Sabtu, 06 Jun 2026 00:35 WIB

Perkuat Pembinaan Keislaman Napi, Lapas IIB Jombang Buka Ponpes Al Muhajirin

Selalu.id - Pondok Pesantren Al Muhajirin yang berada di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang diresmikan. Ponpes ini bertujuan memperkuat pembinaan spiritual agama Islam di lingkungan pemasyarakatan.

Ponpes ini diresmikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono bersama Bupati Jombang Warsubi. Turut hadir Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kalapas Jombang Muhammad Uli Nuha, Dandim 0814, Kepala Kemenag Jombang Muhajir, perwakilan Kejari Jombang, serta tokoh agama ternama, KH Nur Hadi.

Baca Juga: Mayat Pria asal Jombang Ditemukan di Teras Hotel Mojokerto, Masih Pakai Jaket dan Helm

Pada acara persemian ponpes ini, para narapidana melantunankan shalawat hingga menggema di seluruh area lapas. 

Kepala Lapas Jombang, M Ulin Nuha mengatakan, ini program pembinaan kepribadian dan spiritual yang terus digalakkan pihaknya. Menurutnya, pembinaan mental dan agama Islam sangat penting dalam proses rehabilitasi narapidana.

"Kami ingin agar lapas ini bukan hanya tempat menghukum, tetapi juga tempat membina. Program selawat ini membangkitkan semangat dan optimisme baru di hati para warga binaan," kata Ulin Nuha dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (14/9/2025).

Sementara, Kakanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono menjelaskan, bahwa pendirian pondok pesantren ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, yang menjamin hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan, termasuk pendidikan agama.

"Pemilihan nama Al Muhajirin bermakna hijrah dari perilaku buruk menuju kebaikan. Pesantren ini akan menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengikuti program tahfiz, kajian kitab kuning, hingga pelatihan keterampilan berbasis syariah," terang Kadiyono.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Jombang Makan Dua Korban Jiwa ART, Diduga karena Konsleting Listrik AC

Ia menekankan, peresmian yang juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga diharapkan menjadi momentum spiritual yang memperkuat tekad warga binaan untuk berubah menjadi lebih baik.

Bupati Jombang Warsubi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembentukan pesantren di dalam Lapas Jombang. Ia menyebut pesantren ini bukan sekadar tambahan fasilitas, melainkan sebagai sarana pembinaan akhlak, pendidikan agama, dan pembentukan karakter religius bagi warga binaan.

"Pesantren Al Muhajirin diharapkan mampu menjadi tempat bagi para narapidana untuk memperbaiki diri dan membentuk karakter islami. Bahkan kita harapkan, dari pesantren ini akan lahir hafiz dan hafizah Al Quran," ujar Warsubi.

Ia juga berharap, warga binaan yang telah mengikuti pembinaan di pesantren ini bisa kembali ke masyarakat dengan membawa bekal ilmu agama dan semangat hidup baru yang lebih positif.

Baca Juga: Mayat Pria dengan Luka Sayat di Leher Gegerkan Warga Jombang

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menyatakan bahwa tujuan utama Lembaga Pemasyarakatan bukan hanya memberi hukuman, melainkan juga membina mental dan spiritual para narapidana.

“Pesantren di dalam Lapas adalah bentuk nyata pembinaan. Ini adalah ruang untuk warga binaan bertobat, memperbaiki diri, dan menata ulang jalan hidup mereka,” tutur Muhajir.

Ia menambahkan bahwa pemilihan nama Al Muhajirin diharapkan benar-benar menjadi simbol hijrah dari kehidupan yang tidak baik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan diridhai Allah SWT.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.