Jumat, 05 Jun 2026 04:27 WIB

DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 14 Feb 2026 18:56 WIB
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 

selalu.id– Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menerima banyak keluhan terkait penurunan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang saku mahasiswa selama menggelar reses tahun sidang kedua masa persidangan kedua Tahun Anggaran 2026 di daerah pemilihannya.

Selama reses, banyak warga menyampaikan kekhawatiran atas berkurangnya nominal bantuan pendidikan yang selama ini diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Dalam kegiatan reses di dapil kami, banyak keluhan terkait penurunan bantuan UKT dan uang saku mahasiswa. Yang dikhawatirkan berpotensi putus kuliah,” ujar Achmad, Sabtu (14/2/2026).

Achmad menilai, bantuan pendidikan merupakan instrumen penting untuk menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh warga Surabaya, khususnya kelompok masyarakat rentan secara ekonomi.

Ia menyebut, perubahan kebijakan yang dilakukan di tengah masa studi dapat berdampak langsung pada keberlangsungan kuliah mahasiswa.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meninjau kembali kebijakan bantuan mahasiswa yang masih berjalan (on going). 

Menurutnya, mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan seharusnya tetap mendapatkan nominal sesuai ketentuan awal hingga menyelesaikan studi.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

“Mendorong pemerintah kota agar kebijakan mahasiswa yang on going dikembalikan nominal bantuannya sampai lulus. Khusus mahasiswa baru bisa diterapkan aturan baru,” tegasnya.

Apabila kebijakan tersebut belum dapat diterapkan secara menyeluruh, Achmad meminta Pemkot Surabaya melakukan survei lapangan ulang terhadap mahasiswa penerima bantuan yang merasa keberatan dan benar-benar tidak mampu.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran sekaligus mencegah meningkatnya angka putus kuliah di Kota Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Kalau tidak bisa diterapkan, harapannya ada survei lapangan kembali khusus bagi mahasiswa on going yang merasa keberatan dan tidak mampu serta berpotensi rentan putus kuliah,” katanya.

Achmad menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Surabaya guna menjadi perhatian dalam kebijakan pendidikan dan penganggaran pemerintah kota ke depan.

“Kami akan kawal terus aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.