Sabtu, 14 Feb 2026 21:42 WIB

DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 14 Feb 2026 18:56 WIB
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 

selalu.id– Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menerima banyak keluhan terkait penurunan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang saku mahasiswa selama menggelar reses tahun sidang kedua masa persidangan kedua Tahun Anggaran 2026 di daerah pemilihannya.

Selama reses, banyak warga menyampaikan kekhawatiran atas berkurangnya nominal bantuan pendidikan yang selama ini diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: DPD Golkar Surabaya Buka Ruang Gagasan SOKSI, Siapkan Agenda Program Berbasis Pekerja

“Dalam kegiatan reses di dapil kami, banyak keluhan terkait penurunan bantuan UKT dan uang saku mahasiswa. Yang dikhawatirkan berpotensi putus kuliah,” ujar Achmad, Sabtu (14/2/2026).

Achmad menilai, bantuan pendidikan merupakan instrumen penting untuk menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh warga Surabaya, khususnya kelompok masyarakat rentan secara ekonomi.

Ia menyebut, perubahan kebijakan yang dilakukan di tengah masa studi dapat berdampak langsung pada keberlangsungan kuliah mahasiswa.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meninjau kembali kebijakan bantuan mahasiswa yang masih berjalan (on going). 

Menurutnya, mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan seharusnya tetap mendapatkan nominal sesuai ketentuan awal hingga menyelesaikan studi.

Baca Juga: Reses di Tambak Osowilangun, Yona Bagus Kucurkan Bantuan dan Singgung Validitas DTSEN

“Mendorong pemerintah kota agar kebijakan mahasiswa yang on going dikembalikan nominal bantuannya sampai lulus. Khusus mahasiswa baru bisa diterapkan aturan baru,” tegasnya.

Apabila kebijakan tersebut belum dapat diterapkan secara menyeluruh, Achmad meminta Pemkot Surabaya melakukan survei lapangan ulang terhadap mahasiswa penerima bantuan yang merasa keberatan dan benar-benar tidak mampu.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran sekaligus mencegah meningkatnya angka putus kuliah di Kota Surabaya.

Baca Juga: Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

“Kalau tidak bisa diterapkan, harapannya ada survei lapangan kembali khusus bagi mahasiswa on going yang merasa keberatan dan tidak mampu serta berpotensi rentan putus kuliah,” katanya.

Achmad menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Surabaya guna menjadi perhatian dalam kebijakan pendidikan dan penganggaran pemerintah kota ke depan.

“Kami akan kawal terus aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.

Siapkan Ruang Ekspresi Pemuda, Pemkab Jember Akan Bangun Sirkuit Balap Motor

Gus Fawait mengatakan, bahwa pembangunan sirkuit bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan.

Adaptasi Teknologi Informasi, PMI Kota Mojokerto Perkuat Layanan Kemanusiaan

​Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan.

Brigjen Dekananto Eko Purwono Dianugerahi Satyalancana Wira Karya, Ini Rekam Jejaknya

Salah satu prestasi menonjol yang diingat publik adalah keberhasilannya menyatukan elemen suporter sepak bola di Jawa Timur pada awal November 2023.

Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkauan Capai 24 Ribu Mahasiswa PTN Negeri-Swasta

Sebelumnya program tersebut hanya menjangkau sekitar tiga ribu mahasiswa, kini meningkat signifikan menjadi 24 ribu mahasiswa.