Kamis, 04 Jun 2026 11:00 WIB

Perkuat Pembinaan Keislaman Napi, Lapas IIB Jombang Buka Ponpes Al Muhajirin

Selalu.id - Pondok Pesantren Al Muhajirin yang berada di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang diresmikan. Ponpes ini bertujuan memperkuat pembinaan spiritual agama Islam di lingkungan pemasyarakatan.

Ponpes ini diresmikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono bersama Bupati Jombang Warsubi. Turut hadir Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kalapas Jombang Muhammad Uli Nuha, Dandim 0814, Kepala Kemenag Jombang Muhajir, perwakilan Kejari Jombang, serta tokoh agama ternama, KH Nur Hadi.

Baca Juga: Mayat Pria asal Jombang Ditemukan di Teras Hotel Mojokerto, Masih Pakai Jaket dan Helm

Pada acara persemian ponpes ini, para narapidana melantunankan shalawat hingga menggema di seluruh area lapas. 

Kepala Lapas Jombang, M Ulin Nuha mengatakan, ini program pembinaan kepribadian dan spiritual yang terus digalakkan pihaknya. Menurutnya, pembinaan mental dan agama Islam sangat penting dalam proses rehabilitasi narapidana.

"Kami ingin agar lapas ini bukan hanya tempat menghukum, tetapi juga tempat membina. Program selawat ini membangkitkan semangat dan optimisme baru di hati para warga binaan," kata Ulin Nuha dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (14/9/2025).

Sementara, Kakanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono menjelaskan, bahwa pendirian pondok pesantren ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, yang menjamin hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan, termasuk pendidikan agama.

"Pemilihan nama Al Muhajirin bermakna hijrah dari perilaku buruk menuju kebaikan. Pesantren ini akan menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengikuti program tahfiz, kajian kitab kuning, hingga pelatihan keterampilan berbasis syariah," terang Kadiyono.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Jombang Makan Dua Korban Jiwa ART, Diduga karena Konsleting Listrik AC

Ia menekankan, peresmian yang juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga diharapkan menjadi momentum spiritual yang memperkuat tekad warga binaan untuk berubah menjadi lebih baik.

Bupati Jombang Warsubi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembentukan pesantren di dalam Lapas Jombang. Ia menyebut pesantren ini bukan sekadar tambahan fasilitas, melainkan sebagai sarana pembinaan akhlak, pendidikan agama, dan pembentukan karakter religius bagi warga binaan.

"Pesantren Al Muhajirin diharapkan mampu menjadi tempat bagi para narapidana untuk memperbaiki diri dan membentuk karakter islami. Bahkan kita harapkan, dari pesantren ini akan lahir hafiz dan hafizah Al Quran," ujar Warsubi.

Ia juga berharap, warga binaan yang telah mengikuti pembinaan di pesantren ini bisa kembali ke masyarakat dengan membawa bekal ilmu agama dan semangat hidup baru yang lebih positif.

Baca Juga: Mayat Pria dengan Luka Sayat di Leher Gegerkan Warga Jombang

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menyatakan bahwa tujuan utama Lembaga Pemasyarakatan bukan hanya memberi hukuman, melainkan juga membina mental dan spiritual para narapidana.

“Pesantren di dalam Lapas adalah bentuk nyata pembinaan. Ini adalah ruang untuk warga binaan bertobat, memperbaiki diri, dan menata ulang jalan hidup mereka,” tutur Muhajir.

Ia menambahkan bahwa pemilihan nama Al Muhajirin diharapkan benar-benar menjadi simbol hijrah dari kehidupan yang tidak baik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan diridhai Allah SWT.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.