Sabtu, 26 Sep 2026 11:05 WIB

Ratusan Perangkat Desa Ikuti Kuliah Program RPL di Unesa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 31 Mar 2022 16:52 WIB
Ratusan Mahasiswa Ikuti kuliah perdana Program RPL
Ratusan Mahasiswa Ikuti kuliah perdana Program RPL

selalu.id - Sebanyak 619 mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa 2022 mengikuti kuliah umum di Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (30/3/2022).

Ratusan mahasiswa tersebut merupakan para kepala desa, perangkat desa, pengurus BUM desa, pendamping desa dan pegiat desa dari 419 desa di Kabupaten Bojonegoro yang telah lolos seleksi RPL Desa 2022 di UNESA.

Baca Juga: Peduli Pendidikan di Ring Satu Kawasan, SIER Tebus Ijazah dan Bantu Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu

Selain itu, RPL Desa merupakan program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, UNESA dan UNY.

Nantinya, para mahasiswa tersebut mendapat beasiswa dan akan menempuh studi selama empat semester atau dua tahun.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Halim Iskandar, mengatakan, program ini dihadirkan untuk mendorong kemajuan desa.

"Karena itu, tidak boleh dianggap main-main. Apalagi dianggap sebagai formalitas belaka untuk mendapatkan titel sarjana," kata Halim.

Salah satu jajaran staf dari Desa Talun, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Rofiul A'la, mengungkapkan, RPL Ini merupakan peluang emas yang boleh disia-siakan.

Rofiul bertekad, seluruh ilmu perkuliahan yang diampuhnya di Jurusan Administrasi Negara bisa membawa kemajuan untuk desanya.

"Intinya, untuk melatih kami bergerak langsung di bawah pembinaan desa atau di masyarakat dalam susunan program-program (desa). Nantinya, semoga bisa untuk membantu pemberdayaan masyarakat," kata Rofiul.

RPL ini dianggapnya sebagai jalan emas membantu pembangunan desa, dia pun melakukan persiapan sematang mungkin.

Rofiul tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Sebab, baginya peluang itu tak datang dua kali.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Baginya sesusah apapun rintangan yang dihadapi, kemajuan wilayahnya manjadi fokus utama yang terus dikejar.

Jika ada kesempatan, seusai menyelesaikan RPL jenjang S-1, dia ingin menempuh gelar S-2 melalui program yang sama.

"Belajar semaksimal mungkin, ini tujuan kami untuk ke jenjang berikutnya dan berjanji untuk lanjut ke S2 itu janji kami," ujarnya.

Mahasiswa RPL lainnya, Muhamm Syahroni juga tak kalah semangat dari Rofiul.

Tujuannya sama, pemberdayaan masyarakat dan membangun kemajuan desa menjadi poin utama yang membuat tekadnya berapi-api mengikuti program ini.

"Kami berangkat dari desa, jadi harus mengabdikan kembali kepada desa itu prinsip saya," tegas mahasiswa RPL yang asal Desa Banjarejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Di samping itu, menumpuh pendidikan di bangku kuliah merupakan cita-citanya yang sudah lama ingin diwujudkan.

Dia pun bersyukur bisa menjadi salah perserta dari 691 orang yang mengeyam program serupa.

"Ini petama kalinya saya kuliah. Saya bersyukur dan mungkin tidak saya saja tetapi rekan-rekan (sesama jajaran pengurus desa) yang dulu belum sempat kuliah atau putus kuliah maupun terkendala usia," kata mahasiswa RPL Jurusan Administrasi Negara ini.

Berdasarkan rincian, 691 mahasiswa RPL itu merupakan kepala desa, perangkat desa, pegiat desa, BUM desa, dan pendamping desa dari 419 desa di Kabupaten Bojonegoro.

Ratusam peserta itu tersebar di lima prodi berbeda, yakni Program studi di Unesa meliputi, S-1 Administrasi Negara sebanyak 291 mahasiswa, S-1 Manajemen ada 98 mahasiswa, S-1 Sosiologi ada 75 mahasiswa, S-1 Pendidikan Luar Sekolah ada 29 mahasiswa dan S-1 Akuntansi sebanyak 126. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.