Sabtu, 06 Jun 2026 04:55 WIB

Keren, Warga Binaan di Lapas ini Bisa Melihat Masa Tahanan dari Anjungan Mandiri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 12 Mar 2022 17:16 WIB
Seorang warga binaan sedang mengkases informasi dirinya di anjungan mandiri
Seorang warga binaan sedang mengkases informasi dirinya di anjungan mandiri

selalu.id - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo yang telah menerapkan layanan mandiri, bisa mengakses masa tahanan hingga perolehan remisi dan asimilasi.

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Wisnu Nugroho Dewanto mengatakan, keberadaan anjungan mandiri/ self service bagi warga binaan sejalan dengan UU Keterbukaan Informasi.

Baca Juga: Kunjungi UII Yogyakarta, DSI YPTA Surabaya Intip Rahasia Transformasi Digital

Anjungan mandiri tersebut akan memudahkan warga binaan dalam mendapatkan informasi terkait pelayanan yang menjadi hak mereka.

"Kami yakin pelayanan lapas akan lebih transparan & terkontrol," ujar Wisnu, Sabtu (12/3/2022).

Sementara itu, Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji mengatakan bahwa pelayanan anjungan mandiri ini memberikan akses bagi WBP untuk mengakses Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

Kata Teguh, warga binaan bisa mengakses informasi terkait hak-haknya selama menjalani pembinaan di lapas. Selain warga binaan, keluarga dari warga binaan juga diberikan akses untuk mengetahui kondisi anggota keluarganya.

"Cukup dengan jempol saja, karena sistem kami mendeteksi sidik jari untuk proses otentifikasi akses," urai Teguh.

Menurut Teguh, Setidaknya ada lima jenis informasi yang bisa diakses. Yaitu yang pertama adalah kelengkapan berkas administratif perkara.

Baca Juga: Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 1.214 Inovasi

"Di sini WBP bisa tahu persyaratan untuk bebas nanti sudah lengkap atau belum," tutur Teguh.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, warga binaan maupun keluarga yang bersangkutan bisa mengetahui presensi pembinaan. Sekaligus mengetahui proses pembinaan yang meliputi masa orientasi awal.

Yakni, mulai ditahan sampai 14 hari, pembinaan awal, kemudian, orientasi sampai 1/3 masa tahanan. Lalu, pembinaan lanjutan 1/3 sampa 2/3 hingga pembinaan akhir 2/3 sampai selesai.

Selain itu, lanjut Teguh, warga binaan juga bisa mengetahui berapa lama memperoleh remisi. Dan terakhir, adalah mengetahui Surat Keputusan terkait Asimilasi/ PB/ CB.

"Jadi warga binaan bisa mengecek langsung apakah SK sudah turun atau belum," tegasnya.

Baca Juga: Perkuat Pembinaan Keislaman Napi, Lapas IIB Jombang Buka Ponpes Al Muhajirin

Teguh menambahkan, inovasi ini seluruhnya Gratis. Tidak ada pungutan untuk inovasi pelayanan ini.

Dia berharap informasi ini bisa dipahami oleh warga binaan dan keluarganya. Untuk itu, petugas Lapas Sidoarjo melakukan sosialisasi kepada warga binaan secara berkala seminggu sekali.

"Selain itu kami juga tempatkan komputer tersebut di dekat blok, sehingga mudah diakses oleh warga binaan itu sendiri," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.