Selasa, 08 Sep 2026 05:11 WIB

Wujudkan Program Anak, Gresik Gelar Musrenbang Anak 2026

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Sabtu, 14 Feb 2026 07:53 WIB
Wabup Gresik Alif beserta peserta musrenbang anak 2026
Wabup Gresik Alif beserta peserta musrenbang anak 2026

selalu.id - Umumnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dihadiri tokoh masyarakat, kelompok ekonomi, atau RT/RW. Tapi Pemerintah Kabupaten Gresik menggelarnya dengan melibatkan golongan umur anak.

Musrenbang Anak Tahun 2026 ini digelar di Kantor Bupati Gresik, mulai 12-13 Februari 2026. Dan diikuti 50 anak perwakilan dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Polres Gresik Ungkap Tersangka Penipuan PPPK, Modus Janjikan Lolos ASN

Sejak hari pertama, peserta dibekali pemahaman mengenai mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Materi disampaikan oleh Naily Itqiana, dari Bappeda Kabupaten Gresik, Christina Setianingrum, selaku Mitra Muda UNICEF, serta Raditya, Fasilitator Forum Anak Jawa Timur. Diskusi yang berjalan dipandu Arif Priyanto, dari Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Gresik dan Agika Rahma Putri, Fasilitator Forum Anak Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa kehadiran anak-anak dalam forum ini membawa tanggung jawab besar.

“Hari ini kalian hadir sebagai perwakilan dari 18 kecamatan. Itu bukan hal kecil. Suara kalian mewakili ribuan anak di kecamatan masing-masing. Maka kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sistem perencanaan pembangunan di Kabupaten Gresik berbasis dari bawah melalui Musrenbang. Karena itu, hasil Musrenbang Anak akan dikawal agar masuk dalam perencanaan daerah. Namun ia mengingatkan agar usulan tidak berhenti pada tema besar.

“Jangan hanya berhenti pada tema seperti menurunkan kenakalan anak. Yang kami butuhkan adalah programnya apa, kegiatannya seperti apa. Apa yang kalian sepakati harus jelas, terukur, dan bisa langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca Juga: Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Alif juga mendorong forum anak di tingkat kecamatan untuk aktif melakukan penjaringan aspirasi ke sekolah-sekolah sebelum Musrenbang tingkat kabupaten. Sebab program pembangunan dianggap harus kontekstual sesuai tantangan dan karakter wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Musrenbang Anak dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, anak-anak mempelajari alur penyaluran aspirasi melalui dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD, sehingga memahami bagaimana usulan dapat masuk dalam kebijakan pembangunan.

Peserta kemudian dibagi ke dalam lima kelompok sesuai klaster hak anak, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar, pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya, serta upaya perlindungan khusus. Dari kelompok tersebut, anak-anak mengidentifikasi isu di lingkungan masing-masing.

“Usulan yang masuk sangat banyak. Hari ini kita menyaring dan menentukan skala prioritasnya untuk dibacakan dalam Musrenbang Kabupaten bulan Maret mendatang sebagai bagian dari perencanaan tahun 2027,” jelas Titik Ernawati.

Baca Juga: Ajak Gen Z Musrenbang di Kelurahan, Wali Kota Eri Saring Aspirasi Pemuda

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi anak tahun sebelumnya telah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Di antaranya penguatan ruang bermain ramah anak, pengembangan sekolah ramah anak, pengaturan jam operasional truk demi keselamatan anak, dukungan transportasi ramah anak melalui Trans Jatim, penguatan Universal Health Coverage (UHC), penerbitan Peraturan Bupati tentang pencegahan perkawinan anak, hingga inovasi layanan “Hatiku Padamu” bagi anak penyandang disabilitas.

“Ini menunjukkan bahwa suara anak benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. Musrenbang Anak adalah bagian nyata dari perencanaan pembangunan daerah yang ramah anak,” ujarnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari Yasmin (13), perwakilan Kecamatan Kebomas. Ia mengaku sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini karena merasa suaranya benar-benar didengar. Secara khusus, Yasmin berharap ke depan taman-taman di Kabupaten Gresik dapat diperbanyak, diperindah, sekaligus dibuat lebih ramah anak agar menjadi ruang bermain yang aman dan nyaman.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.