Jumat, 05 Jun 2026 02:19 WIB

Wali Kota Eri Minta Warga Mampu Tak Gunakan UHC di Tengah Keluhan Penonaktifan PBI JK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Feb 2026 12:20 WIB
Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjawab keluhan warga soal penonaktifan sementara 45 ribu kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Eri menegaskan layanan kesehatan bagi warga tetap aman melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai APBD.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Namun, di balik jaminan tersebut, Eri menyampaikan pesan tegas kepada warga yang tergolong mampu, khususnya kategori desil 8 hingga 10, agar tidak memanfaatkan fasilitas pembiayaan pemerintah kota yang diperuntukkan bagi warga prasejahtera.

“Surabaya itu sudah UHC. Kita sampaikan cukup dengan KTP. Kalau ada yang PBI-nya nonaktif, maka ketika di Surabaya bisa menggunakan KTP untuk berobat,” jelasnya, Senin (16/2/2026).

Eri mengatakan, warga cukup menunjukkan KTP Surabaya untuk memperoleh layanan kesehatan, termasuk bagi peserta PBI yang kepesertaannya dinonaktifkan sementara.

Meski begitu, Eri meminta warga mampu tetap menggunakan jalur BPJS Mandiri sebagai bentuk gotong royong sosial. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kuota bantuan tidak justru dinikmati kelompok ekonomi atas.

“Saya minta tolong warga Surabaya yang masuk desil 8 sampai 10, mari kita gotong royong untuk membantu sesama dengan tidak mengambil jatah warga desil 1 sampai 5. Nanti yang benar-benar tidak mampu malah terhambat,” tegasnya.

Kelompok desil 1 hingga 5 merupakan kategori rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas penerima bantuan sosial pemerintah.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Selain menyasar warga, Eri juga mengingatkan perusahaan di Surabaya agar disiplin mendaftarkan dan membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi pekerjanya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Surabaya akan melakukan validasi ulang data warga prasejahtera melalui verifikasi lapangan di tingkat RW lewat program Kampung Pancasila. Data tersebut akan diumumkan agar warga dapat memberikan sanggahan bila ditemukan ketidaksesuaian.

“Kita akan kembalikan lagi ke warga apakah ada sanggahan terkait data warga prasejahtera di masing-masing RW. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon untuk membayar sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menyebut sebanyak 45 ribu data kepesertaan PBI JK warga Surabaya dinonaktifkan sementara dan saat ini masih dalam proses pembaruan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Penonaktifan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku mulai 1 Februari 2026 sebagai bagian dari pemutakhiran data nasional.

“Masyarakat tidak perlu panik, saat ini sedang ditindaklanjuti dan diperbarui oleh Kemensos,” jelasnya.

Nanik memastikan, meski kepesertaan PBI dinonaktifkan sementara, warga ber-KTP Surabaya tetap bisa mengakses layanan kesehatan gratis melalui skema UHC yang dibiayai pemerintah kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.