Kamis, 22 Okt 2026 16:01 WIB

DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 14 Feb 2026 18:56 WIB
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 
Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto di dapil 2. (Dok/Istimewa). 

selalu.id– Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menerima banyak keluhan terkait penurunan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang saku mahasiswa selama menggelar reses tahun sidang kedua masa persidangan kedua Tahun Anggaran 2026 di daerah pemilihannya.

Selama reses, banyak warga menyampaikan kekhawatiran atas berkurangnya nominal bantuan pendidikan yang selama ini diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

“Dalam kegiatan reses di dapil kami, banyak keluhan terkait penurunan bantuan UKT dan uang saku mahasiswa. Yang dikhawatirkan berpotensi putus kuliah,” ujar Achmad, Sabtu (14/2/2026).

Achmad menilai, bantuan pendidikan merupakan instrumen penting untuk menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh warga Surabaya, khususnya kelompok masyarakat rentan secara ekonomi.

Ia menyebut, perubahan kebijakan yang dilakukan di tengah masa studi dapat berdampak langsung pada keberlangsungan kuliah mahasiswa.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meninjau kembali kebijakan bantuan mahasiswa yang masih berjalan (on going). 

Menurutnya, mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan seharusnya tetap mendapatkan nominal sesuai ketentuan awal hingga menyelesaikan studi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

“Mendorong pemerintah kota agar kebijakan mahasiswa yang on going dikembalikan nominal bantuannya sampai lulus. Khusus mahasiswa baru bisa diterapkan aturan baru,” tegasnya.

Apabila kebijakan tersebut belum dapat diterapkan secara menyeluruh, Achmad meminta Pemkot Surabaya melakukan survei lapangan ulang terhadap mahasiswa penerima bantuan yang merasa keberatan dan benar-benar tidak mampu.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran sekaligus mencegah meningkatnya angka putus kuliah di Kota Surabaya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

“Kalau tidak bisa diterapkan, harapannya ada survei lapangan kembali khusus bagi mahasiswa on going yang merasa keberatan dan tidak mampu serta berpotensi rentan putus kuliah,” katanya.

Achmad menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Surabaya guna menjadi perhatian dalam kebijakan pendidikan dan penganggaran pemerintah kota ke depan.

“Kami akan kawal terus aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,