Kamis, 04 Jun 2026 15:51 WIB

Ini Kata Produsen Soal Kelangkaan Minyak Goreng Curah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Mar 2022 13:22 WIB
Stok minyak goreng di salah satu minimarket
Stok minyak goreng di salah satu minimarket

selalu.id - Kelangkaan minyak goreng curah setelah pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan menimbulkan asumsi bahwa adanya praktek nakal dalam pendistribusian minyak ke pasar. Produsen mengklaim bahwa mereka terus berproduksi.

Humas PT Megasurya Mas, Ponco Agung Wibisono, mengatakan, bahwa produksi minyak goreng tidak pernah berhenti. Ponco juga menyebut produksinya tidak terhambat saat stok minyak hilang dari pasar beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Polda Jatim Ungkap Produksi Minyak Goreng Ilegal di Sidoarjo, 4 Orang Diamankan

"Produksi nggak ada masalah. Tiap hari kami tetap produksi minyak goreng dengan jumlah maksimal ," kata Ponco, Jumat (18/3/2022).

Ponco menyampaikan, PT Megasurya Mas memproduksi 450 ton minyak goreng kemasan per bulan, untuk kemasan 18 liter, produksi mencapai 1200 ton.

"Untuk beberapa grup merk minyak tertentu, bisa 7500-8000 Ton per bulan atau kadang bisa 10. 000 ton per bulannya.

Baca Juga: Pastikan Stok Minyak Goreng Aman, Wabup Sidoarjo Mimik Turun Gunung

Lebih lanjut, Ponco menjelaskan, stok minyak goreng sendiri sempat menipis sejak awal Bulan Februari hingga pertengahan Maret.

Ponco mengaku beberapa kali PT Megasurya Mas melakukan operasi pedagang pasar, pihaknya juga menggelontorkan ribuan ton liter minyak goreng untuk pedagang pasar.

"Kami selalu bantu stok minyak goreng yang katanya habis. Sejak dulu produksi aman-aman saja, tapi stok di pasaran nggak ada. Terus larinya kemana?" heran Ponco.

Baca Juga: Minyak Tak Sesuai Takaran, Fraksi PKB DPRD Surabaya: Harus Sanksi

Sejak HET dihapus pada Rabu (16/3/202) lalu, stok minyak goreng tiba-tiba membludak. Ponco juga mengaku mendapatkan laporan bahwa stok minyak goreng di pasaran banyak, dengan harga yang sangat tinggi.

"Harganya tinggi, barangnya banyak. Kita tinggal tunggu saja kapan harganya turun. Karena kalau banyak barang, harga turun sendiri. Soalnya nggak laku pasti dijual murah," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.