Selasa, 21 Jul 2026 19:32 WIB

Perkuat Pembinaan Keislaman Napi, Lapas IIB Jombang Buka Ponpes Al Muhajirin

Selalu.id - Pondok Pesantren Al Muhajirin yang berada di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang diresmikan. Ponpes ini bertujuan memperkuat pembinaan spiritual agama Islam di lingkungan pemasyarakatan.

Ponpes ini diresmikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono bersama Bupati Jombang Warsubi. Turut hadir Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kalapas Jombang Muhammad Uli Nuha, Dandim 0814, Kepala Kemenag Jombang Muhajir, perwakilan Kejari Jombang, serta tokoh agama ternama, KH Nur Hadi.

Baca Juga: Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Pada acara persemian ponpes ini, para narapidana melantunankan shalawat hingga menggema di seluruh area lapas. 

Kepala Lapas Jombang, M Ulin Nuha mengatakan, ini program pembinaan kepribadian dan spiritual yang terus digalakkan pihaknya. Menurutnya, pembinaan mental dan agama Islam sangat penting dalam proses rehabilitasi narapidana.

"Kami ingin agar lapas ini bukan hanya tempat menghukum, tetapi juga tempat membina. Program selawat ini membangkitkan semangat dan optimisme baru di hati para warga binaan," kata Ulin Nuha dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (14/9/2025).

Sementara, Kakanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono menjelaskan, bahwa pendirian pondok pesantren ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, yang menjamin hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan, termasuk pendidikan agama.

"Pemilihan nama Al Muhajirin bermakna hijrah dari perilaku buruk menuju kebaikan. Pesantren ini akan menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengikuti program tahfiz, kajian kitab kuning, hingga pelatihan keterampilan berbasis syariah," terang Kadiyono.

Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur 

Ia menekankan, peresmian yang juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga diharapkan menjadi momentum spiritual yang memperkuat tekad warga binaan untuk berubah menjadi lebih baik.

Bupati Jombang Warsubi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembentukan pesantren di dalam Lapas Jombang. Ia menyebut pesantren ini bukan sekadar tambahan fasilitas, melainkan sebagai sarana pembinaan akhlak, pendidikan agama, dan pembentukan karakter religius bagi warga binaan.

"Pesantren Al Muhajirin diharapkan mampu menjadi tempat bagi para narapidana untuk memperbaiki diri dan membentuk karakter islami. Bahkan kita harapkan, dari pesantren ini akan lahir hafiz dan hafizah Al Quran," ujar Warsubi.

Ia juga berharap, warga binaan yang telah mengikuti pembinaan di pesantren ini bisa kembali ke masyarakat dengan membawa bekal ilmu agama dan semangat hidup baru yang lebih positif.

Baca Juga: Mayat Pria asal Jombang Ditemukan di Teras Hotel Mojokerto, Masih Pakai Jaket dan Helm

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menyatakan bahwa tujuan utama Lembaga Pemasyarakatan bukan hanya memberi hukuman, melainkan juga membina mental dan spiritual para narapidana.

“Pesantren di dalam Lapas adalah bentuk nyata pembinaan. Ini adalah ruang untuk warga binaan bertobat, memperbaiki diri, dan menata ulang jalan hidup mereka,” tutur Muhajir.

Ia menambahkan bahwa pemilihan nama Al Muhajirin diharapkan benar-benar menjadi simbol hijrah dari kehidupan yang tidak baik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan diridhai Allah SWT.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.