Senin, 16 Feb 2026 14:05 WIB

Wali Kota Eri Minta Warga Mampu Tak Gunakan UHC di Tengah Keluhan Penonaktifan PBI JK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Feb 2026 12:20 WIB
Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Ilustrasi pelayanan kesehatan. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjawab keluhan warga soal penonaktifan sementara 45 ribu kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Eri menegaskan layanan kesehatan bagi warga tetap aman melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai APBD.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Rp5 Juta untuk Program Pemuda, Ini Syarat Mencairkannya

Namun, di balik jaminan tersebut, Eri menyampaikan pesan tegas kepada warga yang tergolong mampu, khususnya kategori desil 8 hingga 10, agar tidak memanfaatkan fasilitas pembiayaan pemerintah kota yang diperuntukkan bagi warga prasejahtera.

“Surabaya itu sudah UHC. Kita sampaikan cukup dengan KTP. Kalau ada yang PBI-nya nonaktif, maka ketika di Surabaya bisa menggunakan KTP untuk berobat,” jelasnya, Senin (16/2/2026).

Eri mengatakan, warga cukup menunjukkan KTP Surabaya untuk memperoleh layanan kesehatan, termasuk bagi peserta PBI yang kepesertaannya dinonaktifkan sementara.

Meski begitu, Eri meminta warga mampu tetap menggunakan jalur BPJS Mandiri sebagai bentuk gotong royong sosial. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kuota bantuan tidak justru dinikmati kelompok ekonomi atas.

“Saya minta tolong warga Surabaya yang masuk desil 8 sampai 10, mari kita gotong royong untuk membantu sesama dengan tidak mengambil jatah warga desil 1 sampai 5. Nanti yang benar-benar tidak mampu malah terhambat,” tegasnya.

Kelompok desil 1 hingga 5 merupakan kategori rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas penerima bantuan sosial pemerintah.

Baca Juga: Ingin Nikmati Hidangan Khas 7 Negara saat Buka Puasa? Tempat di Surabaya Ini Bisa Jadi Pilihan

Selain menyasar warga, Eri juga mengingatkan perusahaan di Surabaya agar disiplin mendaftarkan dan membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi pekerjanya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Surabaya akan melakukan validasi ulang data warga prasejahtera melalui verifikasi lapangan di tingkat RW lewat program Kampung Pancasila. Data tersebut akan diumumkan agar warga dapat memberikan sanggahan bila ditemukan ketidaksesuaian.

“Kita akan kembalikan lagi ke warga apakah ada sanggahan terkait data warga prasejahtera di masing-masing RW. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon untuk membayar sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menyebut sebanyak 45 ribu data kepesertaan PBI JK warga Surabaya dinonaktifkan sementara dan saat ini masih dalam proses pembaruan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Penonaktifan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku mulai 1 Februari 2026 sebagai bagian dari pemutakhiran data nasional.

“Masyarakat tidak perlu panik, saat ini sedang ditindaklanjuti dan diperbarui oleh Kemensos,” jelasnya.

Nanik memastikan, meski kepesertaan PBI dinonaktifkan sementara, warga ber-KTP Surabaya tetap bisa mengakses layanan kesehatan gratis melalui skema UHC yang dibiayai pemerintah kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkab Jember Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir

Edy menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan detail di lapangan, termasuk evaluasi komponen struktural utama.

Tips Cepat Pintar Berbahasa Inggris, Coba Lakuin 3 Hal Ini

Segala sesuatu yang ingin kita pelajari harus dimulai dengan percaya diri dan mau untuk memulai. Latihlah diri berbicara bahasa Inggris dengan sederhana.

Cara Rawat Pakaian saat Musim Hujan Agar Tak Bau dan Tahan Lama Menurut Pakar

Dewi mengatakan dalam mencuci pakaian pastikan untuk mencucinya sesuai petunjuk pada label pakaian. Gunakan deterjen yang lembut dan hindari pemutih.

Punya Masalah dengan Kesuburan, Cobain Tips Ini agar 'Greng' Lagi

Meskipun faktor-faktor seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup berperan penting, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kejutan, Dari Jodoh hingga Karier

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas semua oleh astrotalk. Simak lengkapnya di sini.

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Pemkot Surabaya Perkuat Integrasi Hotel dan UMKM

Pada tahap awal, NKB ini melibatkan sekitar 38 hotel di Kota Pahlawan.