Selasa, 21 Jul 2026 14:52 WIB

DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 14 Feb 2026 18:56 WIB
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 

selalu.id– Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menerima banyak keluhan terkait penurunan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang saku mahasiswa selama menggelar reses tahun sidang kedua masa persidangan kedua Tahun Anggaran 2026 di daerah pemilihannya.

Selama reses, banyak warga menyampaikan kekhawatiran atas berkurangnya nominal bantuan pendidikan yang selama ini diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Dalam kegiatan reses di dapil kami, banyak keluhan terkait penurunan bantuan UKT dan uang saku mahasiswa. Yang dikhawatirkan berpotensi putus kuliah,” ujar Achmad, Sabtu (14/2/2026).

Achmad menilai, bantuan pendidikan merupakan instrumen penting untuk menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh warga Surabaya, khususnya kelompok masyarakat rentan secara ekonomi.

Ia menyebut, perubahan kebijakan yang dilakukan di tengah masa studi dapat berdampak langsung pada keberlangsungan kuliah mahasiswa.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meninjau kembali kebijakan bantuan mahasiswa yang masih berjalan (on going). 

Menurutnya, mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan seharusnya tetap mendapatkan nominal sesuai ketentuan awal hingga menyelesaikan studi.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Mendorong pemerintah kota agar kebijakan mahasiswa yang on going dikembalikan nominal bantuannya sampai lulus. Khusus mahasiswa baru bisa diterapkan aturan baru,” tegasnya.

Apabila kebijakan tersebut belum dapat diterapkan secara menyeluruh, Achmad meminta Pemkot Surabaya melakukan survei lapangan ulang terhadap mahasiswa penerima bantuan yang merasa keberatan dan benar-benar tidak mampu.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran sekaligus mencegah meningkatnya angka putus kuliah di Kota Surabaya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

“Kalau tidak bisa diterapkan, harapannya ada survei lapangan kembali khusus bagi mahasiswa on going yang merasa keberatan dan tidak mampu serta berpotensi rentan putus kuliah,” katanya.

Achmad menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Surabaya guna menjadi perhatian dalam kebijakan pendidikan dan penganggaran pemerintah kota ke depan.

“Kami akan kawal terus aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.