Senin, 02 Feb 2026 05:22 WIB

Harga Bahan Pokok Merangkak Naik Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya: Masih Stabil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Mar 2022 17:06 WIB
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Fauzie Mustaqim Yos
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Fauzie Mustaqim Yos

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Ramadhan aman, serta harga yang stabil.

"Kestabilan bahan pokok di Surabaya InsyAllah masih aman, masih bisa terkendali," kata Kepala Dinkopumdag, Fauzie Mustaqim Yos, Sabtu (5/3/2022).

Baca Juga: Komisi B Surabaya Nilai Urban Farming Pemkot Kurang Berdampak Tekan Harga Pangan

Selain itu, Yos menyampaikan bahwa harga bahan pokok di Surabaya yang masih mengalami ketidakstabilan yakni harga kedelai, Yos mengaku harga kedelai tersebut diluar kendali mereka.

"Itu memang luar kendali kita, jadi kita masih tergantung dari impor untuk kedelai," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Yos, akibat harga kedelai yang tinggi tersebu, pengrajin tahu dan tempe pun terpaksa membeli kedelai dengan harga tinggi. Sehingga pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait permasalahan kedelai kepada perajin.

"Tugas kita adalah sosialisasi ke masyarakat bahwa stok kedelai itu masih ada memang, tapi harganya naik," jelas Yos.

Lebih lanjut Yos menyampaikan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri akan melakukan sosialisasi kepada para importir.

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

"Karena sampai ke Indonesia, ke Surabaya pasti dibeli. Ya memang harganya lebih tinggi. Untuk yang lain-lain InsyAllah masih stabil. Telur turun, daging masih tetap ada," jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan selalu.id di sejumlah pasar di Surabaya seperti Pasar Wonokromo, tak hanya kedelai yang masih tinggi, harga cabe rawit dan bawang ikut naik.

Harga cabai rawit di pasar mencapai Rp 50 ribu dari harga sebelumnya Rp 25 ribu. Sedangkan harga bawang merah Rp 36 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu.

Saat ditanya harga cabi dan bawang merah naik, Yos mengaku dirinya masih belum tahu pihaknya akan melakukan pengecekan di pasar.

Baca Juga: Hadapi Gejolak Harga, Surabaya Alihkan Urban Farming ke Cabai dan Bawang

"Cabe sama bawang, kami nanti cek ya,"ucap Yos.

Yos menambahkan, pemkot akan melakukan antisipasi kenaikan harga bahan pokok jelang ramadan salah satunya adalah dengan melakukan operasi pasar.

"Kalau antisipasi kenaikan harga ya pasti ada itu nanti yang kami lakukan berbagai macam cara selain regulasi kemudian operasi pasar kita kerjasama dengan teman-teman dari lain," pungkas Yos. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.