sasaran penyaluran bahan bakar jenis solar dan pertalite yang selama ini bersubsidi dapat dilakukan dengan kontrol yang melibatkan tingkatan yang lebih kecil.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

"Seperti organisasi, komunitas, dan lembaga desa/kelurahan/RT/RW untuk ikut serta terkait data dan pembeli BBM," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.