Senin, 03 Agu 2026 16:39 WIB

Keluh Pemdes Medali Mojokerto soal Pembangunan Desa Tertunda Imbas Pemotongan DD dan AD

Pemerintah Desa Medali Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Pemerintah Desa Medali Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Pemotongan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) dirasakan sangat signifikan di Mojokerto.

Itu seperti dirasakan di Pemerintahan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Dana Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan Anggaran Dana Desa (ADD) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Pemdes Medali tahun 2025 mendapatkan DD senilai Rp900 juta. Sedangkan, ADD menerima Rp 450 juta.

Tahun 2026 ini, DD dipotong sebesar 65 persen. Sementara, ADD dipotong sebesar 20 persen.

Baca Juga: 7 Penghargaan Disabet Kabupaten Mojokerto di Peringatan Harganas Ke-33 Provinsi Jatim 2026

"Kalau yang jelas pemotongan untuk DD dan ADD ini terkait dengan pembangunan yang sering dilakukan oleh pemerintah desa kepada masyarakat agak tertunda," kata Kepala Desa Medali, Miftahudin, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan, dari pemotongan nilai yang sebelumnya, pihak Pemdes Medali akan menerima DD senilai Rp370 juta sedangkan DD sebesar Rp400 juta.

"Sampai hari ini belum karena kemarin itu kita siltap perangkat dan seterusnya itu kayaknya belum bisa dicairkan tapi tidak tahu kalau bulan ini, katanya bulan ini sudah bisa dicairkan," ungkapnya.

Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Lelang Mobil hingga Motor, Catat Tanggal dan Jamnya

Miftahudin berharap, DD dan ADD ini nilainya bisa kembali ke seperti semula agar pembangunan dan lainnya tidak terkendala.

"Harapannya yang jelas sesegera mungkin bisa dikembalikan pemotongan-pemotongan itu karena pasti akan berdampak. Banyak masyarakat itu yang tidak mengetahui DD dan ADD itu ada pemotongan, dianggap bahwa dana yang ada di desa itu sangat banyak sekali padahal ada pemotongan," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.

Gus Fawait Tegaskan Dana Talangan Rp786,57 Miliar Bukan karena Kas Jember Minus

Fawait menjelaskan, defisit merupakan bagian dari mekanisme teknis penyusunan anggaran yang dapat ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya.