Keluh Pemdes Medali Mojokerto soal Pembangunan Desa Tertunda Imbas Pemotongan DD dan AD
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 19 Feb 2026 18:56 WIB
selalu.id - Pemotongan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) dirasakan sangat signifikan di Mojokerto.
Itu seperti dirasakan di Pemerintahan Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga: Detik-detik Kecelakaan Beruntun 3 Truk dan Satu Motor di Mojokerto Terekam CCTV
Dana Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan Anggaran Dana Desa (ADD) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
Pemdes Medali tahun 2025 mendapatkan DD senilai Rp900 juta. Sedangkan, ADD menerima Rp 450 juta.
Tahun 2026 ini, DD dipotong sebesar 65 persen. Sementara, ADD dipotong sebesar 20 persen.
Baca Juga: Viral Pentas Sound Horeg hingga Subuh di Mojokerto: Awalnya Ruwat Desa, Jadi Karnaval
"Kalau yang jelas pemotongan untuk DD dan ADD ini terkait dengan pembangunan yang sering dilakukan oleh pemerintah desa kepada masyarakat agak tertunda," kata Kepala Desa Medali, Miftahudin, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, dari pemotongan nilai yang sebelumnya, pihak Pemdes Medali akan menerima DD senilai Rp370 juta sedangkan DD sebesar Rp400 juta.
"Sampai hari ini belum karena kemarin itu kita siltap perangkat dan seterusnya itu kayaknya belum bisa dicairkan tapi tidak tahu kalau bulan ini, katanya bulan ini sudah bisa dicairkan," ungkapnya.
Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik
Miftahudin berharap, DD dan ADD ini nilainya bisa kembali ke seperti semula agar pembangunan dan lainnya tidak terkendala.
"Harapannya yang jelas sesegera mungkin bisa dikembalikan pemotongan-pemotongan itu karena pasti akan berdampak. Banyak masyarakat itu yang tidak mengetahui DD dan ADD itu ada pemotongan, dianggap bahwa dana yang ada di desa itu sangat banyak sekali padahal ada pemotongan," jelasnya.
Editor : Zein Muhammad