Jumat, 05 Jun 2026 02:01 WIB

Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Tim gabungan saat sidak harga kebutuhan pokok jelang Ramadan di sejumlah pasar di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Tim gabungan saat sidak harga kebutuhan pokok jelang Ramadan di sejumlah pasar di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Satu hari jelang ramadan, tim gabungan dari Satgas Pangan Polres Mojokerto bersama Bapanas, Bulog, BPS, serta Diperindag, bagian Perekonomian dan Dispari Kabupaten Mojokerto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar di wilayah Kabupaten Mojokerto, Rabu (18/2/2026).

Tim gabungan bersama-sama menjaga harga kebutuhan pokok tersebut agar tidak terlalu mencekik masyarakat jelang bulan suci ramadan.

Baca Juga: Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Kanit Pidek Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Dawan Naibaho mengatakan, hasil sidak dilakukan tim gabungan menemukan harga dua komoditas naik.

"Ada dua komoditas bahan pokok penting (Bapokting) yang harganya melonjak drastis sehingga menjadi perhatian tim gabungan saat sidak. Sehingga tim gabungan harus mengecek ke sejumlah pedagang di Pasar Raya Mojosari untuk menjamin keakuratan data," jelasnya.

Komoditas pertama, cabai rawit merah yang naik drastis hingga menembus harga Rp120.000/Kg. Harga cabai rawit di Pasar Raya Mojosari jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 40.000-57.000/Kg.

"Musim hujan menjadi faktor utama harga cabai rawit merah naik drastis. Di tingkat petani, banyak cabai yang busuk terkena hujan. Kondisi ini memicu kelangkaan cabai rawit di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadan. Sehingga para pedagang mengeluhkan naiknya harga cabai rawit karena dari mereka kulakan sudah Rp95.000/Kg, sehingga mereka menjualnya di harga Rp120.000/Kg," papar Dawan.

"Ke depannya tetap kami awasi, kami dapat informasi pasokannya dari Krian (Sidoarjo). Semoga pihak distributor bisa kami ajak komunikasi baik-baik agar bisa menjaga harga tetap stabil sampai lebaran nanti," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Komoditas kedua yang naik signifikan yaitu daging ayam potong, yakni naik menjadi Rp45.000/Kg dari yang sebelumnya harga Rp38.000/Kg. Para pedagang tak berkutik karena harga dari distributor juga naik.

"Terkait naiknya harga daging ayam potong, kami akan menggali informasi dari para peternak di Kecamatan Trawas, Mojokerto ihwal peyebab harganya melonjak. Karena para pedagang menyebut naiknya harga ayam potong sejak dari peternak," kata Dawan.

"Kalau seiring berjalannya waktu nanti ada temuan terkait penimbunan, kami lakukan teguran. Kalau ada unsur pidana terkait penimbunan itu tentu pasti kami tindaklanjuti. Sebisa mungkin kami ajak komunikasi agar distributor bisa saling mengerti menjelang lebaran ini bisa menjaga harga tetap stabil," sambungnya.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

Di sisi lain, harga beras SPHP dan Minyakita stabil sesuai HET dan stoknya aman sampai Hari Raya Idul Fitri nanti.

Menurutnya, beras SPHP saat ini Rp60.000/5 Kg, sedangkan Minyakita Rp15.700/liter atau Rp31.000/2 liter.

Sedangkan untuk cabai merah, bawang merah dan putih sedikit melonjak. Cabai merah sebelumnya Rp30-35 ribu/Kg menjadi Rp 40ribu/Kg, bawang merah sebelumnya Rp35 ribu/Kg menjadi Rp40 ribu/Kg, dan bawang putih sebelumnya Rp30 ribu/Kg menjadi Rp35 ribu/Kg.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.