Jumat, 05 Jun 2026 03:09 WIB

Harga Bahan Pokok Merangkak Naik Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya: Masih Stabil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Mar 2022 17:06 WIB
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Fauzie Mustaqim Yos
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Fauzie Mustaqim Yos

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Ramadhan aman, serta harga yang stabil.

"Kestabilan bahan pokok di Surabaya InsyAllah masih aman, masih bisa terkendali," kata Kepala Dinkopumdag, Fauzie Mustaqim Yos, Sabtu (5/3/2022).

Baca Juga: Sebelum Hearing di DPRD Surabaya, Warga Diminta Tanda Tangan Dukungan pada Proyek PT Wulandaya Cahaya Lestari

Selain itu, Yos menyampaikan bahwa harga bahan pokok di Surabaya yang masih mengalami ketidakstabilan yakni harga kedelai, Yos mengaku harga kedelai tersebut diluar kendali mereka.

"Itu memang luar kendali kita, jadi kita masih tergantung dari impor untuk kedelai," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Yos, akibat harga kedelai yang tinggi tersebu, pengrajin tahu dan tempe pun terpaksa membeli kedelai dengan harga tinggi. Sehingga pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait permasalahan kedelai kepada perajin.

"Tugas kita adalah sosialisasi ke masyarakat bahwa stok kedelai itu masih ada memang, tapi harganya naik," jelas Yos.

Lebih lanjut Yos menyampaikan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri akan melakukan sosialisasi kepada para importir.

Baca Juga: Salat Idul Fitri 1447 H di Islamic Center Raya Jawa Timur, Jamaah Sampai Meluber

"Karena sampai ke Indonesia, ke Surabaya pasti dibeli. Ya memang harganya lebih tinggi. Untuk yang lain-lain InsyAllah masih stabil. Telur turun, daging masih tetap ada," jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan selalu.id di sejumlah pasar di Surabaya seperti Pasar Wonokromo, tak hanya kedelai yang masih tinggi, harga cabe rawit dan bawang ikut naik.

Harga cabai rawit di pasar mencapai Rp 50 ribu dari harga sebelumnya Rp 25 ribu. Sedangkan harga bawang merah Rp 36 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu.

Saat ditanya harga cabi dan bawang merah naik, Yos mengaku dirinya masih belum tahu pihaknya akan melakukan pengecekan di pasar.

Baca Juga: Gandeng Bupati dan Baznas, PWI Gresik Gelar Buka Bersama, Santuni Puluhan Yatim Piatu

"Cabe sama bawang, kami nanti cek ya,"ucap Yos.

Yos menambahkan, pemkot akan melakukan antisipasi kenaikan harga bahan pokok jelang ramadan salah satunya adalah dengan melakukan operasi pasar.

"Kalau antisipasi kenaikan harga ya pasti ada itu nanti yang kami lakukan berbagai macam cara selain regulasi kemudian operasi pasar kita kerjasama dengan teman-teman dari lain," pungkas Yos. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.