Harga Minyak Goreng Kemasan Kembali Meroket, Tapi Ada Versi Murahnya Kok
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 18 Mar 2022 14:35 WIB
selalu.id - Dinas Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya menyebut pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak Goreng yang menyebabkan harganya melonjak sudah disesuaikan dengan mekanisme pasar.
Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Kota Surabaya, Devie Afrianto, mengatakan bahwa minyak goreng (Migor) kemasan naik karena adanya peraturan dari pemerintah kota terkait pencabutan HET. Namun hal tersebut sudah terprediksi.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Karena distribusi migor kemasan akan normal. Mekanismenya sudah ngikutin pasar," kata Devie, saat dihubungi selalu.id, Kamis (17/3/2022).
Devie juga menyampaikan bahwa kemasan minyak goreng akan terdistribusi normal kembali. Sedangkan untuk minyak goreng subsidi tetap ada dalam bentuk minyak curah yang bisa dibeli di pasar.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Jadi yang dikunci HET skrg itu migor curah. Karena dievaluasi, pengguna migor curah penghasilan menengah ke bawah, jadi dikasih HET 14 ribu. Kalo kemasan ya dikasih ke pasar, soalnya penggunanya ekonominya menengah ke atas, harga naik,"jelasnya.
Sementara itu, saat selalu.id memantau beberapa supermarket seperti Superindo, Alfamart dan Indomaret di Surabaya, harga minyak goreng kemasan sebesar rata-rata Rp 49 ribu per dua liter.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Salah satu kasir Indomaret di Jalan Pandigiling, Surabaya yang tak ingin disebut namanya, mengatakan harga minyak goreng naik sesuai instruksi dari manajemen pusatnya.
"Untuk stoknya udah mulai banyak, kan hari ini sudah naik harganya," kata kasir tersebut. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-1362-harga-minyak-goreng-kemasan-kembali-meroket-tapi-ada-versi-murahnya-kok
