Kamis, 19 Feb 2026 18:07 WIB

Polisi Gelar Perkara Kasus Siswa SMPK Angelus Custos Surabaya Tewas Kesetrum

Ketua Tim Advokasi SMPK Angelus Custos, Tjandra Sridjaja Pradjonggo, yang hadir dalam gelar perkara khusus di Ditreskrimum Polda Jatim bersama anggota dan Kepala sekolah SMAK Frateran. (Foto: Dony/selalu.id).
Ketua Tim Advokasi SMPK Angelus Custos, Tjandra Sridjaja Pradjonggo, yang hadir dalam gelar perkara khusus di Ditreskrimum Polda Jatim bersama anggota dan Kepala sekolah SMAK Frateran. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id – Ditreskrimum Polda Jatim melakukan gelar perkara khusus dalam kasus tragedi kematian Steven Sukha, siswa SMPK Angelus Custos Surabaya, Kamis (18/2/2026). Steven tewas diduga tersengat listrik (kesetrum) di rooftop sekolah SMAK Frateran pada 28 Maret 2025 lalu.

Ketua Tim Advokasi SMP Katolik Angelus Custos, Tjandra Sridjaja Pradjonggo, yang hadir dalam gelar perkara menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan seluruh bukti dan data berdasarkan fakta hukum yang ada kepada penyidik.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Siap Jaga Keamanan Perayaan Imlek dan Ramadan 2026

Ia berharap agar proses hukum ini dapat menjadi titik terang yang mengakhiri segala spekulasi dan polemik yang berkembang di masyarakat.

"Harapan kami dengan adanya bukti CCTV tadi, kasus ini bisa jadi terang benderang, sehingga polemik permasalahan ini segera berakhir. Kami tidak ingin permasalahan ini terus berkelanjutan karena hal tersebut sangat mengganggu aktivitas proses pembelajaran di sekolah," ungkap Tjandra.

Tjandra menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan belajar mengajar adalah prioritas utama saat ini.

"Para guru yang mengajar harus bisa kembali melaksanakan proses mengajar seperti sediakala tanpa ada beban atau gangguan dari isu-isu yang tidak perlu," tegasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Lumajang

Diketahui, peristiwa ini bermula saat Steven, yang juga ketua tim, masuk secara diam-diam ke lingkungan sekolah bersama teman-temannya saat libur Hari Raya Nyepi.

Mereka berniat berlatih ujian praktik tanpa sepengetahuan guru maupun pihak sekolah.

Berdasarkan rekaman CCTV yang dihadirkan sebagai bukti, Steven terlihat memanjat pagar di dekat area AC yang basah akibat hujan.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Peringatan HPN ke-80, Perkuat Sinergi dengan Pers

Ia tampak kaku sesaat sebelum terjatuh lemas. Dugaannya, Steven tersengat listrik dari instalasi besi atau kabel yang terkelupas dan terkena genangan air. Meski segera dilarikan ke RS Adi Husada Undaan, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya pada 10 April 2025. Meski rekaman CCTV telah diserahkan dan pihak sekolah mengaku sudah berusaha menghubungi keluarga, namun keluarga tetap menuntut pihak sekolah mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.

Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan untuk mencari keadilan bagi semua pihak.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

181.867 KK di Surabaya Belum Terverifikasi DTSEN, DPRD Minta Pemkot Ambil Langkah Serius

Pemkot Surabaya diminta menerbitkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh RT dan RW agar informasi tersampaikan kepada warga.

Detik-detik Kecelakaan Beruntun 3 Truk dan Satu Motor di Mojokerto Terekam CCTV

Kerasnya benturan membuat satu truk bermuatan sayur terguling dan dua truk lainnya mengalami ringsek parah.

PDIP Mulai Urus Legalisir Suara Dapil 3 ke KPU untuk PAW Ketua DPRD Surabaya

Ketua KPU Surabaya, Suprayitno menyampaikan bahwa pihaknya menunggu surat resmi dari pimpinan DPRD sebelum memproses PAW tersebut.

Viral Pentas Sound Horeg hingga Subuh di Mojokerto: Awalnya Ruwat Desa, Jadi Karnaval

Sejatinya, sound horeg tersebut digelar untuk ruwat desa. Namun, diselingi dengan karnaval budaya dan sejarah dengan menggunakan sound horeg.

Bantuan untuk Bencana Aceh Tertahan di Bea Cukai, Ternyata Gara-gara Ini

Bantuan ini dikirim dari Port Klang, Kuala Lumpur. Tito pun meminta bantuan DPR untuk menyelesaikan masalah ini.

Cari Bubur, Rawon hingga Nasi Pecel di Surabaya untuk Bukber, Tempat Ini Bisa Jadi Rekomendasi

Beberapa tempat makan ini cukup mudah ditemui saat kamu berkunjung ke Kota Pahlawan. Harganya pun sangat terjangkau.