Minggu, 01 Feb 2026 10:23 WIB

Keren, Warga Binaan di Lapas ini Bisa Melihat Masa Tahanan dari Anjungan Mandiri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 12 Mar 2022 17:16 WIB
Seorang warga binaan sedang mengkases informasi dirinya di anjungan mandiri
Seorang warga binaan sedang mengkases informasi dirinya di anjungan mandiri

selalu.id - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo yang telah menerapkan layanan mandiri, bisa mengakses masa tahanan hingga perolehan remisi dan asimilasi.

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Wisnu Nugroho Dewanto mengatakan, keberadaan anjungan mandiri/ self service bagi warga binaan sejalan dengan UU Keterbukaan Informasi.

Baca Juga: Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 1.214 Inovasi

Anjungan mandiri tersebut akan memudahkan warga binaan dalam mendapatkan informasi terkait pelayanan yang menjadi hak mereka.

"Kami yakin pelayanan lapas akan lebih transparan & terkontrol," ujar Wisnu, Sabtu (12/3/2022).

Sementara itu, Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji mengatakan bahwa pelayanan anjungan mandiri ini memberikan akses bagi WBP untuk mengakses Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

Kata Teguh, warga binaan bisa mengakses informasi terkait hak-haknya selama menjalani pembinaan di lapas. Selain warga binaan, keluarga dari warga binaan juga diberikan akses untuk mengetahui kondisi anggota keluarganya.

"Cukup dengan jempol saja, karena sistem kami mendeteksi sidik jari untuk proses otentifikasi akses," urai Teguh.

Menurut Teguh, Setidaknya ada lima jenis informasi yang bisa diakses. Yaitu yang pertama adalah kelengkapan berkas administratif perkara.

Baca Juga: Perkuat Pembinaan Keislaman Napi, Lapas IIB Jombang Buka Ponpes Al Muhajirin

"Di sini WBP bisa tahu persyaratan untuk bebas nanti sudah lengkap atau belum," tutur Teguh.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, warga binaan maupun keluarga yang bersangkutan bisa mengetahui presensi pembinaan. Sekaligus mengetahui proses pembinaan yang meliputi masa orientasi awal.

Yakni, mulai ditahan sampai 14 hari, pembinaan awal, kemudian, orientasi sampai 1/3 masa tahanan. Lalu, pembinaan lanjutan 1/3 sampa 2/3 hingga pembinaan akhir 2/3 sampai selesai.

Selain itu, lanjut Teguh, warga binaan juga bisa mengetahui berapa lama memperoleh remisi. Dan terakhir, adalah mengetahui Surat Keputusan terkait Asimilasi/ PB/ CB.

"Jadi warga binaan bisa mengecek langsung apakah SK sudah turun atau belum," tegasnya.

Baca Juga: PDAM Surabaya Luncurkan Meter Air Pintar Dukung Program Smart City

Teguh menambahkan, inovasi ini seluruhnya Gratis. Tidak ada pungutan untuk inovasi pelayanan ini.

Dia berharap informasi ini bisa dipahami oleh warga binaan dan keluarganya. Untuk itu, petugas Lapas Sidoarjo melakukan sosialisasi kepada warga binaan secara berkala seminggu sekali.

"Selain itu kami juga tempatkan komputer tersebut di dekat blok, sehingga mudah diakses oleh warga binaan itu sendiri," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Keberuntungan Disemua Bintang, Mulai Karier hingga Percintaan

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Cek segera.

DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Menurut Diana Sasa, rekrutmen ini memberikan beragam pilihan jalur pengabdian melalui organisasi sayap dan badan partai yang ada.

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.