Sabtu, 26 Sep 2026 16:11 WIB

Keluh Pemdes Medali Mojokerto soal Pembangunan Desa Tertunda Imbas Pemotongan DD dan AD

Pemerintah Desa Medali Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Pemerintah Desa Medali Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Pemotongan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) dirasakan sangat signifikan di Mojokerto.

Itu seperti dirasakan di Pemerintahan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga: Geledah Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto, KPK Sita Dokumen dan Amplop Berisi Uang

Dana Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan Anggaran Dana Desa (ADD) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Pemdes Medali tahun 2025 mendapatkan DD senilai Rp900 juta. Sedangkan, ADD menerima Rp 450 juta.

Tahun 2026 ini, DD dipotong sebesar 65 persen. Sementara, ADD dipotong sebesar 20 persen.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

"Kalau yang jelas pemotongan untuk DD dan ADD ini terkait dengan pembangunan yang sering dilakukan oleh pemerintah desa kepada masyarakat agak tertunda," kata Kepala Desa Medali, Miftahudin, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan, dari pemotongan nilai yang sebelumnya, pihak Pemdes Medali akan menerima DD senilai Rp370 juta sedangkan DD sebesar Rp400 juta.

"Sampai hari ini belum karena kemarin itu kita siltap perangkat dan seterusnya itu kayaknya belum bisa dicairkan tapi tidak tahu kalau bulan ini, katanya bulan ini sudah bisa dicairkan," ungkapnya.

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Miftahudin berharap, DD dan ADD ini nilainya bisa kembali ke seperti semula agar pembangunan dan lainnya tidak terkendala.

"Harapannya yang jelas sesegera mungkin bisa dikembalikan pemotongan-pemotongan itu karena pasti akan berdampak. Banyak masyarakat itu yang tidak mengetahui DD dan ADD itu ada pemotongan, dianggap bahwa dana yang ada di desa itu sangat banyak sekali padahal ada pemotongan," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

Para juara nantinya akan mewakili Jawa Timur di PORSADIN Nasional yang rencananya digelar di Jakarta pada November 2026.

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.

Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim: Indonesia Kehilangan Marhaenis

selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto S

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.